IAI TABAHIAI TABAH

Madinah: Jurnal Studi IslamMadinah: Jurnal Studi Islam

Homoseksualitas merupakan isu kontemporer yang menimbulkan perdebatan dalam aspek hukum, sosial, dan etika, terutama dalam pandangan ajaran Islam. Artikel ini mengkaji fenomena tersebut melalui pendekatan tafsir tematik (tafsir mawḍūʿī), dengan fokus pada interpretasi Ibnu Katsir terhadap ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan. Menggunakan metode kualitatif dan teknik analisis isi, penelitian ini menelaah bagaimana homoseksualitas dipahami dalam Tafsir Ibnu Katsir. Hasil kajian menunjukkan bahwa Ibnu Katsir memandang homoseksualitas sebagai bentuk penyimpangan moral yang bertentangan dengan fitrah manusia dan hukum Islam. Ia menegaskan keharaman perilaku tersebut serta dampak negatifnya secara spiritual dan sosial. Dalam perspektif moral Islam, homoseksualitas dianggap melanggar prinsip kesucian, martabat, dan tatanan keluarga ideal. Ibnu Katsir mengklasifikasikan perilaku ini sebagai dosa besar (kabāir) dan ancaman terhadap stabilitas masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa dalam pandangan Ibnu Katsir, homoseksualitas tidak hanya melanggar ketentuan syariat, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai etis dan struktur sosial yang dijunjung dalam Islam. Dengan demikian, artikel ini memperkuat pandangan hukum Islam yang mengharamkan homoseksualitas dan menyuarakan urgensi menjaga norma moral serta struktur keluarga sesuai ajaran Islam.

Homosexuality refers to emotional and sexual attraction toward individuals of the same gender.While the specific term homosexuality does not appear in classical Islamic texts, the concept corresponds to liwāṭ, which primarily denotes male same-sex relations.In contemporary discourse, this discussion extends to include bisexual and transgender identities.From an Islamic perspective, homosexuality is considered a major sin (ḥarām), prohibited based on evidence from the Quran, the Prophetic traditions, and the consensus (ijmāʿ) of scholars.The Quranic narrative of Prophet Lūṭs people—featured in Surah Al-Aʿrāf, Ash-Shuʿarāʾ, Al-ʿAnkabūt, and An-Naml—serves as a central reference, illustrating the moral and legal condemnation of such acts.Homosexual behavior is viewed as a deviation from the natural human disposition (fitrah) and a transgression against divine law.Islamic jurists have historically prescribed severe penalties for liwāṭ, with the aim of safeguarding moral order and social stability.The prohibition is grounded not only in theological doctrine but also in considerations of public welfare, human dignity, and generational continuity.Thus, the Islamic stance on homosexuality reflects a holistic moral framework that seeks to uphold ethical integrity while guiding society toward what is perceived as spiritual and social well-being.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, perlu dilakukan kajian mendalam tentang dampak sosial dan psikologis dari perilaku homoseksual dalam konteks masyarakat modern, khususnya di Indonesia. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana stigma dan diskriminasi terhadap komunitas LGBTQ dapat mempengaruhi kesehatan mental dan sosial individu-individu yang terlibat. Kedua, penting untuk meneliti dan menganalisis berbagai interpretasi dan penafsiran terhadap ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan homoseksualitas, termasuk tafsir-tafsir kontemporer yang berusaha menyesuaikan dengan konteks sosial dan budaya saat ini. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan strategi dan program intervensi yang berbasis pada nilai-nilai Islam untuk membantu individu-individu yang terlibat dalam perilaku homoseksual, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan spiritual dan sosial mereka.

  1. Homosexuality in Islamic Perspective: A Legal aAnd Moral Study Based on Ibn Kathir’s Thematic Interpretation... doi.org/10.58518/madinah.v12i1.3576Homosexuality in Islamic Perspective A Legal aAnd Moral Study Based on Ibn KathirAos Thematic Interpretation doi 10 58518 madinah v12i1 3576
Read online
File size959.93 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test