UAIUAI
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORAJURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORAPada hakikatnya, di dalam ketidakteraturan ada pola yang teratur. Kajian ini hendak mencermati dan menemukan keteraturan pola dalam ketidakteraturan proses morfologis infleksi nominal bahasa Arab, jamak taksir. Bentuk-bentuk yang dinamis dan beragam pada perubahan bentuk singular menjadi plural dalam jamak taksir memiliki kecenderungan yang dapat dipetakan menjadi pola tertentu. Untuk memotret fenomena tersebut, kajian awal ini mengambil data dari kamus Arab-Inggris Hans Wher dari entri alif hingga kha, yang dibatasi pada ism tunggal yang berpola falun, filun, filatun, fia:lun, fulatun, faalun, dan falatun. Dengan metode deskriptif kualitatif, masing-masing bentuk singular akan dicermati aspek fonologis dan semantisnya; yang menjadi bentuk plural dengan karakteristik fonologis dan semantik yang juga menjadi fokus perhatian. Kajian ini membenarkan tesis dari Pingker tentang pola-pola tidak teratur yang sebenarnya memuat keteraturan. Dalam riset ini, sebagian besar bentuk plural dari jamak taksir dapat diramalkan dengan melihat consonant order dari bentuk tunggalnya.
Jamak taksir bahasa Arab merupakan perubahan infleksi iregular yang tidak memiliki kaidah umum, namun tetap menunjukkan pola teratur yang dapat diprediksi melalui analisis fonologis konsonan pada bentuk singular.Lima pola utama pada bentuk singular (falun, filun, filatun, fulatun, dan fia.lun) masing‑masing menghasilkan pola plural tertentu, meskipun pola fia.Penelitian selanjutnya perlu memperluas korpus data serta melakukan eksperimen terhadap penutur untuk menguatkan temuan pola fonologis dan memperjelas kontribusi semantik.
Saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada tiga arah utama. Pertama, sebuah studi kuantitatif yang menguji sejauh mana faktor semantik memengaruhi pemilihan pola plural pada jamak taksir, dengan merancang eksperimen persepsi kata pada penutur asli dan menganalisis korelasi antara klaster makna dan pola fonologis yang muncul. Kedua, pengembangan model komputasi berbasis pembelajaran mesin untuk memprediksi bentuk jamak taksir dari bentuk singular, menggunakan data korpus yang lebih luas dan fitur fonologis‑semantik, sehingga dapat mengevaluasi akurasi prediksi dibandingkan metode tradisional. Ketiga, penelitian komparatif antara bahasa Arab dan bahasa Semit lain seperti Ibrani atau Amharik untuk mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan dalam proses infleksi iregular, yang dapat memperkaya teori universal tentang morfologi iregular dan memberikan wawasan tentang evolusi historis pola plural. Ketiga arah tersebut diharapkan dapat memperdalam pemahaman mengenai interaksi antara fonologi, semantik, dan faktor bahasa dalam pembentukan jamak taksir, sekaligus menyediakan alat praktis bagi pembelajaran bahasa Arab.
| File size | 800.96 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
LLDIKTI10LLDIKTI10 Setelah tahap implementasi dan konversi, tahap terakhir yang dilakukan adalah tahap pelatihan penggunaan aplikasi kepada mitra usaha Konveksi Taylor AbadiSetelah tahap implementasi dan konversi, tahap terakhir yang dilakukan adalah tahap pelatihan penggunaan aplikasi kepada mitra usaha Konveksi Taylor Abadi
RCF INDONESIARCF INDONESIA Sumber literatur dalam penelitian ini berasal dari basis data Scopus pada jurnal bereputasi dari kuartil pertama hingga kuartil keempat tahun 2020–2025.Sumber literatur dalam penelitian ini berasal dari basis data Scopus pada jurnal bereputasi dari kuartil pertama hingga kuartil keempat tahun 2020–2025.
UNIRAYAUNIRAYA Pengabdian ini menegaskan bahwa integrasi edukasi lingkungan dan kearifan lokal dapat menjadi strategi efektif untuk pembangunan berkelanjutan di tingkatPengabdian ini menegaskan bahwa integrasi edukasi lingkungan dan kearifan lokal dapat menjadi strategi efektif untuk pembangunan berkelanjutan di tingkat
UNESAUNESA Nilai-nilai kearifan lokal dari tradisi upacara Kasada meliputi nilai religi, nilai sosial, nilai budaya, nilai ekologis, dan nilai pendidikan. Nilai-nilaiNilai-nilai kearifan lokal dari tradisi upacara Kasada meliputi nilai religi, nilai sosial, nilai budaya, nilai ekologis, dan nilai pendidikan. Nilai-nilai
UNPAMUNPAM Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja algoritma Naive Bayes dan Decision Tree dalam melakukan prediksi klasifikasi karyawan yang cenderungPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja algoritma Naive Bayes dan Decision Tree dalam melakukan prediksi klasifikasi karyawan yang cenderung
UNIKOMUNIKOM Persentase kombinasi metode hybrid sampling memengaruhi efisiensi algoritma. Penggunaan kombinasi goal biasing sampling 90%, boundary sampling 5%, danPersentase kombinasi metode hybrid sampling memengaruhi efisiensi algoritma. Penggunaan kombinasi goal biasing sampling 90%, boundary sampling 5%, dan
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Hasil dari pengabdian ini merujuk pada indikator keberhasilan kegiatan yaitu peserta paham dan mengerti apa itu media pembelajaran, pentingnya media pembelajaranHasil dari pengabdian ini merujuk pada indikator keberhasilan kegiatan yaitu peserta paham dan mengerti apa itu media pembelajaran, pentingnya media pembelajaran
QAUMIYYAHQAUMIYYAH Islam sebagai sebuah agama yang dianut oleh mayoritas masyarakat Indonesia menjadi pondasi yang kokoh dalam mendorong penguatan civil society di Indonesia.Islam sebagai sebuah agama yang dianut oleh mayoritas masyarakat Indonesia menjadi pondasi yang kokoh dalam mendorong penguatan civil society di Indonesia.
Useful /
STISAPAMEKASANSTISAPAMEKASAN Skema pembagian keuntungan adalah 65% untuk nasabah dan 35% untuk lembaga, menggunakan pendekatan profit and loss sharing yang dihitung setiap akhir bulanSkema pembagian keuntungan adalah 65% untuk nasabah dan 35% untuk lembaga, menggunakan pendekatan profit and loss sharing yang dihitung setiap akhir bulan
UNESAUNESA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepercayaan diri dan dukungan sosial dengan kemandirian santri. Pendekatan yang digunakan adalahPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepercayaan diri dan dukungan sosial dengan kemandirian santri. Pendekatan yang digunakan adalah
DINASTIREVDINASTIREV Penyelenggaraan pemerintahan daerah yang menjadi kewenangan kepala daerah dalam upaya pelaksanaan penyelenggaraan negara tentunya sangatlah bersifat administratif,Penyelenggaraan pemerintahan daerah yang menjadi kewenangan kepala daerah dalam upaya pelaksanaan penyelenggaraan negara tentunya sangatlah bersifat administratif,
DINASTIREVDINASTIREV Berdasarkan pasal tersebut pula kedudukan kreditur separatis ditempatkan lebih tinggi daripada kedudukan kreditur lainnya. Kedudukan kreditur separatisBerdasarkan pasal tersebut pula kedudukan kreditur separatis ditempatkan lebih tinggi daripada kedudukan kreditur lainnya. Kedudukan kreditur separatis