POLKESBANPOLKESBAN

Media Penelitian dan Pengembangan KesehatanMedia Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, dengan anemia defisiensi besi sebagai jenis yang paling umum. Meskipun Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan penurunan prevalensi anemia dari 23,7% pada tahun 2018 menjadi 16,2% pada tahun 2023, termasuk pada ibu hamil dari 48,9% menjadi 27,7%, angka tersebut masih tergolong tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan konsumsi pangan sumber zat besi dan protein. Mi kering sebagai pangan pokok yang banyak dikonsumsi berpotensi ditingkatkan nilai gizinya melalui substitusi sebagian tepung terigu dengan bahan pangan lokal seperti hati ayam, tepung kacang tunggak, dan tepung ubi jalar yang kaya zat besi, protein, dan karbohidrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formulasi ketiga bahan terhadap mutu mi kering meliputi sifat organoleptik, kandungan zat gizi makro, zat besi, umur simpan, dan harga jual. Penelitian eksperimental dilakukan dengan tiga formulasi hati ayam, tepung kacang tunggak, dan tepung ubi jalar, yaitu F1 (50%:30%:20%), F2 (40%:35%:25%), dan F3 (30%:40%:30%). Hasil uji organoleptik menggunakan metode hedonik yang dilakukan oleh 30 panelis non-standar menunjukkan bahwa formulasi F3 memiliki tingkat penerimaan tertinggi dengan skor 6,20. Analisis zat gizi menunjukkan bahwa mi kering F3 mengandung energi 414 kkal, protein 14,31g, lemak 9,16g, dan karbohidrat 68,58 g per 100g. Selain itu, F3 memiliki daya simpan selama 147 hari pada suhu ruang dan harga jual sebesar Rp6.000 per porsi. Substitusi tepung terigu dengan hati ayam, tepung kacang tunggak, dan tepung ubi jalar dapat meningkatkan nilai gizi mi kering dan berpotensi untuk membantu pencegahan anemia defisiensi besi di Indonesia.

30%) memiliki sifat organoleptik terbaik dengan skor 6,20 dan kandungan gizi yang signifikan, termasuk energi 414 kkal, protein 14,31g, lemak 9,16g, dan karbohidrat 68,58g per 100g.Formulasi ini memenuhi standar kualitas dan layak ditandai sebagai sumber protein serta produk kaya zat besi.Umur simpan mi kering F3 mencapai 147 hari pada suhu ruang.Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas produk ini sebagai intervensi pangan untuk remaja putri dan ibu hamil dalam mencegah anemia defisiensi besi.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang konsumsi mi kering berbasis hati ayam terhadap kadar zat besi pada remaja. 2. Pengembangan formulasi mi kering dengan bahan lokal tambahan untuk meningkatkan nilai gizi lebih lanjut. 3. Studi tentang pengaruh kondisi penyimpanan terhadap umur simpan mi kering untuk memperpanjang daya tahan produk.

  1. Modifikasi Sosis yang Disubtitusi Hati Ayam sebagai Sumber Makanan Kaya Zat Besi untuk Mengatasi Anemia... doi.org/10.28932/jmh.v6i1.8383Modifikasi Sosis yang Disubtitusi Hati Ayam sebagai Sumber Makanan Kaya Zat Besi untuk Mengatasi Anemia doi 10 28932 jmh v6i1 8383
  2. Legume lipoxygenase: Strategies for application in food industry - Shi - 2020 - Legume Science - Wiley... doi.org/10.1002/leg3.44Legume lipoxygenase Strategies for application in food industry Shi 2020 Legume Science Wiley doi 10 1002 leg3 44
Read online
File size324.24 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test