IMADIKLUSIMADIKLUS

Lifelong Education JournalLifelong Education Journal

Tujuan penelitian ini yakni, (1) mendeskripsikan proses implementasi program Bina Keluarga Remaja di kampung KB Candisari Kabupaten Purworejo, (2) mendeskrisikan peran remaja dalam mempertahankan ketahanan keluarga, dan (3) mendekripsikan faktor pendukung dan pengambat dalam mewujudkan ketahanan keluarga. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Penelitian ini menghasilkan (1) implementasi program dan penerapan program BKR kepada keluarga melalui kegiatan penyuluhan. Tahap implementasi terdiri dari tahap interpretasi yaitu tahap pengenalan program kepada masyarakat, tahap penggorganisasian yaitu tahap pembentukan pengurus BKR dan penentapan kader BKR, dan (3) tahap aplikasi yaitu kader melaksanakan penyuluhan, kunjungan rumah, pencatatan dan pelaporan, dan kemitraan kelompok. (2) peran remaja dalam mempertahankan ketahanan keluarga melalui 8 fungsi keluarga dan membangun komunikasi yang efektif antara orang tua dan remaja. (3) faktor pendukung dan penghambat yang menjadi faktor pendukung adalah kader yang aktif mengikuti kegiatan, sasaran yang aktif, sarana dan prasarana yang memadai, dan dukungan dari pemerintah setempat, sedangkan yang menjadi faktor penghambat adalah kurangnya pendanaan, masih banyak masyarakat yang kurang paham mengenai program BKR. Saran dari peneliti agar lebih diperhatikan dalam pendanaan, meningkatkan keterampilan kader dan masyarakat untuk lebih aktif dalam mengikuti kegiatan.

Implementasi dari program Bina Keluarga Remaja melalui proses empat tahap yaitu interpretasi, pengorganisasian, dan aplikasi.Tahap interpretasi merupakan tahap mensosialisasikan program kepada masyarakat agar paham arah dan tujuan program.Tahap pengorganisasian terdiri dari pelaksanaan BKR yaitu penetapan kader BKR dan tugas BKR.tahap aplikasi kader melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya, seperti kegiatan penyuluhan, kunjungan rumah, pencatatan dan pelaporan, dan kemitraan kelompok.Peran remaja dapat dilakukan melalui penanaman 8 moral fungsi keluarga dan komunikasi efektif terhadap orang tua.Faktor penghambat dari implementasi program BKR adalah kurangnya pendanaan, tidak tersedianya sarana prasarana, dan sumber daya manusia yang terbatas.Sedangkan faktor pendukungnya adalah kader yang aktif, sasaran yang aktif, dan dukungan dari pemerintah desa.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengeksplorasi dampak jangka panjang dari program BKR terhadap perilaku remaja di tingkat komunitas. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang efektivitas model komunikasi antara orang tua dan remaja dalam meningkatkan ketahanan keluarga. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada pengembangan strategi pendanaan inovatif untuk memperkuat implementasi program BKR di daerah pedesaan.

  1. KUALITAS PERNIKAHAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA MENENTUKAN KUALITAS LINGKUNGAN PENGASUHAN ANAK PADA PASANGAN... journal.ipb.ac.id/index.php/jikk/article/view/17175KUALITAS PERNIKAHAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA MENENTUKAN KUALITAS LINGKUNGAN PENGASUHAN ANAK PADA PASANGAN journal ipb ac index php jikk article view 17175
  2. https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/psy. konseling keluarga ketahanan psympathic jurnal ilmiah psikologi... journal.uinsgd.ac.id/index.php/psy/article/view/12839journal uinsgd ac index php psy konseling keluarga ketahanan psympathic jurnal ilmiah psikologi journal uinsgd ac index php psy article view 12839
Read online
File size296.22 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test