STMA TRISAKTISTMA TRISAKTI

Premium Insurance Business JournalPremium Insurance Business Journal

Pemberian kompensasi yang tepat menjadi kunci dalam meningkatkan kinerja guru, termasuk di era digital dimana guru harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai integral kinerjanya. Kompensasi tidak hanya dipandang sebagai imbalan material, tetapi juga harus memenuhi prinsip keadilan, kesejahteraan. Penelitian ini mendeskripsikan analisis kompensasi dalam peningkatan kinerja guru yang diterapkan SMP Islam “XYZ dalam peningkatan kinerja guru di era digital. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa SMP Islam “XYZ mempunyai sistem kompensasi yang sudah diatur secara detail dalam aturan kepegawaian. Pemberian kompensasi kepada guru tidak hanya dalam bentuk kompensasi langsung seperti pemberian gaji, insentif dan tunjangan (keluarga, Jabatan, Transportasi), akan tetapi juga kompensasi tidak langsung seperti cuti, asuransi kesehatan, asuransi ketenagakerjaan, liburan, penghargaan, beasiswa studi lanjut, pemberiah hadiah emas dan umrah. Pemberian kompensasi seharusnya mampu meningkatkan kinerja guru, tetapi adanya kompensasi juga dapat memberikan semangat yang tinggi untuk terus meningkatkan kinerja di era digital ini.

Pencapaian kinerja guru merupakan salah satu ukuran keberhasilan pendidikan di sekolah.Kinerja guru akan baik apabila mendapatkan pemberian fasilitas kompensasi sesuai dengan kinerja yang sudah dilakukan dan merupakan suatu bentuk balas jasa atas pelaksanaan kinerja tersebut.Pemberlakuan sistem kompensasi sesuai dengan kinerja guru.Sistem kompensasi yang diberlakukan terus dilakukan evaluasi agar sesuai dengan perubahan zaman dan kebutuhan tingkat ekonomi dalam masyarakat, Sehingga guru yang bekerja tetap merasa nyaman dan senang dalam menjalani pekerjaannya sebagai tenaga pendidik.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi pengaruh faktor-faktor non-finansial, seperti pengakuan dan kesempatan pengembangan profesional, terhadap motivasi dan kinerja guru di era digital. Hal ini penting untuk memahami secara komprehensif faktor-faktor yang memengaruhi kinerja guru, tidak hanya dari segi finansial. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur secara empiris hubungan antara sistem kompensasi yang berbeda (misalnya, berbasis kinerja versus berbasis senioritas) dengan indikator kinerja guru yang terukur, seperti hasil belajar siswa dan partisipasi dalam pelatihan teknologi. Dengan demikian, dapat diperoleh bukti empiris yang lebih kuat untuk mendukung pengembangan sistem kompensasi yang optimal. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran dan bagaimana sistem kompensasi yang ada dapat mendukung atau menghambat adopsi teknologi tersebut. Penelitian ini dapat memberikan wawasan berharga bagi sekolah dan pembuat kebijakan dalam merancang sistem kompensasi yang selaras dengan kebutuhan guru di era digital.

  1. Pengaruh Kompensasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Motivasi Kerja | Journal of... journal.maranatha.edu/index.php/jafta/article/view/7606Pengaruh Kompensasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Motivasi Kerja Journal of journal maranatha edu index php jafta article view 7606
  2. Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Kinerja Guru Taman Kanak-Kanak | Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan... obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/970Faktor Faktor yang Berpengaruh terhadap Kinerja Guru Taman Kanak Kanak Jurnal Obsesi Jurnal Pendidikan obsesi index php obsesi article view 970
Read online
File size358.92 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test