UMSIUMSI

Tarjih : Agribusiness Development JournalTarjih : Agribusiness Development Journal

Penelitian ini menyelidiki persepsi masyarakat terhadap keberadaan peternakan ayam petelur di Kecamatan Sumarambu, Kabupaten Telluwanua, Kota Palopo, Indonesia. Survei kuantitatif deskriptif dilakukan pada 40 rumah tangga dalam radius 500 meter dari peternakan, yang dibagi menjadi tiga zona berdasarkan kedekatan. Persepsi diukur pada aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial menggunakan skala Likert. Hasil menunjukkan masyarakat sepakat bahwa peternakan memberikan dampak lingkungan negatif, seperti bau yang kuat dan pengelolaan limbah yang kurang baik, dengan variasi persepsi yang signifikan menurut kedekatan zona. Dari perspektif ekonomi, responden mencatat keuntungan berupa penurunan harga telur dan peningkatan konsumsi. Namun, persepsi ekonomi bersifat konsisten di semua zona, menandakan peternakan berfungsi sebagai enclave ekonomi dengan integrasi terbatas ke komunitas luas. Secara sosial, masyarakat menunjukkan pandangan beragam mengenai dampak positif terhadap lapangan kerja, bantuan sosial, dan kompensasi, tanpa variasi spasial yang signifikan, menyoroti kurangnya inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan. Analisis Kruskal‑Wallis mengungkap perbedaan signifikan pada persepsi lingkungan terkait bau dan limbah, tetapi tidak pada polusi air dan kebersihan, serta tidak ada perbedaan zona pada aspek ekonomi dan sosial. Penelitian ini menekankan pentingnya memahami dan mengintegrasikan persepsi masyarakat dalam pengembangan peternakan berkelanjutan untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan, nilai, dan harapan lokal.

Penelitian ini menilai persepsi masyarakat terhadap peternakan ayam petelur di Kecamatan Sumarambu, Palopo, dengan mengkaji aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial pada tiga zona spasial.Hasil menunjukkan masyarakat merasakan dampak lingkungan negatif yang signifikan, khususnya bau dan penumpukan limbah yang beragam menurut jarak, sementara manfaat ekonomi terbatas pada harga telur yang lebih murah dan konsumsi meningkat, dan tidak terdapat manfaat sosial yang nyata, menandakan kurangnya program tanggung jawab sosial perusahaan.Temuan tersebut menggarisbawahi perlunya integrasi persepsi masyarakat dalam perencanaan peternakan berkelanjutan, termasuk perbaikan manajemen lingkungan, penerapan tata kelola partisipatif, serta pengembangan program CSR, dan menyarankan penelitian lanjutan dengan cakupan geografis lebih luas serta pendekatan metode campuran untuk memahami dinamika komunitas‑industri dan strategi pengelolaan limbah.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas teknologi mitigasi bau pada peternakan ayam petelur yang berdekatan dengan pemukiman melalui desain eksperimental yang membandingkan variasi teknologi dan jarak lokasi. Selanjutnya, studi komparatif lintas daerah dapat menggali model tata kelola partisipatif yang melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan operasional peternakan, dengan menilai dampak partisipasi terhadap kepuasan dan penerimaan sosial. Selain itu, penelitian longitudinal dengan pendekatan campuran dapat menilai kontribusi program tanggung jawab sosial perusahaan terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi dan sosial rumah tangga di sekitar peternakan, termasuk analisis perubahan pendapatan, akses bantuan, serta persepsi keadilan distribusi manfaat. Ketiga agenda penelitian ini diharapkan memberikan dasar ilmiah yang kuat untuk merumuskan kebijakan integratif yang menyeimbangkan produksi peternakan dengan kebutuhan dan ekspektasi komunitas lokal.

Read online
File size453.96 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test