JMI UPIYPTKJMI UPIYPTK

Majalah Ilmiah UPI YPTKMajalah Ilmiah UPI YPTK

Coding adalah pengenalan terhadap prinsip-prinsip dasar pemrograman dan penalaran logis, yang dapat disampaikan melalui aktivitas yang menyenangkan dan interaktif. Pengenalan coding pada usia dini sangat penting, karena memungkinkan anak-anak mengembangkan pemikiran logis, kreativitas, dan keterampilan pemecahan masalah dasar sejak usia muda. Pengenalan coding untuk anak-anak tidak selalu memerlukan penggunaan teknologi; hal ini dapat difasilitasi melalui media pembelajaran coding tanpa kabel. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada guru taman kanak-kanak dan orang tua tentang pengembangan media coding tanpa kabel. Melalui program ini, diharapkan guru dan orang tua akan mampu memperkenalkan konsep coding kepada anak-anak dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui sesi sosialisasi dan praktik langsung dengan guru taman kanak-kanak dan orang tua. Program terdiri dari tiga tahap utama: pengenalan media coding tanpa kabel, pengembangan media coding tanpa kabel, dan implementasi media coding tanpa kabel. Empat jenis media coding tanpa kabel diperkenalkan, yaitu Papan Puzzle Lateral, Media Kebun Apel, Media Peta Safari, dan Kartu Arah Coding. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Taman Kanak-Kanak An-Shal, yang terletak di Kecamatan Kamal. Tes awal dan tes akhir diberikan kepada peserta sebelum dan setelah kegiatan sosialisasi untuk mengukur peningkatan pengetahuan mereka. Hasil tes awal dan tes akhir menunjukkan bahwa sosialisasi media coding tanpa kabel meningkatkan pemahaman guru dan kemampuan mereka dalam mengembangkan media coding tanpa kabel untuk pendidikan anak usia dini.

Implementasi program pengabdian masyarakat ini telah berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis pendidik anak usia dini di Taman Kanak-Kanak An-Shal tentang konsep, pengembangan, dan penerapan media coding tanpa kabel.Hasil tes awal dan tes akhir menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada peserta, dengan kenaikan skor rata-rata dari 54,17 menjadi 93,33 dan nilai gain normalisasi (g = 0,855) yang masuk dalam kategori gain tinggi.Hal ini menunjukkan bahwa intervensi pelatihan tidak hanya efektif dalam memperkuat pemahaman konsep, tetapi juga melengkapi guru dengan kemampuan untuk merancang dan menerapkan media coding tanpa kabel secara mandiri dalam konteks kelas yang nyata.Dalam praktik, guru menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan kesiapan pedagogis selama fase simulasi kelas, berhasil mengintegrasikan media seperti papan puzzle lateral, kebun apel, peta safari, dan kartu arah coding.Pengamatan juga menunjukkan bahwa siswa merespons positif terhadap penggunaan alat belajar interaktif ini, menunjukkan peningkatan keterlibatan dan perilaku pemecahan masalah yang lebih baik.Temuan ini menegaskan bahwa media coding tanpa kabel sangat cocok untuk pembelajaran anak usia dini dan memiliki potensi yang signifikan dalam mendukung pengembangan pemikiran komputasional sejak usia dini.

Untuk memastikan dampak jangka panjang dan kontinuitas program ini, beberapa strategi tindak lanjut diusulkan: (1) Pembangunan Kapasitas Guru (Pelatihan Berkelanjutan): Taman Kanak-Kanak An-Shal akan didorong untuk menginstitusionalisasikan workshop internal secara berkala untuk mempertahankan dan memperkuat lebih lanjut penguasaan guru dalam teknik coding tanpa kabel. Modul pelatihan yang dibuat selama program ini akan dipersiapkan untuk onboarding staf pengajar baru di masa depan. (2) Integrasi Kurikulum Sekolah: Media coding tanpa kabel yang dikembangkan selama program akan diintegrasikan ke dalam rencana pelajaran mingguan, khususnya dalam sesi pembelajaran numerasi, literasi, dan tematik. Hal ini memastikan paparan yang konsisten bagi siswa dan implementasi pedagogis yang berkelanjutan. (3) Pengembangan Sudut Coding Sekolah (Pusat Pembelajaran): Akan didirikan sudut belajar yang dilengkapi dengan papan puzzle, peta safari, dan kartu perintah sebagai stasiun media instruksional permanen, memungkinkan anak-anak berlatih pemikiran komputasional melalui permainan terstruktur. (4) Mekanisme Evaluasi dan Pemantauan: Sistem pemantauan sederhana, seperti jurnal refleksi guru, daftar pemeriksaan observasi kelas, dan rekaman, akan diterapkan untuk mendokumentasikan efektivitas berkelanjutan dari kegiatan coding tanpa kabel. (5) Kolaborasi dan Jangkauan Komunitas: Peluang akan dieksplorasi untuk berkolaborasi dengan institusi pendidikan anak usia dini lainnya, otoritas pendidikan lokal, atau mitra universitas untuk memperluas adopsi media coding tanpa kabel. Program PKM di masa depan dapat lebih fokus pada penyempurnaan model instruksional atau pengembangan bahan pendukung digital.

  1. A Computer Science Unplugged Activity: CityMap | International Journal of Computer Science Education... doi.org/10.21585/ijcses.v5i2.110A Computer Science Unplugged Activity CityMap International Journal of Computer Science Education doi 10 21585 ijcses v5i2 110
  2. PENGARUH EKSTRAKULIKULER CODING PADA SISWA SEKOLAH DASAR GUNA MENINGKATKAN COMPUTATIONAL THINGKING DI... journals.ums.ac.id/index.php/blbs/article/view/11616PENGARUH EKSTRAKULIKULER CODING PADA SISWA SEKOLAH DASAR GUNA MENINGKATKAN COMPUTATIONAL THINGKING DI journals ums ac index php blbs article view 11616
  3. Pengaruh Unplugged Coding dalam Meningkatkan Kemampuan Problem Solving Anak Usia 6-7 Tahun di BA Aisyiyah... doi.org/10.30595/pssh.v13i.888Pengaruh Unplugged Coding dalam Meningkatkan Kemampuan Problem Solving Anak Usia 6 7 Tahun di BA Aisyiyah doi 10 30595 pssh v13i 888
  4. Vol. 1 No. 4 (2022): December | Emergent: Journal of Educational Discoveries and Lifelong Learning (EJEDL).... doi.org/10.47134/emergent.v1i4Vol 1 No 4 2022 December Emergent Journal of Educational Discoveries and Lifelong Learning EJEDL doi 10 47134 emergent v1i4
Read online
File size454.45 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test