IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI

Comm-EduComm-Edu

Pengawasan dan supervisi merupakan kegiatan yang saling melengkapi dan dilakukan agar program berjalan sesuai dengan rencana. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pengawasan dan supervisi dalam program pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Karawang serta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian terdiri dari satu orang pimpinan dan dua orang petugas lapangan seksi kegiatan kerja sebagai pengelola pelaksana dan fasilitator program. Proses analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penegasan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan program kemandirian dilakukan secara langsung melalui inspeksi, on the spot observation dan on the spot report yang dilaksanakan dengan maksud untuk mencegah penyalahgunaan, mempertebal rasa tanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban serta memastikan kualitas produk yang dihasilkan. Beberapa indikator kegiatan pengawasan yang dilakukan seperti kegiatan pemantauan, pemeriksaan, bimbingan dan pengarahan, pemberian tindakan disiplin serta tindakan koreksi telah dilaksanakan dengan baik. Supervisi program juga dilakukan secara langsung melalui diklat, pelatihan, demonstrasi dan karyawisata yang dimaksudkan untuk mengembangkan keterampilan petugas dalam bekerja sehingga menunjang keberhasilan program yang sasarannya adalah petugas bagian kegiatan kerja. Namun dalam pelaksanaannya baik pengawasan maupun supervisi masih mengalami kendala, yakni benturan perintah dan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki.

Pengawasan program pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Karawang dilaksanakan dengan pendekatan langsung melalui inspeksi, observasi, dan laporan.Tujuannya adalah untuk mencegah penyalahgunaan, memastikan tanggung jawab warga binaan, menjaga kualitas produk, dan menjaga keamanan.Supervisi dilaksanakan melalui pelatihan, demonstrasi, dan kunjungan untuk meningkatkan keterampilan petugas.Faktor pendukung meliputi lingkungan yang kondusif dan komunikasi yang baik, sementara faktor penghambatnya adalah benturan perintah dan keterbatasan pengetahuan petugas.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak program pembinaan kemandirian terhadap tingkat residivisme warga binaan setelah bebas. Hal ini penting untuk mengukur efektivitas jangka panjang program dalam mengurangi tindak pidana berulang. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan model pengawasan dan supervisi program pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Karawang dengan lapas lain yang memiliki karakteristik serupa. Perbandingan ini dapat mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dan area yang perlu ditingkatkan. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami perspektif warga binaan mengenai efektivitas pengawasan dan supervisi program, serta dampaknya terhadap motivasi dan partisipasi mereka dalam program. Penelitian ini dapat memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan kualitas program pembinaan kemandirian dan memastikan bahwa program tersebut benar-benar memenuhi kebutuhan warga binaan. Dengan demikian, penelitian-penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan sistem pemasyarakatan yang lebih efektif dan humanis di Indonesia.

Read online
File size179.08 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test