IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI

Comm-EduComm-Edu

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana masjid dapat dimanfaatkan sebagai pusat pendidikan bagi masyarakat di tengah pandemi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik penelitian yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Responden penelitian adalah 10 orang tenaga pengajar di kompleks pusat pendidikan Masjid Al-Ihsan Padalarang. Data ini kemudian dianalisis dengan model Miles and Huberman. Temuan penelitian meliputi adanya kelumpuhan di berbagai aktivitas harian masyarakat dan menimbulkan munculnya perubahan bagi kegiatan kemasyarakatan sebagai akibat dari kebijakan pembatasan sosial masyarakat. Di masjid, perubahan ini memicu adanya paradigma baru mengenai fungsi masjid yang melahirkan adanya upaya revitalisasi fungsi masjid yang dilaksanakan lewat optimalisasi kegiatan pendidikan masjid yang meliputi berbagai unit satuan pendidikan seperti TPQ, Pendidikan Kepemudaan hingga Majelis Talim. Penelitian ini merekomendasikan agar upaya optimalisasi yang sudah dikembangkan harus tetap dilaksanakan sebagai upaya untuk menciptakan masyarakat pembelajar berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian di atas, peneliti berkesimpulan bahwa masjid sebagai pusat pendidikan masyarakat memiliki peran yang sangat vital bagi pengembangan masyarakat.Peran masjid sebagai pusat pendidikan menyokong paradigma bahwa masjid merupakan pusat peradaban bagi umat islam.Di masa pandemi di mana resiliensi sosial masyarakat perlu diperkuat, optimalisasi kegiatan masjid dianggap perlu dilaksanakan melalui revitalisasi fungsi masjid melalui unit-unit kegiatan pendidikan bagi masyarakat yang berbasis di masjid.Dengan mengoptimalisasi kegiatan masjid sebagai pusat pendidikan masyarakat, diharapkan peran masjid sebagai institusi sosial dapat membangun mental masyarakat pembelajar (learning society).

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas optimalisasi kegiatan pendidikan di masjid selama pandemi, terutama dalam hal peningkatan kemampuan membaca Al-Quran, hafalan tahfidz, dan penumbuhan karakter berdasarkan akhlakul karimah. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih dalam mengenai peran Ikatan Remaja Masjid dalam upaya perlindungan masjid di masa pandemi, serta kontribusinya dalam revitalisasi fungsi masjid. Ketiga, penelitian lanjutan dapat berfokus pada dampak partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan majelis talim terhadap pengembangan majelis talim dan pemakmuran masjid secara keseluruhan.

  1. Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Masjid | Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies.... doi.org/10.15575/idajhs.v12i1.2396Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Masjid Ilmu Dakwah Academic Journal for Homiletic Studies doi 10 15575 idajhs v12i1 2396
  2. Majelis Ta’lim sebagai Model Pendidikan Non Formal Islam | Zuhri | AL-USWAH: Jurnal Riset dan Kajian... doi.org/10.24014/au.v2i1.6740Majelis TaAolim sebagai Model Pendidikan Non Formal Islam Zuhri AL USWAH Jurnal Riset dan Kajian doi 10 24014 au v2i1 6740
Read online
File size235.68 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test