POLKESBANPOLKESBAN

Media Penelitian dan Pengembangan KesehatanMedia Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gizi dan kesehatan mental di Asia Tenggara, dengan mempertimbangkan faktor budaya, sosial, dan ekonomi yang memengaruhi pola makan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis data sekunder dari berbagai sumber, termasuk laporan WHO, FAO, dan jurnal ilmiah, serta menggunakan perangkat lunak Nvivo 12 Plus untuk analisis tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Indonesia mencatat sedikit penurunan prevalensi gizi buruk dari 8,3% menjadi 6,5%, sedangkan prevalensi gangguan mental tetap berada pada angka 18%. Pola makan tradisional merupakan tema yang paling dominan dengan frekuensi tertinggi (30), yang menunjukkan bahwa pola makan ini sering disebut sebagai pelindung alami terhadap gangguan mental. Ditambah lagi, zat gizi seperti omega-3, vitamin D, magnesium, dan zat besi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesehatan mental. Salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya gangguan mental positif adalah tradisi kuliner yang sangat kuat sehingga menjadi budaya dalam masyarakat. Kondisi ini yang menunjukkan bahwa Indonesia masuk kategori kerawanan pangan dengan skor 8 sehingga berdampak pada kebutuhan gizi dengan kesehatan mental. Penyebabnya adalah urbanisasi Indonesia yang tinggi sehingga berdampak signifikan pada kesehatan mental. Ditambah faktor lain, pola makan tradisional yang kaya nutrisi sering kali digantikan oleh makanan cepat saji yang tinggi gula, garam, dan lemak, yang dapat berkontribusi pada peningkatan prevalensi gangguan mental seperti depresi dan kecemasan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kesehatan mental di Asia Tenggara dipengaruhi oleh dinamika budaya, sosial, dan ekonomi, terutama melalui pola makan tradisional dan perubahan struktur pangan.Meskipun terjadi penurunan prevalensi gizi buruk, gangguan mental tetap menjadi tantangan signifikan.Faktor utama seperti urbanisasi, ketidakamanan pangan, dan pergeseran pola makan modern berkontribusi pada peningkatan risiko kesehatan mental.Studi ini menekankan pentingnya pendekatan budaya dalam kebijakan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran dan intervensi yang efektif.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak spesifik pola makan tradisional terhadap kesehatan mental di berbagai komunitas lokal di Asia Tenggara. 2. Perlu dilakukan analisis mendalam tentang hubungan antara ketidakamanan pangan dan stres psikologis di wilayah perkotaan yang mengalami urbanisasi tinggi. 3. Studi tentang peran teknologi digital dalam mempromosikan konsumsi makanan bernutrisi dan mengurangi dampak negatif pola makan modern terhadap kesehatan mental dapat menjadi arah penelitian baru yang relevan.

  1. "Consumption of Sugar-Sweetened Beverages and Its Potential Health Impl" by Ratu Ayu D. Sartika,... doi.org/10.21109/kesmas.v17i1.5532Consumption of Sugar Sweetened Beverages and Its Potential Health Impl by Ratu Ayu D Sartika doi 10 21109 kesmas v17i1 5532
  2. Cultural and environmental associations with body image, diet and well-being in NCAA DI female distance... bjsm.bmj.com/content/55/8/433Cultural and environmental associations with body image diet and well being in NCAA DI female distance bjsm bmj content 55 8 433
  3. From Engel to Enactivism: Contextualizing the Biopsychosocial Model. engel enactivism model sko na glavni... doi.org/10.31820/ejap.17.2.3From Engel to Enactivism Contextualizing the Biopsychosocial Model engel enactivism model sko na glavni doi 10 31820 ejap 17 2 3
Read online
File size407.85 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test