UNAIUNAI

11th International Scholars Conference11th International Scholars Conference

Creationisme mencakup sekumpulan kepercayaan tentang asal usul alam semesta, Bumi, dan kehidupan, yang terutama berlandaskan pada Alkitab. Makalah ini mengeksplorasi berbagai perspektif penciptaan, termasuk Young Earth Creationism, Old Earth Creationism, Theistic Evolution, dan Intelligent Design. Penelitian ini menelaah perkembangan historis, dasar teologis, argumen ilmiah, serta implikasi pandangan tersebut dalam wacana yang lebih luas tentang ilmu pengetahuan dan agama. Dengan menganalisis perkembangan historis dan perdebatan kontemporer, makalah ini bertujuan memberikan tinjauan komprehensif mengenai keragaman pandangan penciptaan serta signifikansinya dalam konteks diskusi ilmiah dan religius modern, serta membantu memahami bagaimana pandangan tersebut memberi konsekuensi abadi dalam kehidupan dan iman seseorang.

Creationisme mencakup berbagai kepercayaan mengenai asal‑usul alam semesta, Bumi, dan kehidupan, yang ditafsirkan melalui teks agama serta bukti ilmiah.Perspektif YEC, OEC, TE, dan ID memberikan pandangan unik yang memperkaya perdebatan antara ilmu pengetahuan dan agama.Kesimpulannya, manusia dipandang sebagai puncak ciptaan, produk yang dirancang secara tepat oleh Sang Pencipta yang penuh kasih.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana pandangan penciptaan yang berbeda (YEC, OEC, TE, ID) memengaruhi pemahaman dan prestasi siswa dalam mata pelajaran sains di sekolah menengah. Studi komparatif dapat dilakukan untuk mengevaluasi tingkat penerimaan dan interpretasi Evolusi Teistik di antara berbagai denominasi agama, seperti Katolik, Protestan, dan Advent, serta faktor‑faktor yang memengaruhi sikap tersebut. Penelitian kualitatif dapat mengeksplorasi dampak psikologis kepercayaan penciptaan terhadap sikap individu terhadap isu lingkungan, seperti perubahan iklim dan konservasi alam. Selain itu, analisis historis dapat menelusuri evolusi argumen ilmiah dan teologis dalam gerakan penciptaan modern sejak abad ke‑20 hingga kini, untuk memahami dinamika perubahan paradigma. Akhirnya, eksperimen intervensi pendidikan dapat menguji efektivitas kurikulum integratif yang menyatukan pengetahuan ilmiah dan perspektif keagamaan dalam meningkatkan toleransi ilmiah serta pemahaman etika.

Read online
File size197.05 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test