ABULYATAMAABULYATAMA
Jurnal Dedikasi PendidikanJurnal Dedikasi PendidikanBerdasarkan hasil observasi dilapangan terhadap pembelajaran fisika, ditemukan permasalahan bahwa saat proses belajar mengajar berlangsung masih belum student center dengan kata lain masih konvensional. Proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru tersebut merupakan aktifitas menyimpan informasi dalam pikiran siswa yang pasif dan dianggap kosong, siswa hanya menerima informasi verbal dari buku dan guru. Padahal pembelajaran fisika didasarkan pada prinsip-prinsip ilmiah baik proses, produk mau pun sikap ilmiah yang harus berorientasi pada inkuiri terbimbing. Tujuan penelitian adalah mengetahui : 1) Peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dengan menggunakan model inkuiri terbimbing, 2) Aktifitas guru dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan model inkuiri terbimbing, 3) Aktifitas siswa dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan model inkuiri terbimbing, 4) Respon siswa terhadap model pembelajaran dalam proses belajar mengajar kelas XI IPA 1 MAN Darussalam tahun ajaran 2015/2016 berjumlah 24 siswa. Data penelitian diperoleh dari tes, observasi dan angket, yakni menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Teknik analisis data menggunakan statistic deskriptif dengan rumus persentase. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa: 1)hasil tes keterampilan berpikir kritis diperoleh nilai (56,45) pada siklus I, (63,96) pada siklus II dan (72,70) pada siklus III. 2) aktifitas guru yang dominan muncul yaitu aspek merencanakan dan melaksanakan penyelidikan sederhana dan mengkomunikasikan hasil penyelidikan (14,6%). 3) Aktifitas siswa yang dominan muncul adalah aspek merumuskan masalah dan mengkomunikasikan hasil penyelidikan (14,6%). 4) Tanggapan siswa merasa terbantu dengan adanya model pembelajaran inkuiri terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing mencapai persentase tertinggi 94,21%.
Penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada konsep elastisitas di kelas XI MAN Darussalam Kabupaten Aceh Besar terbukti meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa secara signifikan, dengan rata-rata nilai yang meningkat dari 56,45 pada siklus I menjadi 72,70 pada siklus III.Aktivitas guru yang paling menonjol selama pembelajaran adalah melaksanakan penyelidikan sederhana dan mengomunikasikan hasil penelitian (14,6%), sedangkan siswa paling aktif merumuskan masalah dan menyajikan hasil penelitian dengan persentase yang sama.Respon siswa terhadap penerapan model inkuiri terbimbing sangat positif, sehingga model ini direkomendasikan untuk digunakan pada pembelajaran konsep fisika selanjutnya.
Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi fisika lain di jenjang SMA, seperti gelombang, listrik, atau optik, untuk menilai konsistensi peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa di berbagai topik dan karakteristik materi. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif yang membandingkan efektivitas inkuiri terbimbing dengan model pembelajaran lain, misalnya problem based learning atau model diskusi berbasis proyek, sehingga diperoleh bukti empiris yang lebih kuat tentang keunggulan relatif setiap pendekatan terhadap respon dan capaian berpikir kritis siswa. Kemudian, penelitian lanjutan juga sebaiknya memasukkan pengukuran jangka panjang dengan melakukan follow up beberapa bulan setelah intervensi, guna menguji daya tahan atau retensi keterampilan berpikir kritis yang diperoleh melalui inkuiri terbimbing. Terakhir, studi dapat mengkaji faktor pendukung dan penghambat implementasi inkuiri terbimbing, seperti kondisi kelas, kesiapan guru, dan dukungan teknologi pembelajaran, agar rekomendasi penerapan dapat lebih praktis dan kontekstual dalam berbagai lingkungan sekolah. Selain itu, kajian selanjutnya dapat melibatkan variabel motivasi dan sikap ilmiah siswa, untuk melihat hubungan antara proses inkuiri terbimbing dengan aspek afektif dalam pembelajaran fisika.
| File size | 893.75 KB |
| Pages | 10 |
| Short Link | https://juris.id/p-132 |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
ABULYATAMAABULYATAMA Peneliti mengambil dua kelas, yaitu X-IA3 dan X-IA2. Jumlah sampel penelitian ini adalah 14 siswa untuk setiap kelas. Kelas X-IA3 adalah kelas eksperimenPeneliti mengambil dua kelas, yaitu X-IA3 dan X-IA2. Jumlah sampel penelitian ini adalah 14 siswa untuk setiap kelas. Kelas X-IA3 adalah kelas eksperimen
ABULYATAMAABULYATAMA Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada siswa kelas VIII salah satu MTsN di Kota Banda Aceh, maka dapat diambil kesimpulan bahwa ada hubunganBerdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada siswa kelas VIII salah satu MTsN di Kota Banda Aceh, maka dapat diambil kesimpulan bahwa ada hubungan
ABULYATAMAABULYATAMA Dari pengolahan data kuesioner juga ditemukan bahwa tanggapann siswa terhadap penggunaan Two Way Two Stray sangat positif hal ini terlihat dari responDari pengolahan data kuesioner juga ditemukan bahwa tanggapann siswa terhadap penggunaan Two Way Two Stray sangat positif hal ini terlihat dari respon
ABULYATAMAABULYATAMA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 RSBI Lubukpakam pada bulan Maret 2012, dan sebagai populasi dalam penelitianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 RSBI Lubukpakam pada bulan Maret 2012, dan sebagai populasi dalam penelitian
ABULYATAMAABULYATAMA Data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan penilaian diri pada pembelajaran kelas maupun laboratoriumData yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan penilaian diri pada pembelajaran kelas maupun laboratorium
ABULYATAMAABULYATAMA Metode penelitian dalam penulisan ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian dalam penulisan ini adalah analisis corak pendidikanMetode penelitian dalam penulisan ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian dalam penulisan ini adalah analisis corak pendidikan
ABULYATAMAABULYATAMA Hal ini berdampak signifikan terhadap peningkatan mutu pembelajaran di sekolah. Selain itu, Peer Coaching juga meningkatkan kompetensi guru PenjasorkesHal ini berdampak signifikan terhadap peningkatan mutu pembelajaran di sekolah. Selain itu, Peer Coaching juga meningkatkan kompetensi guru Penjasorkes
ABULYATAMAABULYATAMA Sumbangan status gizi terhadap kebugaran jasmani mencapai 42,5%, sementara aktivitas olahraga tidak memberikan sumbangan yang signifikan. Dengan demikian,Sumbangan status gizi terhadap kebugaran jasmani mencapai 42,5%, sementara aktivitas olahraga tidak memberikan sumbangan yang signifikan. Dengan demikian,
Useful /
ABULYATAMAABULYATAMA Dengan demikian, jumlah sampel dalam penelitian adalah 120 untuk kelas eksperimen dan 120 untuk kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengetahuiDengan demikian, jumlah sampel dalam penelitian adalah 120 untuk kelas eksperimen dan 120 untuk kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui
ABULYATAMAABULYATAMA Pada siklus II nilai rata-rata siswa adalah 74,28 dengan kualifikasi baik. Terdapat peningkatan keterampilan menulis deskripsi pada siswa kelas X-3 SMAPada siklus II nilai rata-rata siswa adalah 74,28 dengan kualifikasi baik. Terdapat peningkatan keterampilan menulis deskripsi pada siswa kelas X-3 SMA
IPTRISAKTIIPTRISAKTI Dari sisi preferensi, fasilitas yang diprioritaskan adalah jogging track, bangku taman, musholla, dan tempat pembibitan ikan, sedangkan gazebo, papan interpretasi,Dari sisi preferensi, fasilitas yang diprioritaskan adalah jogging track, bangku taman, musholla, dan tempat pembibitan ikan, sedangkan gazebo, papan interpretasi,
STTSIMPSONSTTSIMPSON Penerapan spiritualitas di tempat kerja memerlukan komunikasi yang jelas untuk menghindari miskonsepsi, terutama bagi yang tidak familiar dengan konsepPenerapan spiritualitas di tempat kerja memerlukan komunikasi yang jelas untuk menghindari miskonsepsi, terutama bagi yang tidak familiar dengan konsep