UNISLAUNISLA
E-LINK JOURNALE-LINK JOURNALSekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada tingkat pendidikan menengah. Pembelajaran bahasa Inggris di tingkat SMK dikategorikan sebagai Bahasa Inggris untuk Tujuan Khusus (ESP) yang berarti materi bahasa Inggris diharapkan dapat memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan jurusan mereka. Namun, banyak siswa yang masih memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebutuhan bahasa Inggris siswa kelas sepuluh yang berjurusan Otomasi Perkantoran dan Tata Kelola. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh dengan menggunakan tes bahasa Inggris, kuesioner, dan wawancara sebagai instrumen. Responden dalam penelitian ini adalah siswa kelas sepuluh yang berjurusan Otomasi Perkantoran dan Tata Kelola. Hasil menunjukkan bahwa 1) Kurangnya inovasi dan kreativitas pada materi pengajaran yang digunakan siswa 2) Materi dalam buku teks tidak sesuai dengan kebutuhan siswa di jurusan Otomasi Perkantoran dan Tata Kelola.
Analisis kebutuhan sangat penting untuk mengembangkan buku ajar bahasa Inggris yang sesuai untuk siswa kelas sepuluh jurusan Otomasi Perkantoran dan Tata Kelola.Hasil analisis menunjukkan bahwa buku teks saat ini kekurangan inovasi, kreativitas, dan kesesuaian materi dengan kebutuhan spesifik jurusan siswa.Oleh karena itu, diperlukan pengembangan materi pengajaran yang menarik, interaktif, dan disesuaikan dengan jurusan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa secara aktif.
Penelitian ini membuka peluang bagi beberapa arah penelitian lanjutan untuk mengatasi tantangan yang ditemukan. Pertama, mengikuti temuan tentang kurangnya inovasi pada materi ajar, sebuah studi bisa secara mendalam meneliti, Bagaimana efektivitas penerapan buku ajar digital berbasis gamifikasi dalam meningkatkan motivasi dan penguasaan kosakata bahasa Inggris teknis bagi siswa jurusan Otomasi Perkantoran? Kedua, karena materi yang ada belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan dunia kerja, penelitian berikutnya bisa menjawab pertanyaan, Apa saja kompetensi berbahasa Inggris spesifik yang paling dibutuhkan oleh praktisi di bidang sekretaris dan administrasi perkantoran, dan bagaimana kurikulum bisa disusun untuk memenuhi kompetensi tersebut? Ketiga, sebagai respons atas rendahnya kemampuan siswa secara umum, sebuah penelitian komparatif bisa dilakukan untuk menguji, Sejauh mana model pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) lebih unggul daripada metode pengajaran tradisional dalam melatih keempat keterampilan berbahasa Inggris (mendengar, berbicara, membaca, dan menulis) melalui tugas-tugas yang simulasikan pekerjaan kantor nyata? Ketiga ide ini mengembangkan penelitian awal dengan menawarkan solusi yang lebih terarah dan terukur.
| File size | 291.71 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
ABULYATAMAABULYATAMA Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajaran bahasa interaktif menggunakan kerja kelompok kecil sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicaraHasil penelitian menunjukkan bahwa pengajaran bahasa interaktif menggunakan kerja kelompok kecil sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara
ABULYATAMAABULYATAMA Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik korelasi yaitu mencari hubungan antara self-concept dengan kemampuan pemecahanMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik korelasi yaitu mencari hubungan antara self-concept dengan kemampuan pemecahan
ABULYATAMAABULYATAMA Dari pengolahan data kuesioner juga ditemukan bahwa tanggapann siswa terhadap penggunaan Two Way Two Stray sangat positif hal ini terlihat dari responDari pengolahan data kuesioner juga ditemukan bahwa tanggapann siswa terhadap penggunaan Two Way Two Stray sangat positif hal ini terlihat dari respon
ABULYATAMAABULYATAMA Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan One-shoot Study Case. Data dianalisis dengan uji t, dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitianPenelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan One-shoot Study Case. Data dianalisis dengan uji t, dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian
ABULYATAMAABULYATAMA Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator regulasi diri, berpikir kritis, dan berpikir kreatif mengalami peningkatan setelah penerapan asesmen formatif.meskipunHasil penelitian menunjukkan bahwa indikator regulasi diri, berpikir kritis, dan berpikir kreatif mengalami peningkatan setelah penerapan asesmen formatif.meskipun
ABULYATAMAABULYATAMA Metode penelitian dalam penulisan ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian dalam penulisan ini adalah analisis corak pendidikanMetode penelitian dalam penulisan ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian dalam penulisan ini adalah analisis corak pendidikan
ABULYATAMAABULYATAMA Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peer Coaching atau pelatihan teman sebaya yang dilaksanakan di SMP Negeri Kota Banda Aceh telah mampu meningkatkan kemampuanHasil penelitian menunjukkan bahwa Peer Coaching atau pelatihan teman sebaya yang dilaksanakan di SMP Negeri Kota Banda Aceh telah mampu meningkatkan kemampuan
ABULYATAMAABULYATAMA Jenis penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen melalui pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalahJenis penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen melalui pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah
Useful /
ABULYATAMAABULYATAMA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas VI SD Negeri 1 Lampaseh melalui Penerapan Model Pembelajaran KontekstualPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas VI SD Negeri 1 Lampaseh melalui Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual
UNISLAUNISLA Dua dari tiga lagu yang dianalisis, yaitu “Medicine dan “In the Dark, paling banyak menggunakan metafora dead dan simile. Disimpulkan bahwa makna ketigaDua dari tiga lagu yang dianalisis, yaitu “Medicine dan “In the Dark, paling banyak menggunakan metafora dead dan simile. Disimpulkan bahwa makna ketiga
UNISLAUNISLA Penelitian ini berfokus pada keterampilan berbicara sebagai salah satu dari empat keterampilan dasar pembelajaran bahasa, dengan menggunakan metode kualitatifPenelitian ini berfokus pada keterampilan berbicara sebagai salah satu dari empat keterampilan dasar pembelajaran bahasa, dengan menggunakan metode kualitatif
UNISLAUNISLA Penelitian ini dilakukan di SMP An-Nur Watukosek-Pasuruan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. SubjekPenelitian ini dilakukan di SMP An-Nur Watukosek-Pasuruan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek