UNTAGUNTAG

JPAP: Jurnal Penelitian Administrasi PublikJPAP: Jurnal Penelitian Administrasi Publik

Prona adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah di sektor tanah secara umum dan di bidang pendaftaran tanah secara khusus, dalam bentuk pemberian sertifikat tanah yang dilakukan secara serentak dan penyelesaian sengketa tanah yang strategis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja pelayanan sertifikat hak atas tanah melalui Kantor Pertanahan Prona di Tuban, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pelayanan sertifikat hak atas tanah melalui Kantor Pertanahan Prona di Tuban. Hasil survei menunjukkan bahwa pelaksanaan pelayanan publik tentang sertifikat hak atas tanah melalui Kantor Pertanahan Prona di Tuban telah sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) dan petunjuk pelaksana (Juklak) BPN. Kinerja pelayanan publik tentang Prona di Kantor BPN Kabupaten Tuban belum optimal karena kurangnya sumber daya manusia, kurangnya peralatan pendukung, dan kurangnya sosialisasi ke masyarakat tentang Prona.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa implementasi pelayanan publik tentang sertifikat hak atas tanah melalui Prona di Kantor BPN Kabupaten Tuban telah sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) dan petunjuk pelaksana (Juklak) BPN.Pelaksanaan Program Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Tuban dibagi dalam beberapa tahap, mulai dari persiapan, kegiatan koordinasi, pengumpulan data yuridis, pengumpulan data fisik, pemeriksaan tanah, pengumuman, keputusan pemberian hak atas tanah, proses sertifikasi, dan penyerahan sertifikat.Kinerja pelayanan di BPN diukur melalui indikator kinerja, dan hasilnya menunjukkan bahwa dari kuantitas kerja karyawan, 3,3% menyatakan cukup baik, 52,0% menyatakan baik, dan 44,0% menyatakan sangat baik.Berdasarkan kualitas kerja karyawan, 8,0% menyatakan cukup baik, 36,0% menyatakan baik, dan 56,0% menyatakan sangat baik.Berdasarkan standar kualitas karyawan, 8,0% menyatakan tidak baik, 8,0% menyatakan cukup baik, 44,0% menyatakan baik, dan 56,3% menyatakan sangat baik.Berdasarkan pengetahuan karyawan, 3,3% menyatakan cukup baik, 44,0% menyatakan baik, dan 52,0% menyatakan sangat baik.Berdasarkan kreativitas karyawan, 8,0% menyatakan cukup baik, 32,0% menyatakan baik, dan 60,0% menyatakan sangat baik.Kinerja pelayanan publik tentang Prona di Kantor BPN Kabupaten Tuban belum optimal karena kurangnya SDM, kurangnya peralatan pendukung, dan kurangnya sosialisasi ke masyarakat tentang Prona.Dalam melaksanakan program Prona, Kantor Pertanahan Kabupaten Tuban menghadapi permasalahan dan kendala baik dari aspek fisik, masyarakat, petugas, maupun keuangan.

Untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik tentang Prona di Kantor BPN Kabupaten Tuban, disarankan untuk melakukan penyuluhan secara intensif kepada masyarakat bahwa pelaksanaan program Prona disubsidi oleh pemerintah. Petugas juga perlu menjelaskan secara lengkap materi yang bersifat teknis agar masalah-masalah teknis dapat diminimalkan. Program Prona sebaiknya di atas namakan sebagai Program Pemerintah Kabupaten dengan dukungan DPRD, dan kemudian dituangkan dalam Keputusan Bupati. Pemerintah Kabupaten juga perlu meningkatkan koordinasi dengan Kantor Pelayanan Perbendaharaan di Tuban agar ada persepsi yang sama dalam mekanisme pencairan dana. Selain itu, perlu dilakukan rekrutmen pegawai kontrak untuk membantu mengatasi kekurangan tenaga administrasi, dan mengadakan kerjasama dengan Surveyor Berlisensi jika volume pekerjaan di luar kemampuan petugas ukur yang ada. Persiapan pelaksanaan program Prona perlu dilakukan jauh sebelumnya, termasuk penyiapan blanko, sosialisasi, batas akhir pendaftaran, dan penentuan besarnya biaya. Menyusun jadwal pelaksanaan secara cermat dengan mempertimbangkan kemampuan dan ketersediaan SDM, serta dibandingkan dengan volume pekerjaan yang ada. Mengadakan evaluasi pelaksanaan pekerjaan seminggu sekali dan monitoring secara kontinyu. Membuat Petunjuk Pelaksanaan (JUKLAK) dan Petunjuk Teknis (JUKNIS) untuk para Camat dan Kepala Desa. Mengadakan kontrak kerja dengan pihak programmer komputer, pengadaan stabilizer dan UPS serta peralatan pendukung lainnya, dan melakukan backup data setiap hari untuk menghindari kerusakan atau hilangnya data. Menumbuhkan loyalitas dan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan program Prona, serta memperhitungkan secara cermat kebutuhan daya dan jasa pada awal pelaksanaan program Prona. Perlu juga adanya penambahan jumlah peralatan pendukung, khususnya alat ukur Theodolit, agar masing-masing juru ukur memiliki alat ukur sendiri sebagai sarana penunjang pekerjaannya.

Read online
File size200.7 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test