UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Keraton: Journal of History Education and CultureKeraton: Journal of History Education and Culture

Penelitian ini mengkaji perspektif Muhammad Abduh mengenai modernitas beragama dan pembaharuan pendidikan Islam sebagai upaya mengatasi stagnasi intelektual dan sosial yang dihadapi umat Muslim sejak abad ke-19 hingga saat ini. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka, merujuk pada karya-karya Abduh seperti Risalah al-Tauhid dan Tafsir al-Manar, serta sumber-sumber sekunder lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Abduh menekankan pentingnya pemikiran rasional, revitalisasi ijtihad, harmonisasi ilmu agama dengan pengetahuan modern, dan reformasi struktural institusi pendidikan. Baginya, modernitas tidak berarti meniru peradaban Barat secara buta, melainkan mengharmonisasikan ajaran Islam dengan realitas kontemporer melalui interpretasi yang rasional dan kontekstual. Ide-ide reformisnya tetap relevan hingga kini, terutama dalam inovasi kurikulum, tata kelola pendidikan, dan pengembangan karakter moral peserta didik di era globalisasi. Dengan demikian, warisan intelektual Abduh menjadi kerangka penting dalam membentuk model pendidikan Islam yang dinamis, seimbang, dan berwawasan ke depan.

Pemikiran Muhammad Abduh menawarkan solusi komprehensif untuk mengatasi kemunduran umat Islam melalui modernisasi beragama dan pendidikan.Abduh menekankan pentingnya ijtihad, rasionalitas, dan integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum sebagai kunci kemajuan.Reformasi pendidikan yang ia usulkan bertujuan untuk menciptakan generasi Muslim yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia, serta mampu bersaing di era modern.Dengan demikian, gagasan Abduh tetap relevan dan menjadi landasan penting dalam pengembangan pendidikan Islam kontemporer.

Berdasarkan analisis pemikiran Muhammad Abduh, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai implementasi gagasan Abduh tentang integrasi ilmu agama dan ilmu umum dalam kurikulum pendidikan Islam di berbagai tingkatan, serta dampaknya terhadap kualitas pembelajaran dan pengembangan karakter peserta didik. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip ijtihad yang diperkenalkan oleh Abduh dapat diterapkan secara kontekstual dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan kontemporer yang dihadapi umat Islam, seperti isu-isu lingkungan, keadilan sosial, dan hak asasi manusia. Ketiga, penting untuk mengkaji peran teknologi digital dalam mendukung proses pembelajaran dan pengembangan pendidikan Islam yang modern dan relevan, dengan mempertimbangkan etika dan nilai-nilai keagamaan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan Islam dan memperkuat peran umat Islam dalam pembangunan peradaban global.

  1. One moment, please.... one moment please wait request verified doi.org/10.31869/jkpu.v8i1.6651One moment please one moment please wait request verified doi 10 31869 jkpu v8i1 6651
  2. One moment, please.... one moment please wait request verified elementaria.my.id/index.php/e/article/view/38One moment please one moment please wait request verified elementaria my index php e article view 38
  3. Diseminasi Filsafat Pendidikan Islam Berdasarkan Pengalaman Praktis di Indonesia pada Forum Internasional... journal.pelitanusa.or.id/index.php/komunita/article/view/332Diseminasi Filsafat Pendidikan Islam Berdasarkan Pengalaman Praktis di Indonesia pada Forum Internasional journal pelitanusa index php komunita article view 332
Read online
File size454.62 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test