IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI

Comm-EduComm-Edu

Belajar Masyarakat (PKBM) Linggih Sinau Banyusari sumber daya yang rendah dan kurang terampil dalam hal berwirausaha/ budidaya khususnya budidaya ikan lele, sehingga harus ada program pelatihan kecakapan hidup yang efektif untuk meningkatkan sumber daya manusia sekaligus meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui proses pelatihan kecakapan hidup di PKBM Linggih Sinau Banyusari, (2) Mengetahui hasil pelatihan kecakapan hidup budidaya ikan lele sebagai upaya pemberdayaan masyarakat di PKBM Linggih Sinau Banyusari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. Subjek penelitian terdiri atas 6 Responden. Yaitu 1 Mentor, 1 Ketua PKBM, dan 4 orang peserta pelatihan di PKBM Linggih Sinau Banyusari. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Meningkatkan keterampilan dalam berwirausaha/ budidaya dengan mengikuti pelatihan program kecakapan hidup sesuai dengan harapan dengan adanya hasrat dan keinginan berhasil, harapan dan cita‑cita masa depan, kegiatan yang menarik dalam proses pengembangan diri, lingkungan yang kondusif. Namun dorongan dan kebutuhan dalam pelatihan masih sangat diperlukan oleh peserta pelatihan. (2) Hasil dari pelatihan kecakapan hidup masyarakat mampu mengaplikasikan dan mampu memberikan perubahan yang bermanfaat bagi orang lain terutama bagi dirinya sendiri. Contohnya perubahan dalam status sosial dan ekonominya.

Program pelatihan kecakapan hidup di PKBM Linggih Sinau Banyusari berhasil menambah pengetahuan, keterampilan, dan semangat wirausaha peserta.Melalui pendekatan interaktif dan praktik langsung, peserta memperoleh kemampuan teknis budidaya ikan lele dan memaksimalkan potensi ekonomi lokal.Dukungan sistemik, kerja sama lintas sektor, serta pemantauan berkelanjutan menjadi kunci untuk meningkatkan efektivitas dan dampak sosial program ini.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang dari pelatihan ini pada kesejahteraan ekonomi keluarga peserta, dengan meneliti perubahan pendapatan dan struktur pengeluaran selama periode dua tahun setelah pelatihan. Selanjutnya, perlu dilakukan studi komparatif antara PKBM Linggih Sinau Banyusari dan lembaga serupa di daerah lain guna mengidentifikasi faktor kontekstual yang mempengaruhi keberhasilan program, termasuk peran jaringan mitra dan infrastruktur lokal. Terakhir, penelitian dapat menambah dimensi inovasi teknologi mikro, misalnya dengan membandingkan metode budidaya konvensional yang diajarkan dengan penggunaan sistem pemantauan kualitas air berbasis sensor IoT, untuk mengevaluasi peningkatan produktivitas dan efisiensi energi di kalangan peserta.

Read online
File size266.65 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test