UMSBUMSB

Menara MedikaMenara Medika

Pendahuluan: Berdasarkan data dari organisasi kesehatan dunia (WHO) 99% populasi dunia hidup dan menghirup udara dengan paparan polusi yang melebihi batas aman menurut pedoman WHO. Polusi udara dapat berdampak buruk pada kesehatan terutama pada sistem kardiovaskular. Berbagai penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, gagal jantung, penyakit jantung koroner, aritmia, thrombosis vena, serta permasalahan pada sistem serebrovaskular seperti stroke diketahui berhubungan dengan paparan polusi udara sehari-hari. Tujuan: Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk merangkum bukti literatur terkini tentang polusi udara dan hubungannya dengan penyakit kardiovaskuler. Metode: studi ini merupakan sebuah literature review. Penelusuran literatur menggunakan database dari pubmed dan google scholar. Didapatkan 35 jurnal dalam bahasa inggris. Hasil dan Kesimpulan: paparan polusi udara dapat berdampak buruk pada kesehatan terutama pada sistem kardiovaskular, baik paparan jangka pendek maupun paparan jangka panjang. Berbagai penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, gagal jantung, penyakit jantung koroner, aritmia, thrombosis vena, serta permasalahan pada sistem serebrovaskular seperti stroke diketahui berhubungan dengan paparan polusi udara sehari-hari. Diperlukan upaya yang bersinergis antar negara dan mencangkup setiap lapisan masyarakat untuk menurunkan paparan polusi udara.

Paparan polusi udara dapat berdampak buruk pada kesehatan terutama pada sistem kardiovaskular, baik paparan jangka pendek maupun paparan jangka panjang.Berbagai penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, gagal jantung, penyakit jantung koroner, serta aritmia, permasalahan pada sistem serebrovaskular seperti stroke diketahui berhubungan dengan paparan polusi udara sehari-hari.Meskipun polusi udara dapat dikategorikan sebagai faktor penyebab penyakit yang dapat dimodifikasi, namun diperlukan upaya yang bersinergis antar negara dan mencangkup setiap lapisan masyarakat untuk menurunkan paparan polusi udara.

Saran penelitian selanjutnya meliputi: pertama, melakukan studi kohort longitudinal di negara berpendapatan rendah dan menengah untuk mengkuantifikasi hubungan dosis‑respons antara paparan partikulat halus (PM2.5) serta nitrogen dioksida (NO2) dengan kejadian hipertensi, gagal jantung, dan penyakit kardiovaskular lainnya, serta mengevaluasi perbedaan risiko berdasarkan faktor demografis dan sosial ekonomi; kedua, menguji efektivitas intervensi filtrasi udara berbasis komunitas, seperti penggunaan filter HEPA di rumah tangga dan sekolah, terhadap perubahan biomarker inflamasi, fungsi endotel, dan tekanan darah pada populasi yang terpapar polusi tinggi, dengan desain percobaan terkontrol acak untuk menilai dampak jangka pendek dan jangka panjang; ketiga, menyelidiki mekanisme epigenetik yang dipicu oleh paparan partikel ultrafine pada sel endotel vaskular melalui analisis metilasi DNA, ekspresi microRNA, dan perubahan pada jalur signal transduksi, guna memahami bagaimana polusi udara dapat memicu disfungsi kardiovaskular secara kronis; keempat, mengembangkan model prediksi berbasis pembelajaran mesin yang mengintegrasikan data kualitas udara, faktor risiko individu, dan catatan kesehatan elektronik untuk memproyeksikan beban penyakit kardiovaskular di wilayah perkotaan; kelima, melakukan studi intervensi kebijakan dengan membandingkan dampak pengurangan emisi kendaraan listrik terhadap insiden kejadian kardiovaskular di kota-kota besar, sehingga dapat memberikan bukti empiris bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi pengendalian polusi udara yang efektif.

  1. Short term exposure to air pollution and stroke: systematic review and meta-analysis | The BMJ. short... doi.org/10.1136/BMJ.h1295Short term exposure to air pollution and stroke systematic review and meta analysis The BMJ short doi 10 1136 BMJ h1295
Read online
File size437.26 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test