JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR

JOURNAL OF ADMINISTRATIVE AND SOCIAL SCIENCEJOURNAL OF ADMINISTRATIVE AND SOCIAL SCIENCE

Pembahasan dalam penelitian ini mengenai evaluasi kebijakan pengelolaan sampah kawasan dan timbulan di Kota Tangerang Selatan. Pada kebijakan ini masih banyak ditemukan kendala -kendala dilapangan baik itu kinerja atau Fasilitas yang kurang memadai. Capaian tujuan kebijakan belum optimal disebabkan dari pihak terkait hingga faktor eksternal, masyarakat yang kurang sadar dalam pengelolaan sampah dan dampak bahaya sampah. Penelitian ini bertujuan menelisik implementasi pengelolaan sampah kawasan dan timbulan di Kota Tangerang Selatan. Evaluasi kebijakan yang dianalisis dari berbagai aspek yaitu: a) Efektivitas, evaluasi kebijakan merupakan salah satu tahapan penting dalam siklus kebijakan. Evaluasi kebijakan dilakukan setelah kebijakan public tersebut di implementasikan. Hal ini untuk menguji kebijakan yang telah dibuat berhasil atau tidak. b) Efisiensi, hal ini untuk menunjukkan perbandingan terbaik antara suatu kegiatan dengan hasilnya. Efisiensi ini merupakan ukuran keberhasilan yang dinilai dari segi sumber daya manusia dan biaya untuk mencapai hasil kebijakan yang dijalankan. c) Ketepatan, untuk mengukur seberapa jauh suatu tingkat efektivitas memuaskan kebutuhan, nilai, atau kesempatan menumbuhkan adanya masalah. d) Perataan, kebijakan yang dibuat dan dijalankan yang oreantasinya pada pemerataan, artinya adalah kebijakan yang secara adil didistribusikan. e) Responsivitas, criteria ini berkenaan dengan seberapa jauh suatu kebijakan dapat memuaskan kebutuhan, frepensi, atau nilai kelompok-kelompok tertentu. Criteria ini sangat penting karena analisis yang dapat memuaskan criteria lainya. f) Ketepatan, criteria ini secara dekat berhubungan dengan rasionalitas dan substantive. Karena ketepatan kebijakan tidak berkenaan dengan suatu criteria individu tetapi dua atau lebih secara bersama -sama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengelolaan sampah telah diatur regulasinya, namun pelaksanannya belum berjalan dengan maksimal. Upaya penanganan sampah di Kota Tangerang Selatan tidak cukup hanya mengandalkan pembentukan Bank-bank Sampah dan pelibatan masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengelolah dan juga memilah sampah yang bisa diurai dan tidak di urai. Selain itu persoalan sampah yang di hilir tidak akan selesai jika hulunya tidak menjalankan regulasi yang ada. Pemerintah harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk memilah sampah organik dan anorganik mulai dari rumah, memilah sampah dari mulai dari kawasan timbulan dan sumber, Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan Tempat Pembuang Akhir (TPA).

Kebijakan pengelolaan sampah di Kota Tangerang Selatan telah berjalan, namun belum mencapai hasil yang maksimal karena kendala di lapangan seperti kurangnya sumber daya manusia dan fasilitas yang memadai.Rendahnya kesadaran masyarakat dan kurangnya komunikasi antar pihak terkait menjadi faktor penghambat tercapainya tujuan kebijakan.Perlu adanya penguatan sumber daya manusia, anggaran, sanksi tegas bagi pelanggar, serta sosialisasi yang lebih intensif mengenai pengelolaan sampah dan prinsip 3R, serta implementasi regulasi yang ada.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas berbagai model pengelolaan sampah yang telah diterapkan di kota-kota lain, seperti sistem daur ulang terpadu atau teknologi pengolahan sampah menjadi energi, untuk kemudian diadaptasi dan diterapkan di Kota Tangerang Selatan. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada analisis perilaku masyarakat terkait pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dan strategi untuk meningkatkan kesadaran serta motivasi masyarakat dalam memilah sampah. Ketiga, penting untuk mengkaji lebih lanjut mengenai peran sektor swasta dan organisasi masyarakat sipil dalam pengelolaan sampah, serta potensi kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan inklusif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sampah di Kota Tangerang Selatan, serta mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat.

  1. Further Dissecting the Black Box of Citizen Participation: When Does Citizen Involvement Lead to Good... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1540-6210.2011.02417.xFurther Dissecting the Black Box of Citizen Participation When Does Citizen Involvement Lead to Good onlinelibrary wiley doi 10 1111 j 1540 6210 2011 02417 x
Read online
File size150.86 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test