UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Keraton: Journal of History Education and CultureKeraton: Journal of History Education and Culture

Penelitian ini mengkaji peran historis Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, dua organisasi sosio-religius terbesar di Indonesia, yang secara signifikan membentuk lanskap keagamaan dan pembangunan sosial negara sejak awal abad ke-20. Berakar pada realitas sosial bahwa kedua organisasi beroperasi melalui jaringan pendidikan, dakwah, dan pelayanan masyarakat yang luas, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asal-usul historis, pola gerakan, dan kontribusi mereka terhadap modernisasi Islam di Indonesia. Studi ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan menganalisis buku, jurnal akademik, dokumen organisasi, dan studi sebelumnya yang relevan. Pendekatan analitis komparatif digunakan untuk menyoroti persamaan dan perbedaan dalam karakteristik sosio-religius Muhammadiyah dan NU. Temuan mengungkapkan bahwa Muhammadiyah muncul sebagai gerakan reformis yang berfokus pada modernisasi pendidikan dan pemurnian ajaran Islam, sementara NU memainkan peran penting dalam melestarikan tradisi pesantren dan budaya keagamaan lokal. Bersama-sama, mereka telah menjadi pilar penting dalam memperkuat moderasi Islam dan mendorong kohesi sosial di Indonesia. Studi ini berkontribusi pada historiografi Islam Indonesia dengan menawarkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika sosio-religius yang telah membentuk karakter khas Islam Indonesia.

Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama merupakan dua pilar utama dalam pembentukan karakter keberagamaan di Indonesia.Muhammadiyah menekankan pembaruan melalui pendidikan modern dan pelayanan sosial, sementara NU melestarikan tradisi pesantren dan kearifan lokal.Kedua organisasi ini berperan signifikan dalam proses modernisasi Islam, memperkuat moderasi beragama, dan menjaga kohesi sosial di tengah tantangan radikalisme dan perpecahan.Kontribusi historis mereka menjadi warisan penting untuk membimbing masa depan Islam Indonesia menuju masyarakat yang lebih inklusif dan beradab.

Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana strategi dakwah Muhammadiyah dan NU beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan media sosial, serta dampaknya terhadap pembentukan identitas keagamaan generasi muda. Kedua, studi komparatif yang lebih rinci perlu dilakukan untuk menganalisis peran kedua organisasi dalam mengatasi isu-isu sosial kontemporer seperti kemiskinan, ketidakadilan gender, dan kerusakan lingkungan, serta efektivitas program-program pemberdayaan yang mereka implementasikan. Ketiga, penelitian kualitatif yang mendalam, seperti studi etnografi atau wawancara mendalam, dapat dilakukan untuk memahami pengalaman dan perspektif anggota Muhammadiyah dan NU dari berbagai latar belakang sosial dan budaya, serta bagaimana mereka menginternalisasi nilai-nilai organisasi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang dinamika internal dan eksternal kedua organisasi, serta kontribusi mereka dalam membangun masyarakat Indonesia yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan. Dengan demikian, pemahaman yang lebih mendalam tentang peran Muhammadiyah dan NU akan memperkaya khazanah ilmu sosial keagamaan dan memberikan landasan yang kuat bagi pengembangan kebijakan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

  1. One moment, please.... one moment please wait request verified doi.org/10.52185/kariman.v12i1.379One moment please one moment please wait request verified doi 10 52185 kariman v12i1 379
Read online
File size343.66 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test