UNUGHAUNUGHA

PROCEEDING AL GHAZALI International ConferencePROCEEDING AL GHAZALI International Conference

Penelitian ini menggunakan The Open Group Architecture Framework (TOGAF) bersama dengan Architecture Development Method (ADM), yang meliputi beberapa fase: Fase Pendahuluan, Manajemen Persyaratan, Visi Arsitektur, Arsitektur Bisnis, Arsitektur Sistem Informasi, Arsitektur Teknologi, Peluang dan Solusi, Perencanaan Migrasi, Tata Kelola Implementasi, dan Manajemen Perubahan Arsitektur. Hasil dari metodologi ini akan mencakup cetak biru arsitektur bisnis yang komprehensif, arsitektur data, arsitektur aplikasi, arsitektur teknologi, matriks analisis kesenjangan untuk setiap komponen arsitektur, dan peta jalan untuk implementasi aplikasi yang disesuaikan untuk PT. Trakindo. Desain arsitektur perusahaan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan SI/TI untuk memfasilitasi otomatisasi sistem, khususnya melalui integrasi arsitektur aplikasi pengadaan dan penjualan di seluruh departemen. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan penyampaian layanan perusahaan.

Trakindo memberikan pemahaman mendalam tentang keterkaitan antar fungsi bisnis, yang krusial untuk keberhasilan operasional dan memfasilitasi pengembangan arsitektur data serta aplikasi teknologi yang lebih kuat.Identifikasi interkoneksi ini menjadi fondasi bagi kemajuan PT.Trakindo dalam fase arsitektur enterprise berikutnya, memperkuat proses internal dan mendukung pengambilan keputusan yang kohesif.Selain itu, temuan tentang kekurangan personel TI mengindikasikan perlunya rekrutmen spesialis TI untuk memastikan implementasi solusi arsitektur enterprise yang lebih lancar dan peningkatan produktivitas, guna mencapai keunggulan operasional.

Penelitian ini telah berhasil merancang arsitektur enterprise menggunakan TOGAF ADM untuk PT. Trakindo, memberikan fondasi kuat bagi optimasi pemanfaatan SI/TI. Namun, untuk memastikan keberlanjutan dan nilai maksimal dari implementasi ini, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi. Pertama, bagaimana PT. Trakindo dapat menyusun analisis biaya-manfaat dan rencana anggaran yang komprehensif untuk setiap fase implementasi arsitektur enterprise yang telah dirancang? Studi ini penting untuk mengukur potensi pengembalian investasi (ROI) dan mengidentifikasi sumber daya finansial yang optimal, mengingat keterbatasan penelitian sebelumnya yang belum membahas aspek penganggaran. Penelitian dapat menyelidiki model pendanaan yang efektif dan cara mengevaluasi dampak finansial jangka panjang dari adopsi teknologi yang diusulkan. Kedua, menindaklanjuti temuan mengenai kekurangan personel IT, bagaimana integrasi tim IT internal yang baru direkrut—lengkap dengan peran, tanggung jawab, dan pelatihan spesifik—mempengaruhi efektivitas implementasi, pengelolaan, dan pemeliharaan arsitektur enterprise secara keseluruhan? Studi ini dapat menganalisis dampak sumber daya manusia terhadap keberhasilan proyek EA, mengidentifikasi faktor-faktor kunci dalam membangun kapasitas internal IT, serta mengevaluasi bagaimana keahlian mereka berkontribusi pada adaptasi dan inovasi sistem di masa depan. Ketiga, setelah implementasi arsitektur enterprise, bagaimana sebuah kerangka kerja evaluasi pasca-implementasi dapat dikembangkan dan diterapkan untuk mengukur secara kuantitatif dan kualitatif efektivitas sistem yang telah diimplementasikan? Penelitian ini perlu merancang metrik keberhasilan yang jelas, seperti peningkatan efisiensi operasional, kualitas data, kepuasan pengguna, atau dampak pada layanan pelanggan, untuk memverifikasi apakah tujuan bisnis dan teknologi yang diharapkan dari desain arsitektur enterprise ini benar-benar tercapai. Dengan demikian, PT. Trakindo dapat terus menyempurnakan strategi SI/TI-nya dan memastikan alokasi sumber daya yang optimal di masa mendatang.

Read online
File size396.4 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test