IAI TABAHIAI TABAH

Madinah: Jurnal Studi IslamMadinah: Jurnal Studi Islam

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh dzikir terhadap neuroplastisitas otak dan implikasinya terhadap kesehatan mental. Dengan menggunakan metode tafsir tematik, penelitian ini menghimpun dan menganalisis ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan dzikir dan kesehatan mental, serta mengkaji kitab-kitab tafsir sebagai sumber data primer, sedangkan data sekunder diambil dari buku-buku dan artikel jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik dzikir dapat meningkatkan kerja neuroplastisitas otak dengan menghasilkan pembentukan jalur saraf baru yang berhubungan dengan konsentrasi, pengendalian emosi, dan peningkatan kemampuan kognitif. Aktivitas dzikir secara rutin terbukti memperkuat koneksi sinaptik otak dan meningkatkan optimalisasi fungsi otak melalui fokus yang terlibat. Temuan ini menunjukkan adanya konvergensi antara praktik spiritual dan temuan ilmiah, menjadikan dzikir sebagai cara yang efektif untuk meningkatkan kesehatan mental dan kualitas hidup secara menyeluruh.

Dzikir sebagai praktik meditasi Islam memiliki dampak signifikan terhadap neuroplastisitas otak, sehingga meningkatkan kesehatan mental.Dzikir tidak hanya membantu individu mencapai ketenangan jiwa melalui ingatan akan Allah, tetapi juga memiliki implikasi spiritual yang mendalam dengan mendekatkan manusia kepada Sang Pencipta.Penelitian ini menunjukkan bahwa praktik dzikir dapat meningkatkan kemampuan konsentrasi, pengendalian emosi, dan fungsi kognitif, menjadikannya pendekatan terapeutik yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan mental dan kualitas hidup.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi longitudinal untuk menginvestigasi efek jangka panjang dzikir terhadap struktur dan fungsi otak, dengan menggunakan teknik neuroimaging seperti MRI untuk memantau perubahan otak secara dinamis. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi mekanisme neurobiologis spesifik yang mendasari efek dzikir pada otak, misalnya dengan mengukur perubahan kadar neurotransmitter atau aktivitas gelombang otak selama dan setelah praktik dzikir. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi dzikir sebagai intervensi komplementer untuk gangguan mental seperti depresi dan kecemasan, dengan merancang uji klinis terkontrol yang membandingkan efektivitas dzikir dengan terapi konvensional. Dengan menggabungkan pendekatan neurosains dan spiritualitas, penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang manfaat dzikir bagi kesehatan mental dan membuka jalan bagi pengembangan intervensi berbasis bukti yang inovatif.

  1. Improving Brain Neuroplasticity in Concentration, Emotional Control, and Cognitive Power Through Dhikr... doi.org/10.58518/madinah.v12i1.3399Improving Brain Neuroplasticity in Concentration Emotional Control and Cognitive Power Through Dhikr doi 10 58518 madinah v12i1 3399
Read online
File size779.55 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test