STIKES ISFISTIKES ISFI

JIIS (Jurnal Ilmiah Ibnu Sina): Ilmu Farmasi dan KesehatanJIIS (Jurnal Ilmiah Ibnu Sina): Ilmu Farmasi dan Kesehatan

Haliling (Filopaludina javanica) biasa dikonsumsi sebagai lauk oleh masyarakat Kalimantan Selatan dengan cara diambil bagian dagingnya, kemudian cangkangnya dibuang sebagai limbah yang belum termanfaatkan. Penelitian ini memanfaatkan limbah dari cangkang haliling sebagai bahan baku sintesis kitosan. Kitosan adalah polimer alami multiguna yang digunakan dalam bidang biomedis sebagai pelindung bahan aktif obat. Serbuk cangkang haliling dideproteinasi dengan larutan NaOH 4% (b/v) perbandingan 10:1 dengan cara direfluks selama 2 jam pada temperatur 100°C. Hasil reaksi deproteinasi kemudian didemineralisasi dengan larutan HCl 1 N perbandingan 15:1 yang diaduk selama 2 jam pada temperatur kamar. Selanjutnya hasil reaksi demineralisasi dilakukan depigmentasi dengan larutan NaOCl 0,315% (b/v) perbandingan 10:1 yang diaduk selama 2 jam pada temperatur 40°C sehingga didapatkan kitin. Reaksi deasetilasi dilakukan terhadap kitin menggunakan larutan NaOH 60% (b/v) perbandingan 20:1 dengan cara direfluks selama 2 jam pada temperatur 80°C sehingga diperoleh kitosan. Nanopartikel kitosan disintesis menggunakan metode gelasi ionik dengan pengikat silang sodium tripolifosfat. Produk yang didapat diketahui merupakan kitosan berdasarkan hasil analisis FTIR yang menunjukkan munculnya gugus amina -NH2 pada bilangan gelombang 3300-3500 cm-1 dengan ukuran rata-rata nanopartikel kitosan sebesar 500 nm.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah cangkang haliling (Filopaludina javanica) Kalimantan Selatan dapat disintesis menjadi kitosan.Kitosan hasil sintesis dapat dibuat menjadi nanokitosan melalui metode gelasi ionik dengan ukuran partikel rata-rata sebesar 500 nm.

Penelitian lanjutan dapat menguji potensi antimikroba nanokitosan yang dihasilkan dari limbah cangkang haliling terhadap berbagai patogen klinis, sehingga dapat menilai kegunaannya sebagai bahan antibakteri alami. Selanjutnya, studi dapat mengeksplorasi kemampuan nanokitosan sebagai sistem penghantaran obat dengan menilai kapasitas muatan, laju pelepasan, dan stabilitas farmasi pada obat-obatan tertentu, misalnya antibiotik atau antiinflamasi. Selain itu, penelitian dapat membahas skala industri produksi nanokitosan dari limbah haliling dengan melakukan analisis kelayakan ekonomi, optimasi proses, serta evaluasi dampak lingkungan melalui pendekatan life‑cycle assessment, guna memastikan keberlanjutan dan profitabilitas implementasinya. Penelitian juga dapat menyelidiki modifikasi permukaan nanokitosan untuk meningkatkan interaksi seluler dan biokompatibilitas dalam aplikasi jaringan rekayasa.

Read online
File size210.5 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test