YANAYANA
Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan SainsAlgebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan SainsEducation does not only focus on academic aspects, but also has an important role in shaping the character and moral values of students. One form of character education in the religious field can be realized through Tahfidzul Quran extracurricular activities. However, the implementation of this activity at SMPN 2 Kemlagi often experiences several obstacles such as learning methods that are still monotonous and differences between students interests and abilities in memorization that cannot be ignored. The research was conducted with the aim of describing the application of differentiated learning in extracurricular Tahfidzul Quran as well as identifying supporting and inhibiting factors in its application. This research used a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through observation, interviews and documentation, then analyzed through the stages of data reduction, data presentation and conclusion drawing. After in-depth analysis, the results show that the implementation of differentiated learning has been carried out effectively, by adjusting teaching strategies based on the readiness, interests and learning styles of each student. This is reflected in the learning practices carried out by the mentor teacher through the application of content, process and product differentiation. The factors that support success include student mapping, adequate facilities, and support from the school environment and parents. Meanwhile, obstacles that arise include time constraints, differences in ability and lack of motivation from some students.
The implementation of differentiated learning is done through a structured approach that considers students personal learning needs.The mentor teacher applies the principle of differentiation by adjusting learning strategies based on the level of readiness, interest and learning style of each student.This is reflected in the learning practices carried out by the mentor teacher through the application of content, process and product differentiation.The successful implementation of differentiated learning is influenced by several supporting factors, including learner mapping, student profiling, adequate facilities, student learning motivation, and external support from the principal, fellow teachers and parents.However, the implementation of differentiated learning is also inseparable from various inhibiting factors, such as time constraints, differences in student abilities and lack of motivation from some students.
Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam mengenai strategi yang paling efektif dalam mengatasi kendala waktu dalam implementasi pembelajaran berdiferensiasi di kegiatan ekstrakurikuler Tahfidzul Quran. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap siswa, tanpa terkecuali, mendapatkan perhatian yang optimal sesuai dengan kebutuhan belajar mereka. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran berdiferensiasi yang lebih adaptif, yang mampu mengakomodasi perbedaan kemampuan dan motivasi siswa secara lebih komprehensif. Model ini perlu mempertimbangkan penggunaan teknologi dan sumber daya digital untuk memperkaya pengalaman belajar siswa dan meningkatkan efisiensi waktu. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran orang tua dan masyarakat dalam mendukung implementasi pembelajaran berdiferensiasi di sekolah, termasuk bagaimana meningkatkan kesadaran dan partisipasi mereka dalam proses pendidikan anak-anak mereka. Dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan kualitas pendidikan agama Islam, khususnya dalam bidang Tahfidzul Quran, dapat terus ditingkatkan dan memberikan manfaat yang optimal bagi perkembangan siswa.
- Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Rangka Mewujudkan Merdeka Belajar | JURNAL JENDELA PENDIDIKAN. pembelajaran... doi.org/10.57008/jjp.v2i04.301Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Rangka Mewujudkan Merdeka Belajar JURNAL JENDELA PENDIDIKAN pembelajaran doi 10 57008 jjp v2i04 301
- Pengaruh Ekstrakurikuler Tahfidz dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa SDN Glagahsari 1 Sukorejo... doi.org/10.19109/intelektualita.v13i1.22934Pengaruh Ekstrakurikuler Tahfidz dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa SDN Glagahsari 1 Sukorejo doi 10 19109 intelektualita v13i1 22934
| File size | 232.02 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKKENDALSTIKKENDAL Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitianPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian
UNUBLITARUNUBLITAR Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan Penyuluh Agama Islam bersifat administratif-asistif dan tidak memiliki dasar kewenangan atributif maupunHasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan Penyuluh Agama Islam bersifat administratif-asistif dan tidak memiliki dasar kewenangan atributif maupun
IAINSORONGIAINSORONG Peningkatan ini terlihat dari peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar siswa dari siklus I hingga siklus II.metode Jigsaw juga terbukti mampu meningkatkanPeningkatan ini terlihat dari peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar siswa dari siklus I hingga siklus II.metode Jigsaw juga terbukti mampu meningkatkan
UMMUBAUMMUBA Kurangnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi salah satu tantangan yang dihadapi guru di kelas. Penelitian iniKurangnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi salah satu tantangan yang dihadapi guru di kelas. Penelitian ini
UMMUBAUMMUBA Selanjutnya, faktor penghambatnya, yaitu terbatasnya waktu pembelajaran, kurangnya dukungan dari orang tua, pengaruh lingkungan pertemanan di luar sekolah,Selanjutnya, faktor penghambatnya, yaitu terbatasnya waktu pembelajaran, kurangnya dukungan dari orang tua, pengaruh lingkungan pertemanan di luar sekolah,
LLILLI Faktor pendukung kepemimpinan meliputi budaya kerja sama yang solid, komunikasi harmonis, dan pembiasaan kegiatan Islami yang membentuk karakter religiusFaktor pendukung kepemimpinan meliputi budaya kerja sama yang solid, komunikasi harmonis, dan pembiasaan kegiatan Islami yang membentuk karakter religius
STIKKENDALSTIKKENDAL Fenomena ini tidak dapat dipandang secara parsial, karena penyebabnya saling berkaitan antara satu faktor dengan yang lain. Faktor keluarga yang kurangFenomena ini tidak dapat dipandang secara parsial, karena penyebabnya saling berkaitan antara satu faktor dengan yang lain. Faktor keluarga yang kurang
WESTSCIENCESWESTSCIENCES (2) Apa saja faktor cara penanggulangan Penerapan Asas-Asas Didaktik Dan Metodik Dalam Menumbuhkan Minat Belajar Pendidikan Agama Islam Di SMA/SMK se_kota(2) Apa saja faktor cara penanggulangan Penerapan Asas-Asas Didaktik Dan Metodik Dalam Menumbuhkan Minat Belajar Pendidikan Agama Islam Di SMA/SMK se_kota
Useful /
YANAYANA Plagiarisme dalam institusi pendidikan tinggi merupakan tantangan serius yang dapat merusak integritas akademik dan menurunkan kualitas lulusan. PenelitianPlagiarisme dalam institusi pendidikan tinggi merupakan tantangan serius yang dapat merusak integritas akademik dan menurunkan kualitas lulusan. Penelitian
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa terdapat 12 faktor kekuatan, 12 faktor kelemahan, 12 faktor peluang, dan 12 faktor ancaman yangBerdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa terdapat 12 faktor kekuatan, 12 faktor kelemahan, 12 faktor peluang, dan 12 faktor ancaman yang
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Rasio leverage secara parsial tidak berpengaruh terhadap financial distress. Rasio profitabilitas secara parsial tidak berpengaruh terhadap financial distress.Rasio leverage secara parsial tidak berpengaruh terhadap financial distress. Rasio profitabilitas secara parsial tidak berpengaruh terhadap financial distress.
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Lebih lanjut, pelayanan prima yang diberikan oleh suatu perusahaan dapat membantu memberikan kepuasan pada pelanggan. Dengan demikian, perusahaan perluLebih lanjut, pelayanan prima yang diberikan oleh suatu perusahaan dapat membantu memberikan kepuasan pada pelanggan. Dengan demikian, perusahaan perlu