UNESAUNESA
Journal of Social Dynamics and GovernanceJournal of Social Dynamics and GovernanceThis study aims to determine the level of community participation in the preparation of the Village Government Work Plan (RKPDes) in Krangkong Village, Kepohbaru District, Bojonegoro Regency. This study uses a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies. This research involved the local community, village officials, and related parties in the process of preparing the RKPDes. The research focus uses eight steps of community participation according to Sherry Arnstein, namely: 1) Manipulation; 2) Therapy; 3) Provision of Information; 4) Consultation; 5) Appeasement; 6) Partnership; 7) Delegated power of attorney; and 8) Community Control. Data analysis was performed using the Miles and Huberman Data Analysis interactive model, which involved grouping and interpreting the data obtained. The results of this study indicate that community participation in the preparation of the RKPDes in Krangkong Village is still limited. Even though there are efforts from the village government to involve the community in the decision-making process, the level of participation is still low. This research recommends several steps to increase community participation in preparing the RKPDes in Krangkong Village. It is hoped that this research can provide a better understanding of increasing community participation in the preparation of the RKPDes in Krangkong Village.
The research reveals that community participation in the preparation of the RKPDes in Krangkong Village exhibits limitations across various aspects, as framed by Sherry Arnsteins eight ladders of participation.While the village government endeavors to involve the community, the level of actual participation remains low.The study highlights the need to expand opportunities for community involvement and empower them with greater decision-making authority in village development planning.Ultimately, enhancing community participation is crucial for ensuring that the RKPDes effectively reflects the needs and aspirations of the local population.
Based on the findings, future research should investigate the specific socio-cultural factors influencing community participation in Krangkong Village, exploring how local traditions and power dynamics affect engagement in the RKPDes process. Furthermore, a comparative study examining community participation levels in RKPDes preparation across different villages in Bojonegoro Regency could identify best practices and challenges. Finally, research could focus on developing and evaluating innovative participatory methods, such as digital platforms or community-based workshops, to enhance community involvement and ensure more inclusive and representative RKPDes planning, ultimately strengthening local governance and sustainable development.
| File size | 300.9 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
STIE AASSTIE AAS Survei terhadap 123 UKM di Jawa Tengah mengungkapkan bahwa kemampuan jaringan memainkan peran penting dalam meningkatkan kinerja pasar internasional, khususnyaSurvei terhadap 123 UKM di Jawa Tengah mengungkapkan bahwa kemampuan jaringan memainkan peran penting dalam meningkatkan kinerja pasar internasional, khususnya
STIE AASSTIE AAS Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan sensus dengan melibatkan seluruh populasi karyawan BKD Boyolali yang berjumlah 110 orang sebagai responden.Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan sensus dengan melibatkan seluruh populasi karyawan BKD Boyolali yang berjumlah 110 orang sebagai responden.
STIE AASSTIE AAS Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap pengembalian saham, kebijakan hutang juga tidak berpengaruhHasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap pengembalian saham, kebijakan hutang juga tidak berpengaruh
STIE AASSTIE AAS Pendekatan studi kasus kualitatif digunakan, memanfaatkan wawancara mendalam dan observasi partisipatif sebagai metode pengumpulan data utama. Hasil penelitianPendekatan studi kasus kualitatif digunakan, memanfaatkan wawancara mendalam dan observasi partisipatif sebagai metode pengumpulan data utama. Hasil penelitian
STIE AASSTIE AAS Populasi dalam penelitian ini meliputi Kepala Desa, Aparat Desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (sebagai perwakilan masyarakat) di desa‑desa KecamatanPopulasi dalam penelitian ini meliputi Kepala Desa, Aparat Desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (sebagai perwakilan masyarakat) di desa‑desa Kecamatan
STIE AASSTIE AAS Pendekatan quasi-kualitatif diadopsi, menggunakan metode triangulasi termasuk wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Data dikumpulkan dari berbagaiPendekatan quasi-kualitatif diadopsi, menggunakan metode triangulasi termasuk wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Data dikumpulkan dari berbagai
STIE AASSTIE AAS External opportunities include agricultural modernization policies, growing demand for mechanization, strategic partnerships with state-owned enterprisesExternal opportunities include agricultural modernization policies, growing demand for mechanization, strategic partnerships with state-owned enterprises
STIE AASSTIE AAS Penelitian ini bertujuan menganalisis prosedur dan strategi pengendalian internal atas penerimaan kas dalam rangka pencegahan kecurangan di CV Arta TrisnaPenelitian ini bertujuan menganalisis prosedur dan strategi pengendalian internal atas penerimaan kas dalam rangka pencegahan kecurangan di CV Arta Trisna
Useful /
UNESAUNESA Kedua, melalui serangkaian upaya komprehensif, BPBD Jawa Timur di wilayah Kepanjenkidul telah berupaya mengoptimalkan sistem komunikasi bencana, yang mencakupKedua, melalui serangkaian upaya komprehensif, BPBD Jawa Timur di wilayah Kepanjenkidul telah berupaya mengoptimalkan sistem komunikasi bencana, yang mencakup
UNUDUNUD Artikel ini membahas evolusi dan permasalahan yang dihadapi Ubud sebagai kota tujuan wisata dalam konteks perkembangan pariwisata di Bali. Ubud selaluArtikel ini membahas evolusi dan permasalahan yang dihadapi Ubud sebagai kota tujuan wisata dalam konteks perkembangan pariwisata di Bali. Ubud selalu
UNUDUNUD Meskipun pariwisata bahari dan budaya merupakan dua kategori yang berbeda, di Bali terdapat banyak aktivitas budaya yang berlangsung di pantai atau kawasanMeskipun pariwisata bahari dan budaya merupakan dua kategori yang berbeda, di Bali terdapat banyak aktivitas budaya yang berlangsung di pantai atau kawasan
UNUDUNUD Ketika materi menguasai hidup, kesejatian hidup luntur dan uang menjadi penentu segalanya. Nilai kemanusiaan hilang, segenap yang tampak musuh, serta korupsiKetika materi menguasai hidup, kesejatian hidup luntur dan uang menjadi penentu segalanya. Nilai kemanusiaan hilang, segenap yang tampak musuh, serta korupsi