STIM LPISTIM LPI

Jurnal Online Manajemen ELPEIJurnal Online Manajemen ELPEI

Media sosial telah mengubah cara individu membentuk citra diri, terutama melalui unggahan aktivitas fisik seperti olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FOMO) dan lifestyle terhadap self-representation di media sosial, dengan aktivitas olahraga sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksplanatori dan melibatkan 200 responden dari generasi Z dan milenial yang aktif membagikan aktivitas olahraga di Instagram dan TikTok. Analisis data dilakukan menggunakan teknik Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil menunjukkan bahwa FOMO tidak memiliki pengaruh langsung terhadap self-representation, namun berpengaruh secara tidak langsung melalui aktivitas olahraga. Sebaliknya, lifestyle berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap self-representation. Aktivitas olahraga terbukti menjadi mediasi yang signifikan dalam membentuk citra diri digital. Temuan ini menegaskan bahwa representasi diri di media sosial tidak hanya didorong oleh tekanan sosial seperti FOMO, tetapi juga oleh keterlibatan dalam aktivitas nyata yang bermakna. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian perilaku konsumen digital, serta implikasi praktis bagi strategi pemasaran berbasis gaya hidup dan komunitas.

Penelitian ini menunjukkan bahwa FOMO tidak memiliki pengaruh langsung terhadap self-representation, namun dapat mendorong keterlibatan dalam aktivitas olahraga yang kemudian berkontribusi pada pembentukan citra diri digital.Gaya hidup berpengaruh secara langsung dan tidak langsung terhadap self-representation, baik secara langsung maupun melalui aktivitas olahraga sebagai media simbolik.Temuan ini menegaskan bahwa aktivitas fisik berperan sebagai jembatan antara tekanan sosial dan ekspresi diri, mendukung teori self-presentation yang menempatkan tindakan sehari-hari sebagai alat untuk membentuk identitas sosial.

Penelitian lanjutan dapat menggali jenis aktivitas lain seperti kegiatan komunitas, seni, atau ekspresi budaya lain yang dapat berfungsi sebagai sarana representasi diri. Selain itu, penggunaan pendekatan kualitatif atau mixed methods dapat memperdalam pemahaman mengenai motivasi dan makna di balik aktivitas yang dibagikan di media sosial. Terakhir, penting untuk mengkaji peran teknologi dan algoritma media sosial, seperti fitur story, reels, atau likes, yang dapat memperkuat atau mengubah cara individu merepresentasikan diri mereka secara digital. Penelitian-penelitian ini akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana individu membangun dan mengelola identitas mereka di era digital, serta bagaimana platform media sosial memengaruhi proses tersebut. Dengan demikian, hasil penelitian dapat memberikan wawasan berharga bagi para pemasar, pembuat kebijakan, dan individu yang ingin memahami dinamika representasi diri di dunia maya.

  1. ‘Instafamous’ – credibility and self-presentation of micro-celebrities... tandfonline.com/doi/full/10.1080/1369118X.2018.1438491yAAAoInstafamousyAAAo yAAAe credibility and self presentation of micro celebrities tandfonline doi full 10 1080 1369118X 2018 1438491
  2. The "What" and "Why" of Goal Pursuits: Human Needs and the Self-Determination of... tandfonline.com/doi/abs/10.1207/S15327965PLI1104_01The What and Why of Goal Pursuits Human Needs and the Self Determination of tandfonline doi abs 10 1207 S15327965PLI1104 01
  3. Consumer behaviour and environmental sustainability - Nguyen - 2020 - Journal of Consumer Behaviour -... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/cb.1892Consumer behaviour and environmental sustainability Nguyen 2020 Journal of Consumer Behaviour onlinelibrary wiley doi 10 1002 cb 1892
Read online
File size476.76 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test