ABULYATAMAABULYATAMA
Jurnal Dedikasi PendidikanJurnal Dedikasi PendidikanPendekatan pembelajaran tuntas adalah salah satu usaha dalam pendidikan yang bertujuan untuk memotivasi peserta didik untuk mencapai penguasaan (mastery level) terhadap kompetensi tertentu. Dengan menempatkan pembelajaran tuntas (mastery learning) sebagai salah satu prinsip utama dalam mendukung pelaksanaan implementasi kurikulum 2013, berarti pembelajaran tuntas merupakan sesuatu yang harus dipahami dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh warga sekolah khusunya pendidikan dan tenaga kependidikan lainnya. Untuk itu, perlu adanya panduan yang memberikan arah serta petunjuk bagi pendidikan dan tenaga kependidikan di sekolah tentang bagaimana pembelajaran tuntas seharusnya dilaksanakan. Untuk mencapai dan memenuhi ketuntasan belajar tersebut langkah berikutnya adalah melalui proses pembelajaran perbaikan (remedial teaching). Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran perbaikan (remedial teaching) dalam mencapai ketuntasan belajar (mastery learning) setelah melaksanakan Peer Coaching. Subjek penelitian tindakan sekolah ini adalah guru penjasorkes SMP Negeri Kota Banda Aceh sejumlah 6 orang. Pengumpulan data dilaksanakan dengan cara sebagai berikut: wawancara, kuesioner, observasi, dan perekaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peer Coaching atau pelatihan teman sebaya yang dilaksanakan di SMP Negeri Kota Banda Aceh telah mampu meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran perbaikan. Peer Coaching yang dimotori oleh salah seorang guru pemandu ternyata mampu memotivasi para guru di SMP Kota Banda Aceh dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran perbaikan (Remadial Teaching). Kenyataan tersebut telah berdampak yang signifikan terhadap meningkatnya mutu pembelajaran di SMP Negeri Kota Banda Aceh. Peer Coaching juga telah mampu meningkatkan kompetensi guru penjasorkes SMP Negeri Kota Banda Aceh dalam memilih model yang tepat dalam pembelajaran perbaikan, khususnya dalam pelaksanaan mata pelajaran Penjasorkes.
Peer Coaching yang dilaksanakan di SMP Negeri Kota Banda Aceh terbukti meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran perbaikan serta memotivasi mereka dalam merencanakan dan melaksanakan Remedial Teaching.Hal ini berdampak signifikan terhadap peningkatan mutu pembelajaran di sekolah.Selain itu, Peer Coaching juga meningkatkan kompetensi guru Penjasorkes dalam memilih model pembelajaran perbaikan yang tepat.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efek jangka panjang penerapan Peer Coaching terhadap prestasi belajar siswa Penjasorkes dengan melibatkan beberapa kohort siswa selama tiga tahun untuk menilai peningkatan pencapaian KKM secara berkelanjutan. Selanjutnya, diperlukan eksplorasi penggunaan platform kolaborasi digital sebagai sarana pendukung Peer Coaching, sehingga guru dapat berbagi praktik terbaik, refleksi, dan sumber belajar secara real‑time, terutama dalam situasi pembelajaran jarak jauh. Terakhir, penelitian dapat mengevaluasi model Peer Coaching yang beragam, seperti kelompok mentor‑mentee dengan tingkat pengalaman berbeda, untuk memahami bagaimana variasi tersebut memengaruhi praktik reflektif guru dan desain instruksional dalam pembelajaran perbaikan.
| File size | 573.47 KB |
| Pages | 7 |
| Short Link | https://juris.id/p-130 |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
ABULYATAMAABULYATAMA Populasi penelitian ini adalah siswa kelas satu SMAN 1 Krueng Barona Jaya. Peneliti menggunakan sampel acak. Peneliti mengambil dua kelas, yaitu X-IA3Populasi penelitian ini adalah siswa kelas satu SMAN 1 Krueng Barona Jaya. Peneliti menggunakan sampel acak. Peneliti mengambil dua kelas, yaitu X-IA3
ABULYATAMAABULYATAMA Populasi dari penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-10 dan VIII-11 yang berjumlah 54 siswa berdasarkanPopulasi dari penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-10 dan VIII-11 yang berjumlah 54 siswa berdasarkan
ABULYATAMAABULYATAMA Hal ini terlihat dari hasil penghitungan data, dimana nilai mean pre-test dari kelas kontrol eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol (39,13 dan 38,5).Hal ini terlihat dari hasil penghitungan data, dimana nilai mean pre-test dari kelas kontrol eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol (39,13 dan 38,5).
ABULYATAMAABULYATAMA Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pembelajaran siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan video lebih efektif dibandingkan dengan hasil pembelajaranHasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pembelajaran siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan video lebih efektif dibandingkan dengan hasil pembelajaran
ABULYATAMAABULYATAMA Data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan penilaian diri pada pembelajaran kelas maupun laboratoriumData yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan penilaian diri pada pembelajaran kelas maupun laboratorium
ABULYATAMAABULYATAMA Namun kasih sayang dalam rumah tangga sekarang tidak mencerminkan sebagaimana ajaran Rasulullah saw. suami istri yang sudah menikah, mereka sendiri belumNamun kasih sayang dalam rumah tangga sekarang tidak mencerminkan sebagaimana ajaran Rasulullah saw. suami istri yang sudah menikah, mereka sendiri belum
ABULYATAMAABULYATAMA Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Banda Aceh yang berjumlah 270 siswa. Sedangkan teknik pengambilan sampel yangPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Banda Aceh yang berjumlah 270 siswa. Sedangkan teknik pengambilan sampel yang
ABULYATAMAABULYATAMA Pada siklus pertama nilai rata-rata siswa adalah 63,7 dengan kualifikasi cukup. Pada siklus II nilai rata-rata siswa adalah 74,28 dengan kualifikasi baik.Pada siklus pertama nilai rata-rata siswa adalah 63,7 dengan kualifikasi cukup. Pada siklus II nilai rata-rata siswa adalah 74,28 dengan kualifikasi baik.
Useful /
AMSIRAMSIR Melalui pendekatan hukum normatif dengan analisis konstitusi, peraturan agraria, kebijakan pendaftaran tanah ulayat, peraturan daerah, dan literatur terkait,Melalui pendekatan hukum normatif dengan analisis konstitusi, peraturan agraria, kebijakan pendaftaran tanah ulayat, peraturan daerah, dan literatur terkait,
ABULYATAMAABULYATAMA Untuk itu seorang guru perlu mencari strategi alternatif dalam menumbuhkan minat siswa agar mau belajar dengan gembira (tanpa merasa dipaksa), sehinggaUntuk itu seorang guru perlu mencari strategi alternatif dalam menumbuhkan minat siswa agar mau belajar dengan gembira (tanpa merasa dipaksa), sehingga
ABULYATAMAABULYATAMA Berdasarkan hasil observasi dilapangan terhadap pembelajaran fisika, ditemukan permasalahan bahwa saat proses belajar mengajar berlangsung masih belumBerdasarkan hasil observasi dilapangan terhadap pembelajaran fisika, ditemukan permasalahan bahwa saat proses belajar mengajar berlangsung masih belum
ABULYATAMAABULYATAMA Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability sampling. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah rubrik atau lembarTeknik pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability sampling. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah rubrik atau lembar