UNUGHAUNUGHA

PROCEEDING AL GHAZALI International ConferencePROCEEDING AL GHAZALI International Conference

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas tarian sebagai metode untuk meningkatkan kepercayaan diri pada anak usia dini melalui studi kasus di Taman Kanak‑Kanak Miftahul Huda. Kepercayaan diri merupakan aspek penting dalam perkembangan anak karena berpengaruh pada keterampilan sosial, keberanian, dan sikap positif terhadap diri sendiri. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dimana data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan guru, serta dokumentasi kegiatan anak selama proses pembelajaran tarian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarian memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kepercayaan diri anak; peserta yang terlibat dalam aktivitas tarian menunjukkan keberanian lebih tinggi dalam berinteraksi dengan teman sebaya serta kemampuan ekspresi diri yang lebih baik. Aktivitas tarian yang disertai musik membantu anak merasa nyaman dan lebih termotivasi untuk mengekspresikan ide serta imajinasi mereka. Selain itu, apresiasi guru berupa pujian dan dukungan emosional terbukti meningkatkan rasa percaya diri anak selama proses pembelajaran. Kesimpulannya, tarian dapat menjadi alat yang efektif dalam pengembangan kepercayaan diri anak usia dini, terutama bila dipadukan dengan dukungan guru. Saran implementasi lebih lanjut mencakup perluasan pendekatan seni dalam kegiatan harian kelas, pelatihan guru untuk mengintegrasikan beragam aktivitas seni, serta penyediaan lingkungan belajar yang lebih inklusif untuk mendukung anak dengan tingkat kepercayaan diri yang beragam.

Kepercayaan diri anak perlu dikembangkan sejak usia dini karena berperan penting dalam pertumbuhan dan pembelajaran mereka.tarian terbukti menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri melalui gerakan kreatif, musik yang menyenangkan, dan demonstrasi langsung.dukungan guru berupa pujian serta motivasi terus‑menerus tetap krusial untuk membantu anak mengatasi kesulitan dalam menari.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana variasi jenis tarian tradisional, klasik, dan modern mempengaruhi tingkat kepercayaan diri anak secara berbeda, dengan menggunakan desain eksperimental yang membandingkan kelompok kontrol tanpa tarian; selanjutnya, studi longitudinal dapat meneliti dampak jangka panjang integrasi kegiatan tarian dalam kurikulum sehari‑hari terhadap perkembangan sosial‑emosional serta prestasi akademik anak, dengan pengukuran berulang selama dua tahun; penelitian ketiga dapat memfokuskan pada peran guru dalam memberikan umpan balik positif, dengan menguji model pelatihan guru berbasis teknik motivasi dan apresiasi, serta mengukur pengaruhnya terhadap kemampuan anak mengatasi kesulitan dalam menari, sehingga dapat memberikan panduan praktis bagi institusi pendidikan untuk mengoptimalkan penggunaan tarian sebagai instrumen pembentukan kepercayaan diri.

Read online
File size424.19 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test