IAI TABAHIAI TABAH

Madinah: Jurnal Studi IslamMadinah: Jurnal Studi Islam

Saat ini polemik seputar nasab habib semakin meluas, namun dalam perkembangan saat ini, persoalan nasab ini telah menjadi ajang untuk saling membenci. Oleh karena itu, diperlukan jalan tengah agar perdebatan nasab tidak semakin liar. Al-Quran dapat menjadi solusi untuk mempererat persatuan umat Islam. Dengan menggunakan pendekatan studi kepustakaan dan analisis kritis dalil-dalil Al-Quran, penelitian ini menyelidiki eksklusivitas gelar Habib dalam tradisi dan kontrovesi. Studi ini merekonstruksi tradisi dan kontroversi dengan landasan al-Quran, agar tidak memicu wacana liar yang merusak keharmonisan umat yang telah terbangun.

Penelitian ini menemukan bahwa gelar Habib memiliki akar historis dalam tradisi Hadrami, tetapi klaim eksklusivitasnya telah memicu kontroversi, terutama terkait validitas nasab sebagaimana dikritik KH.Solusi Al-Quran mengedepankan taqwa sebagai dasar pengukuran martabat, bukan garis keturunan.Pendekatan ini merekonsiliasi tradisi dengan prinsip kesetaraan Islam untuk menjaga persatuan umat.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak media sosial terhadap polarisasi wacana nasab Habib, mengkaji implementasi prinsip ukhuwah Islamiyah dalam komunitas lokal, serta menganalisis potensi metode genetika untuk memverifikasi klaim keturunan Alawi. Studi tambahan juga perlu menggali bagaimana nilai-nilai Al-Quran dapat diintegrasikan dalam kurikulum pesantren untuk meminimalisir sentimen tribalistik. Riset sejarah sosiologi yang lebih mendalam tentang peran Habib dalam modernitas Islam turut dianjurkan untuk memperkaya pemahaman kontekstual.

  1. The Exclusivity of the Title Habib: Tradition, Controversy, and the Quranic Solution | Madinah: Jurnal... doi.org/10.58518/madinah.v12i1.3415The Exclusivity of the Title Habib Tradition Controversy and the Quranic Solution Madinah Jurnal doi 10 58518 madinah v12i1 3415
Read online
File size616.9 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test