UAIUAI
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORAJURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORAPertumbuhan perkembangan dan belajar melalui aktivitas jasmani akan mempengaruhi tiga ranah dalam pendidikan yang meliputi ranah kognitif (menyadari gerak), ranah psikomotor (pertumbuhan biologis, kesehatan, kebugaran jasmani), dan ranah afektif (rasa senang, aktualisasi diri, konsep diri). Permasalahan yang tampak di era digital ini, terbatasnya kemampuan motorik anak dikarenakan anak-anak usia dini sudah terpapar oleh gadget sejak dini. Sehingga kemampuan motorik anak era digital terbatas karena pengaruh gadget. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat pengetahuan guru keterampilan gerak dasar anak TK. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Penelitian survei merupakan penelitian yang menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Penelitian yang dilakukan di Taman Kanak-Kanak yang berada pada Gugus Cut Nyak Dien. 32 guru TK yang berada di Gugus Cut Nyak Dien dengan latar belakang pendidikan dari sarjana pendidikan, 65% masa kerjanya 2 tahun. Terdapat 15 guru TK yang memiiki pengetahuan yang tinggi dalam pengetahuan keterampilan gerak dasar. Terdapat 6 guru TK yang memiliki pengetahuan dalam kategori sedang terhadap pengetahuan keterampilan gerak dasar pada motorik kasar. Serta terdapat 12 guru TK yang memiliki pengetahuan yang rendah terhadap pengetahuan keterampilan gerak dasar dalam motorik kasar anak TK. Sejumlah 18% dari jumlah guru memiliki pengetahuan mengenai gerak lokomotor dan 15% dari jumlah guru belum memiliki pengetahuan mengenai gerakan non-lokomotor. Guru dapat mengimplementasikan ketiga keterampilan gerak dasar dalam berbagai kegiatan motorik melalui menari, senam, dan bentuk permainan yang diciptakan oleh guru. Penilaian keterampilan gerak dasar dilakukan guru TK dan guru melalui pengamatan. Sejumlah 75% guru TK mengetahui tujuan stimulasi keterampilan gerak dasar anak yaitu untuk meningkatkan perkembangan motorik anak.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat 15 guru TK yang memiliki pengetahuan tinggi, 6 guru dengan pengetahuan sedang, dan 12 guru dengan pengetahuan rendah mengenai keterampilan gerak dasar anak TK.Sebagian besar guru (75%) memahami tujuan stimulasi keterampilan gerak dasar untuk meningkatkan perkembangan motorik anak.Penelitian ini merekomendasikan kepala TK untuk memberikan kesempatan kepada guru mengikuti seminar dan pelatihan, serta memonitor kegiatan pembelajaran.Guru disarankan untuk memperbanyak referensi dan mengikuti pelatihan terkait keterampilan gerak dasar.Penelitian selanjutnya dapat dijadikan referensi untuk penelitian lebih lanjut dan pengabdian masyarakat.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk memperdalam pemahaman mengenai pengembangan keterampilan gerak dasar pada anak TK. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru TK dalam mengajarkan keterampilan gerak dasar. Model ini perlu mempertimbangkan konteks lokal dan sumber daya yang tersedia di TK. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan keterampilan guru TK terkait keterampilan gerak dasar, seperti latar belakang pendidikan, pengalaman mengajar, dan akses terhadap pelatihan. Pemahaman mengenai faktor-faktor ini dapat membantu dalam merancang program pelatihan yang lebih tepat sasaran. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi hubungan antara pengetahuan dan keterampilan guru TK dalam mengajarkan keterampilan gerak dasar dengan perkembangan motorik anak TK. Penelitian ini dapat menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai dampak pengajaran guru terhadap perkembangan anak. Dengan demikian, penelitian-penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini, khususnya dalam pengembangan aspek motorik.
| File size | 725.46 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
IAIHPANCORIAIHPANCOR Pembelajaran masih bersifat konvensional yang berdampak pada rendahnya minat belajar anak. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahamanPembelajaran masih bersifat konvensional yang berdampak pada rendahnya minat belajar anak. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman
UNISSULAUNISSULA Berdasarkan latar belakang tersebut rumusan masalahnya 1) Bagaimana Implementasi Penilaian pada anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi SDN 14 JatinegaraBerdasarkan latar belakang tersebut rumusan masalahnya 1) Bagaimana Implementasi Penilaian pada anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi SDN 14 Jatinegara
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Pendidikan anak usia dini menuntut pembelajaran yang mampu menumbuhkan motivasi belajar melalui pengalaman yang bermakna dan menyenangkan, sehingga inovasiPendidikan anak usia dini menuntut pembelajaran yang mampu menumbuhkan motivasi belajar melalui pengalaman yang bermakna dan menyenangkan, sehingga inovasi
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan Uji Wilcoxon Signed Rank Test melalui SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rataAnalisis data menggunakan statistik deskriptif dan Uji Wilcoxon Signed Rank Test melalui SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 2 guru danPenelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 2 guru dan
UNMERPASUNMERPAS Tujuan pengabdian ini agar anak dapat mengikuti yoga untuk menstimulasi kecerdasan kinestetik. Hasil dari kegiatan ini anak antusias dan semangat dalamTujuan pengabdian ini agar anak dapat mengikuti yoga untuk menstimulasi kecerdasan kinestetik. Hasil dari kegiatan ini anak antusias dan semangat dalam
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Data dikumpulkan melalui observasi dan dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatanData dikumpulkan melalui observasi dan dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan
UBUB Sehingga dibutuhkan perancangan elemen grafis interaktif yang diwujudkan berupa busy board dan busy book, yang mana perlu peran penting terkait desainSehingga dibutuhkan perancangan elemen grafis interaktif yang diwujudkan berupa busy board dan busy book, yang mana perlu peran penting terkait desain
Useful /
IAIHPANCORIAIHPANCOR Kedua rumah ibadah merupakan simbol kerukunan antar umat beragama dan memberikan peran positif dalam pendidikan, pembinaan moral, kegiatan sosial, sertaKedua rumah ibadah merupakan simbol kerukunan antar umat beragama dan memberikan peran positif dalam pendidikan, pembinaan moral, kegiatan sosial, serta
UBUB Selain itu, sekolah dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang menarik dan terkini pada bidang teknologi dan relevan sesuai kurikulum terbaru. DalamSelain itu, sekolah dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang menarik dan terkini pada bidang teknologi dan relevan sesuai kurikulum terbaru. Dalam
UGMUGM Survei kuesioner terstruktur dari 90 UKM Malaysia digunakan dan data dianalisis menggunakan model seleksi Heckman dan model efek marjinal. Hasilnya menunjukkanSurvei kuesioner terstruktur dari 90 UKM Malaysia digunakan dan data dianalisis menggunakan model seleksi Heckman dan model efek marjinal. Hasilnya menunjukkan
UNDIPUNDIP Latar Belakang: Kekurangan literatur mengenai gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja (job satisfaction) di Filipina mendorong studi deskriptif korrelasionalLatar Belakang: Kekurangan literatur mengenai gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja (job satisfaction) di Filipina mendorong studi deskriptif korrelasional