LPPPIPUBLISHINGLPPPIPUBLISHING

International Journal Of Education, Social Studies, And Management (IJESSM)International Journal Of Education, Social Studies, And Management (IJESSM)

Penelitian ini mengkaji fenomena child‑free dibandingkan dengan konsep al‑walud dari perspektif hadits, serta meneliti bagaimana ajaran Islam mengenai reproduksi dan keluarga dapat ditafsirkan dalam konteks modern. Melalui analisis hadits‑hadits relevan dan literatur kontemporer, studi ini menemukan ruang untuk reinterpretasi yang memungkinkan integrasi konsep child‑free ke dalam pemahaman Islam. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual terhadap hadits serta penggunaan metodologi maqâṣid al‑syarîʿah dapat menjembatani pemahaman tradisional dan modern, sekaligus membahas implikasi sosial, ekonomi, dan spiritual serta tantangan dan peluang dalam menyelaraskan kedua konsep tersebut. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan fiqh kontemporer yang lebih responsif terhadap realitas global sekaligus mempertahankan nilai‑nilai Islam yang fundamental.

Penelitian ini mengungkap bahwa konsep child‑free dan al‑walud dapat dipahami secara fleksibel dalam kerangka Islam, dimana hadis yang mendorong al‑walud tidak hanya berarti meningkatkan jumlah anak tetapi juga berkontribusi positif bagi umat.Dengan reinterpretasi kontekstual, pilihan child‑free dapat diakomodasi dalam etika Islam tanpa mengorbankan nilai fundamental.Fenomena child‑free kini semakin diakui seiring perubahan sosial seperti urbanisasi, peningkatan pendidikan, dan pergeseran peran gender.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan survei komparatif untuk mengukur sikap pasangan Muslim terhadap pilihan child‑free di berbagai wilayah Indonesia, memperhatikan faktor sosial‑ekonomi, pendidikan, dan budaya setempat; selanjutnya, kajian perbandingan penerapan maqâṣid al‑syarîʿah dalam kebijakan perencanaan keluarga antara negara mayoritas Muslim dan non‑Muslim dapat mengidentifikasi elemen kebijakan yang paling adaptif terhadap nilai agama dan kebutuhan modern; terakhir, pengembangan kerangka hermeneutik kontekstual yang mengaitkan interpretasi al‑walud dengan isu keberlanjutan lingkungan dapat memperluas pemahaman tentang kontribusi sosial‑ekologis dalam Islam, sehingga memberikan dasar ilmiah bagi diskusi tentang reproduksi, tanggung jawab lingkungan, dan etika hidup modern.

  1. PENDEKATAN TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL DALAM STUDY HADIST | Alifbata : Jurnal Pendidikan Dasar. pendekatan... doi.org/10.51700/alifbata.v1i1.91PENDEKATAN TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL DALAM STUDY HADIST Alifbata Jurnal Pendidikan Dasar pendekatan doi 10 51700 alifbata v1i1 91
  2. SIGNIFIKANSI MAQASHID ASY-SYARI’AH DALAM HUKUM EKONOMI ISLAM | DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum.... doi.org/10.35905/diktum.v16i1.524SIGNIFIKANSI MAQASHID ASY SYARIAoAH DALAM HUKUM EKONOMI ISLAM DIKTUM Jurnal Syariah dan Hukum doi 10 35905 diktum v16i1 524
  3. Behind the maternal wall: The hidden backlash toward childfree working women - Verniers - 2020 - Journal... doi.org/10.1002/jts5.65Behind the maternal wall The hidden backlash toward childfree working women Verniers 2020 Journal doi 10 1002 jts5 65
  4. Analisis Childfree Choice Dalam Perspektif Ulama’ Klasik dan Ulama’ Kontemporer | Taruna... journal.staitaruna.ac.id/index.php/jls/article/view/73Analisis Childfree Choice Dalam Perspektif UlamaAo Klasik dan UlamaAo Kontemporer Taruna journal staitaruna ac index php jls article view 73
Read online
File size303.8 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test