TAMANLITERATAMANLITERA

ALFIQH Islamic Law Review JournalALFIQH Islamic Law Review Journal

Studi ini mengkaji bagaimana muslim minoritas di Sulawesi Utara menegosiasikan identitas keislaman mereka dalam masyarakat mayoritas non-Muslim, dengan kerangka fikih minoritas progresif. Dalam situasi seperti ini, norma sosial mayoritas sering kali dipandang sebagai kebenaran universal, yang membuat Muslim berada dalam posisi rentan kehilangan nilai-nilai keagamaannya. Melalui studi lapangan dan dokumentasi—penelitian ini mengidentifikasi tiga strategi utama: akomodatif-adaptif, selektif, dan simbolik. Strategi akomodatif-adaptif tercermin dalam partisipasi pada tradisi lokal dan kegiatan sosial. Strategi selektif tampak dari keteguhan memegang prinsip-prinsip syariah, seperti menolak makanan non-halal dan pernikahan beda agama. Strategi simbolik ditunjukkan melalui pembangunan masjid dan penggunaan atribut keislaman secara tampak sebagai penegasan identitas. Temuan ini menantang pandangan reduksionis yang melihat fikih minoritas semata-mata sebagai strategi adaptasi, dan justru mengusulkan pendekatan multi-strategi yang menyeimbangkan keteguhan dengan prinsip merekomendasikan penguatan fikih minoritas berbasis lokalitas bagi komunitas Muslim di wilayah mayoritas non-Muslim.

Muslim minorities in North Sulawesi have successfully played a significant role in contextualizing fiqh through three primary attitudes.An adaptive attitude enables them to adjust their religious practices to social conditions without compromising the principles of Sharia.In contrast, an accommodative attitude becomes a tangible manifestation of tolerance by respecting the cultural and religious diversity around them.On the other hand, symbolic attitudes strengthen religious identity while maintaining internal solidarity within the community, without causing exclusivity that disrupts social harmony.These three attitudes demonstrate that minority jurisprudence is a dynamic and relevant tool in addressing the challenges of religious life in a pluralistic society.

Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam tentang bagaimana strategi fikih minoritas yang adaptif, selektif, dan simbolik dapat diterapkan dalam konteks-konteks minoritas Muslim yang berbeda di Indonesia, seperti di Papua, Maluku, atau Bali. Kedua, penelitian dapat fokus pada bagaimana strategi-strategi ini dapat membantu Muslim minoritas dalam mempertahankan identitas dan nilai-nilai keagamaannya di tengah lingkungan mayoritas non-Muslim yang beragam. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana strategi fikih minoritas dapat menjadi jembatan untuk membangun harmoni dan toleransi antar agama di masyarakat yang majemuk.

  1. Understanding and Implementing Islamic Law: Challenges and Solutions in Modern Contexts | Antmind Review:... doi.org/10.63077/qgjzc372Understanding and Implementing Islamic Law Challenges and Solutions in Modern Contexts Antmind Review doi 10 63077 qgjzc372
  2. TRADISI MINAHASA TERKAIT DENGAN MAKANAN TRADISIONAL | Kajian Linguistik. tradisi minahasa makanan tradisional... doi.org/10.35796/kaling.7.1.2019.24774TRADISI MINAHASA TERKAIT DENGAN MAKANAN TRADISIONAL Kajian Linguistik tradisi minahasa makanan tradisional doi 10 35796 kaling 7 1 2019 24774
  3. PERAN GURU AGAMA ISLAM DALAM MEMBINA AKHLAK SISWA MUSLIM DI YAYASAN KRISTEN | Ilahude | Journal of Islamic... journal.iain-manado.ac.id/index.php/jiep/article/view/1462PERAN GURU AGAMA ISLAM DALAM MEMBINA AKHLAK SISWA MUSLIM DI YAYASAN KRISTEN Ilahude Journal of Islamic journal iain manado ac index php jiep article view 1462
Read online
File size550.85 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test