HK PUBLISHINGHK PUBLISHING
Journal of CitizenshipJournal of CitizenshipPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban pidana dan penerapan mekanisme pembuktian terbalik dalam perkara korupsi dan pencucian uang yang melibatkan Rafael Alun Trisambodo, pegawai Direktorat Jenderal Pajak. Pasal 4 ayat (8) Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS secara tegas melarang pegawai negeri, termasuk pegawai DJP, menerima hadiah apa pun yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas atau kewenangannya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif melalui pendekatan kasus dan pendekatan peraturan untuk menelaah persoalan bahwa unsur pertanggungjawaban pidana dalam perbuatan korupsi dan pencucian uang terpenuhi melalui adanya perbuatan melawan hukum, kesengajaan, kemampuan bertanggung jawab, serta tidak adanya alasan pembenar atau pemaaf. Penelitian menemukan bahwa pola pendirian perusahaan keluarga, penyembunyian arus keuangan, serta peningkatan kekayaan yang tidak wajar menunjukkan tindakan yang sengaja dilakukan untuk memperoleh dan menyamarkan hasil kejahatan. Putusan Pengadilan Tipikor dan Mahkamah Agung juga membuktikan bahwa mekanisme pembuktian terbalik diterapkan secara efektif, di mana terdakwa harus membuktikan sumber kekayaannya ketika penuntut umum telah menyediakan bukti awal yang cukup. Ketidakmampuan terdakwa memberikan penjelasan yang sah memperkuat dasar penjatuhan sanksi pidana. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya pembuktian terbalik dan konsep pertanggungjawaban pidana dalam memberantas korupsi dan pencucian uang, terutama ada kasus penyalahgunaan wewenang oleh aparatur negara.
Pertanggungjawaban pidana merupakan mekanisme hukum yang hanya dapat dijatuhkan apabila terpenuhi unsur perbuatan melawan hukum, kesalahan, kemampuan bertanggung jawab, serta tidak adanya alasan pembenar atau pemaaf.Prinsip geen straf zonder schuld menegaskan bahwa pemidanaan harus didasarkan pada pembuktian kesalahan pelaku melalui unsur actus reus dan mens rea.Dalam tindak pidana korupsi dan pencucian uang, pertanggungjawaban pidana berfungsi untuk menunjukkan adanya penyalahgunaan kewenangan yang disertai kehendak sadar untuk memperoleh dan menyembunyikan keuntungan ilegal.Hal tersebut tercermin dalam perkara Rafael Alun Trisambodo dimana penerimaan gratifikasi dan upaya sistematis menyamarkan asal-usul harta terbukti memenuhi unsur-unsur delik korupsi dan pencucian uang.Putusan Pengadilan Tipikor dan Mahkamah Agung menguatkan bahwa korupsi merupakan delik formil dan bahwa penyalahgunaan jabatan disertai penyamaran aset menunjukkan adanya kesengajaan yang berkelanjutan.Dalam perkara korupsi dan pencucian uang, mekanisme pembuktian terbalik diterapkan sebagai langkah khusus guna menanggulangi sifat kejahatannya yang tersembunyi, kompleks, dan terorganisir, tanpa menghilangkan asas praduga tak bersalah.Meskipun penuntut umum tetap memikul beban utama pembuktian, terdakwa diwajibkan menjelaskan asal-usul harta kekayaannya, terutama terkait gratifikasi dan aset yang tidak tercantum dalam dakwaan.Pembuktian terbalik berfungsi melengkapi kesulitan pembuktian konvensional dalam delik korupsi dan TPPU.Namun, implementasinya masih menghadapi kendala seperti kurangnya pemahaman aparat, keterbatasan bukti permulaan, dan potensi pelanggaran hak terdakwa, sehingga diperlukan peningkatan kompetensi, perbaikan regulasi, dan pengawasan yang lebih ketat.Dalam kasus Rafael Alun penerapan pembuktian terbalik menunjukkan bahwa ketidakmampuan terdakwa membuktikan keabsahan hartanya memperkuat keyakinan hakim bahwa aset tersebut berasal dari tindak pidana, sehingga pembuktian terbalik menjadi instrumen efektif untuk mengungkap kejahatan yang dilakukan secara sistematis dan menyembunyikan hasil kejahatan melalui skema pencucian uang.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan kajian lebih mendalam mengenai efektivitas penerapan mekanisme pembuktian terbalik dalam kasus-kasus korupsi dan pencucian uang, khususnya dalam hal perlindungan hak-hak terdakwa dan penegakan asas praduga tak bersalah. Kedua, penelitian dapat fokus pada analisis perbandingan antara sistem pembuktian terbalik dengan sistem pembuktian konvensional dalam kasus-kasus korupsi dan pencucian uang, untuk mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan masing-masing sistem. Ketiga, penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi-strategi yang dapat digunakan oleh aparat penegak hukum untuk meningkatkan efektivitas penerapan pembuktian terbalik, termasuk melalui peningkatan kompetensi dan pelatihan khusus bagi jaksa, hakim, dan penyidik.
- SISTEM PEMBALIKAN BEBAN PEMBUKTIAN DALAM PENANGANAN PERKARA TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG | Jurnal Locus... doi.org/10.58344/locus.v2i8.1586SISTEM PEMBALIKAN BEBAN PEMBUKTIAN DALAM PENANGANAN PERKARA TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG Jurnal Locus doi 10 58344 locus v2i8 1586
- PEMBUKTIAN TERBALIK PADA TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG | Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum. pembuktian... ejournal.uksw.edu/refleksihukum/article/view/4144PEMBUKTIAN TERBALIK PADA TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG Refleksi Hukum Jurnal Ilmu Hukum pembuktian ejournal uksw edu refleksihukum article view 4144
- Pandemi dan Pertaruhan Peradilan Pidana: Penjaminan Due Process of Law Melalui Zonasi, Transformasi,... journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ipmhi/article/view/53265Pandemi dan Pertaruhan Peradilan Pidana Penjaminan Due Process of Law Melalui Zonasi Transformasi journal unnes ac sju index php ipmhi article view 53265
| File size | 287.92 KB |
| Pages | 20 |
| DMCA | Report |
Related /
UntikaUntika Oleh karena itu, pemerintah harus memastikan implementasi yang efektif, mempertimbangkan dampak lingkungan jangka panjang, dan memperkuat kapasitas masyarakatOleh karena itu, pemerintah harus memastikan implementasi yang efektif, mempertimbangkan dampak lingkungan jangka panjang, dan memperkuat kapasitas masyarakat
UntikaUntika Dalam rumusan tindak pidana dan rumusan pertanggungjawaban pidana pada KUHP Nasional, mengadopsi yang namanya Asas Tiada Pidana Tanpa Kesalahan. BerlakunyaDalam rumusan tindak pidana dan rumusan pertanggungjawaban pidana pada KUHP Nasional, mengadopsi yang namanya Asas Tiada Pidana Tanpa Kesalahan. Berlakunya
UntikaUntika (3) Pelaksanaan sanksi kedisiplinan oleh Dinas PUPR Kabupaten Banggai melalui tahapan pembinaan sampai penindakan dengan melibatkan BKPSDM, Inspektorat,(3) Pelaksanaan sanksi kedisiplinan oleh Dinas PUPR Kabupaten Banggai melalui tahapan pembinaan sampai penindakan dengan melibatkan BKPSDM, Inspektorat,
UntikaUntika Hasil penelitian mengindikasikan bahwa perjanjian nominee merupakan bentuk pelanggaran hukum karena bertentangan dengan Undang-Undang Pokok Agraria (UUHasil penelitian mengindikasikan bahwa perjanjian nominee merupakan bentuk pelanggaran hukum karena bertentangan dengan Undang-Undang Pokok Agraria (UU
UntikaUntika Dalam konteks hukum nasional, regulasi seperti UU ITE, UU TPKS, dan KUHP belum sepenuhnya responsif terhadap kemajuan teknologi AI. Ketiadaan regulasiDalam konteks hukum nasional, regulasi seperti UU ITE, UU TPKS, dan KUHP belum sepenuhnya responsif terhadap kemajuan teknologi AI. Ketiadaan regulasi
UntikaUntika Overclaim adalah salah satu bentuk praktik penyampaian klaim yang berlebihan dan tidak sesuai dengan fakta. Hal ini tidak hanya merugikan konsumen, tetapiOverclaim adalah salah satu bentuk praktik penyampaian klaim yang berlebihan dan tidak sesuai dengan fakta. Hal ini tidak hanya merugikan konsumen, tetapi
UntikaUntika Temuan ini mengindikasikan bahwa keterlibatan mereka dalam memantau proyek fisik dan melaporkan ketidaksesuaian anggaran mampu menekan celah terjadinyaTemuan ini mengindikasikan bahwa keterlibatan mereka dalam memantau proyek fisik dan melaporkan ketidaksesuaian anggaran mampu menekan celah terjadinya
STKIP BIMASTKIP BIMA Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewirausahaan telah mengurangi 43 pengangguran dengan penempatan di bidang pelayanan, promosi, atau pemasaran, sertaHasil penelitian menunjukkan bahwa kewirausahaan telah mengurangi 43 pengangguran dengan penempatan di bidang pelayanan, promosi, atau pemasaran, serta
Useful /
USBIUSBI Analisis dalam penelitian ini menggunakan software SPSS 26. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pada variabel profitabilitas, kepemilikanAnalisis dalam penelitian ini menggunakan software SPSS 26. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pada variabel profitabilitas, kepemilikan
PANCASILAPANCASILA Sistem pengelolaan di Pasar Citayam tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pedagang karena pengelolaan sampah, pembentukan tim kebersihan, danSistem pengelolaan di Pasar Citayam tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pedagang karena pengelolaan sampah, pembentukan tim kebersihan, dan
PANCASILAPANCASILA Kepuasan pelanggan dipengaruhi oleh kualitas pelayanan dan teknologi informasi sebesar 62. 8%, sedangkan 37. 2% dipengaruhi oleh variabel lain di luarKepuasan pelanggan dipengaruhi oleh kualitas pelayanan dan teknologi informasi sebesar 62. 8%, sedangkan 37. 2% dipengaruhi oleh variabel lain di luar
STKIP BIMASTKIP BIMA Hal ini dikarenakan orang tua sudah menempatkan diri sebagai guru selama proses pembelajaran jarak jauh (PJJ), baik mendidik dan mengarahkan, meningkatkanHal ini dikarenakan orang tua sudah menempatkan diri sebagai guru selama proses pembelajaran jarak jauh (PJJ), baik mendidik dan mengarahkan, meningkatkan