UMSIUMSI

Tarjih : Agribusiness Development JournalTarjih : Agribusiness Development Journal

Studi ini bertujuan untuk menganalisis perubahan dalam pangsa pasar dan konsentrasi pasar ekspor minyak kelapa sawit Indonesia (HS 151100) di empat negara tujuan utama Uni Eropa, Belanda, Italia, Spanyol, dan Jerman, setelah implementasi RED II dan fase awal implementasi EUDR. Penelitian ini menggunakan data deret waktu dari tahun 2011 hingga 2024, dibagi menjadi dua periode: tujuh tahun sebelum implementasi kebijakan (2011-2018) dan tujuh tahun yang mewakili fase awal RED II (2019-2024). Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan dalam pangsa pasar Indonesia di tiga negara utama, yaitu Belanda, Italia, dan Spanyol, setelah implementasi kebijakan, sementara Jerman relatif stabil. Nilai HHI menurun dari 0,016 menjadi 0,06, yang mengindikasikan pergeseran dalam struktur pasar dari pasar oligopoli terkonsentrasi sedang menjadi oligopoli yang lebih terdiferensiasi. Perubahan ini mengindikasikan bahwa Indonesia telah melakukan diversifikasi pasar sebagai respons terhadap peningkatan hambatan non-tarif dan risiko kebijakan yang diberlakukan oleh Uni Eropa.

Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan dalam pangsa pasar dan konsentrasi pasar selama periode implementasi kebijakan RED II dan EUDR.Penurunan terbesar dalam pangsa pasar terjadi di Italia, mencapai 29,64%.Konsentrasi pasar Indonesia juga menurun dari nilai HHI rata-rata 0,19 menjadi 0,06, yang mengindikasikan pergeseran dalam struktur pasar dari pasar oligopoli terkonsentrasi sedang menjadi oligopoli terdiferensiasi.Hasil uji perbedaan rata-rata sampel berpasangan mendukung temuan ini, menunjukkan perbedaan signifikan dalam pangsa pasar dan konsentrasi pasar sebelum dan sesudah implementasi kebijakan RED II dan EUDR di Belanda, Italia, dan Spanyol.Indonesia perlu meningkatkan kualitas produk dan menyesuaikan diri dengan standar lingkungan Uni Eropa untuk mempertahankan daya saing ekspor.

Berdasarkan analisis ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari EUDR terhadap mata pencaharian petani kelapa sawit kecil di Indonesia, dengan fokus pada strategi adaptasi dan mitigasi risiko. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas berbagai skema sertifikasi keberlanjutan (seperti ISPO dan RSPO) dalam meningkatkan akses pasar bagi produsen kelapa sawit Indonesia di Uni Eropa. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami persepsi konsumen Uni Eropa terhadap minyak kelapa sawit Indonesia, serta faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian mereka. Dengan menggabungkan wawasan dari penelitian-penelitian ini, pembuat kebijakan dapat mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk mendukung industri kelapa sawit Indonesia dan memastikan keberlanjutan jangka panjangnya di pasar global.

  1. The Impact of Nontariff Trade Policy of European Union Crude Palm Oil Import on Indonesia, Malaysia,... jurnal.isei.or.id/index.php/isei/article/view/28The Impact of Nontariff Trade Policy of European Union Crude Palm Oil Import on Indonesia Malaysia jurnal isei index php isei article view 28
  2. Assessing the Impact of RED II and EUDR on Indonesia’s Palm Oil Export Market Share and Market... jurnal-umsi.ac.id/index.php/agribisnis/article/view/1063Assessing the Impact of RED II and EUDR on IndonesiaAos Palm Oil Export Market Share and Market jurnal umsi ac index php agribisnis article view 1063
Read online
File size400.29 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test