UINMADURAUINMADURA

Jurnal Pendidikan Islam - TadrisJurnal Pendidikan Islam - Tadris

Self-efficacy adalah penilaian seseorang terhadap kemampuannya untuk merencanakan dan melaksanakan tindakan untuk mencapai tujuan tertentu. Teori kognitif sosial memandang self-efficacy sebagai keyakinan seseorang terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Teori ini berdasarkan pada tiga faktor determinisme timbal balik, faktor pribadi, perilaku, dan pengaruh lingkungan, yang memiliki dampak positif yang dapat diterapkan dalam pendidikan.

Self-efficacy merupakan faktor penting dalam motivasi belajar dan prestasi akademik.Dengan meningkatkan keyakinan diri, siswa lebih mungkin untuk mencapai tujuan pendidikan mereka.Oleh karena itu, pendidik perlu memperkuat self-efficacy siswa melalui strategi pembelajaran yang efektif.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak model teman sebaya pada peningkatan self-efficacy dalam konteks pembelajaran berbasis proyek. Selain itu, penting untuk mengkaji bagaimana suasana hati seperti kecemasan atau antusiasme memengaruhi persepsi self-efficacy siswa dengan kemampuan akademik berbeda. Terakhir, penelitian bisa fokus pada efektivitas umpan balik guru dalam membangun keyakinan diri siswa, khususnya dalam situasi pembelajaran kolaboratif.

  1. #civil society#civil society
  2. #pembelajaran agama#pembelajaran agama
Read online
File size78.98 KB
Pages17
Short Linkhttps://juris.id/p-26P
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test