UNUGHAUNUGHA

PROCEEDING AL GHAZALI International ConferencePROCEEDING AL GHAZALI International Conference

Terapi seni telah diakui sebagai metode efektif untuk meningkatkan kesejahteraan emosional, khususnya pada anak. Penelitian ini merupakan kajian literatur yang bertujuan mengkaji dampak terapi seni terhadap kesejahteraan emosional anak. Melalui analisis berbagai sumber literatur, penelitian mengeksplorasi bagaimana proses kreatif dalam terapi seni dapat membantu anak mengekspresikan emosi, mengatasi stres, dan meningkatkan keterampilan sosial. Studi ini menyoroti berbagai bentuk terapi seni, seperti melukis, menggambar, dan pemodelan tanah liat, yang menyediakan ruang bagi anak untuk mengekspresikan diri secara bebas tanpa rasa takut dinilai. Selain itu, terapi seni telah terbukti mendukung perkembangan psikologis dan emosional, terutama bagi anak dengan trauma atau gangguan emosional. Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan tentang manfaat terapi seni dalam konteks pendidikan dan kesehatan mental anak.

Kesejahteraan emosional pada anak sangat penting untuk pengembangan keterampilan sosial, pengelolaan emosi, dan pembangunan kepercayaan diri.terapi seni menyediakan medium non‑verbal yang membantu anak mengatasi rasa cemas, takut, dan agresi serta meningkatkan keterampilan sosial dan rasa percaya diri.Aktivitas seni kelompok memperkuat kemampuan interaksi anak, menumbuhkan empati, dan mengajarkan penyelesaian konflik secara konstruktif.Namun, terapi ini memerlukan bimbingan profesional, sumber daya, dan ketertarikan anak, sehingga integrasi terapi seni dalam pendidikan anak usia dini di Indonesia dapat mendukung kesejahteraan emosional mereka.

Penelitian selanjutnya dapat membandingkan efektivitas terapi seni digital dengan terapi seni tradisional dalam meningkatkan regulasi emosional anak usia dini, sehingga dapat menentukan pendekatan yang paling cocok di era teknologi. Selanjutnya, studi dapat mengeksplorasi peran keterlibatan orang tua dalam sesi terapi seni, dengan menguji apakah partisipasi aktif orang tua meningkatkan hasil emosional anak dibandingkan tanpa keterlibatan orang tua. Selain itu, penting untuk mengembangkan dan menguji kurikulum terapi seni yang disesuaikan secara budaya, mengintegrasikan unsur seni tradisional Indonesia, serta menilai dampaknya pada anak dari berbagai latar belakang sosial‑ekonomi untuk memastikan keberlanjutan dan relevansi program di lingkungan lokal.

  1. Memaknai Kecerdasan melalui Aktivitas Seni: Analisis Kualitatif Pengembangan Kreativitas pada Anak Usia... obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/2521Memaknai Kecerdasan melalui Aktivitas Seni Analisis Kualitatif Pengembangan Kreativitas pada Anak Usia obsesi index php obsesi article view 2521
  2. Bermain sebagai Metode Pembelajaran bagi Anak Usia Dini | zaini | ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan... journal.iainkudus.ac.id/index.php/thufula/article/view/4656Bermain sebagai Metode Pembelajaran bagi Anak Usia Dini zaini ThufuLA Jurnal Inovasi Pendidikan journal iainkudus ac index php thufula article view 4656
  3. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/a0013397APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 a0013397
Read online
File size320.48 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test