UNIMAUNIMA

Jurnal Akuntansi Manado (JAIM)Jurnal Akuntansi Manado (JAIM)

Penelitian ini bertujuan menguji secara empiris faktor-faktor yang memengaruhi persepsi auditor internal dan eksternal dalam mendeteksi kecurangan keuangan. Fokus pada dua perspektif ini dilakukan karena terdapat perbedaan peran, kedekatan, serta tanggung jawab auditor terhadap entitas yang diaudit, yang dapat memengaruhi cara pandang terhadap indikasi kecurangan. Data diperoleh melalui kuesioner terhadap 137 responden, terdiri dari 81 auditor internal (Inspektorat Provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu, dan Kabupaten Sigi) dan 56 auditor eksternal (BPK Perwakilan Sulawesi Tengah). Metode analisis menggunakan regresi berganda dan uji chow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa auditor eksternal menilai tekanan, rasionalisasi, kesempatan, kompetensi, dan religiusitas sebagai faktor signifikan, sedangkan auditor internal menilai rasionalisasi, kesempatan, kompetensi, budaya, dan religiusitas sebagai faktor signifikan. Uji chow menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua persepsi. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman faktor pendorong kecurangan dan memberikan kontribusi terhadap penguatan pengawasan internal dan eksternal serta membantu perumusan kebijakan pencegahan kecurangan keuangan di sektor publik.

Penelitian ini secara empiris menunjukkan adanya perbedaan persepsi antara auditor internal dan eksternal terhadap faktor-faktor dalam Fraud Heptagon yang memengaruhi deteksi kecurangan keuangan.Hasil pengujian regresi dan Chow test menunjukkan bahwa tekanan tidak berpengaruh terhadap kecurangan keuangan menurut auditor internal, namun berpengaruh signifikan menurut auditor eksternal.Budaya organisasi berpengaruh negatif terhadap kecurangan keuangan menurut auditor internal, namun tidak berpengaruh signifikan menurut auditor eksternal.Rasionalisasi, kesempatan, dan religiusitas berpengaruh terhadap kecurangan keuangan menurut kedua kelompok auditor, dengan pengaruh yang lebih kuat dirasakan oleh auditor internal.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas sampel penelitian ke auditor di daerah lain untuk meningkatkan validitas hasil. Selain itu, perlu dilakukan penelitian dengan metode kualitatif untuk menggali lebih dalam mengenai alasan perbedaan persepsi antara auditor internal dan eksternal. Penelitian lanjutan juga dapat menginvestigasi pengaruh faktor-faktor lain yang belum diteliti dalam penelitian ini, seperti karakteristik kepribadian auditor, tingkat pendidikan, dan pengalaman kerja. Mengingat pentingnya budaya organisasi dalam mempengaruhi persepsi auditor internal, penelitian selanjutnya dapat fokus pada bagaimana membangun budaya organisasi yang kuat dan etis di instansi pemerintah. Penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi bagaimana penerapan teknologi, seperti analitik data dan kecerdasan buatan, dapat meningkatkan efektivitas deteksi kecurangan keuangan oleh auditor internal dan eksternal. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan model prediktif kecurangan keuangan yang lebih akurat dengan menggabungkan faktor-faktor dari Fraud Heptagon dengan variabel-variabel lain yang relevan.

  1. Jurnal Magister Akuntansi Trisakti. pengaruh tunjangan kinerja budaya organisasi tekanan kesempatan kecurangan... e-journal.trisakti.ac.id/index.php/jmat/article/view/12982Jurnal Magister Akuntansi Trisakti pengaruh tunjangan kinerja budaya organisasi tekanan kesempatan kecurangan e journal trisakti ac index php jmat article view 12982
  2. Analisis Stabilitas Keuangan dan Tekanan Eksternal Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan dengan Pendekatan... journal.fkpt.org/index.php/jtear/article/view/643Analisis Stabilitas Keuangan dan Tekanan Eksternal Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan dengan Pendekatan journal fkpt index php jtear article view 643
Read online
File size369.15 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test