UMSBUMSB

Menara MedikaMenara Medika

Pendahuluan: banyaknya stressor dan tuntutan yang didapatkan mahasiswa dapat menjadi tekanan tersendiri bagi mahasiswa sehingga menyebabkan munculnya stres akibat penyusunan tugas akhir. Tujuan: untuk mengetahui . Metodologi: penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk melihat gambaran secara objektif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa tingkat akhir di FKIP Universitas X dan jumlah sampel yang digunakan adalah 114 orang. Penelitian ini menggunakan instrumen penelitian kuesioner. Hasil ukur tingkat stres berdasarkan Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Hasil: responden menurut tingkat stres yang mayoritas yaitu stres sedang yang berjumlah 71 responden (62,3%), sedangkan stres ringan terdapat 17 responden (14,9%) dan stres berat sebanyak 26 responden (22,8%). Diskusi: civitas akademik dapat memberikan pelatihan cara komunikasi interpersonal yang lebih motivasi, dukungan terhadap mahasiswa tingkat akhir, sehingga stres dapat diminimalisir.

Distribusi responden berdasarkan stres yang terbanyak adalah stres sedang dengan jumlah 71 responden (62,3%).

Penelitian selanjutnya dapat menguji sejauh mana pelatihan komunikasi interpersonal yang terstruktur dapat menurunkan tingkat stres mahasiswa akhir melalui desain percobaan terkontrol randomisasi; selanjutnya, penting untuk menyelidiki peran dukungan sosial yang dirasakan dari keluarga versus teman sebaya dalam memoderasi stres mahasiswa selama semester akhir dengan pendekatan studi longitudinal; terakhir, penelitian dapat mengevaluasi efektivitas intervensi kesehatan mental digital, seperti aplikasi seluler berbasis mindfulness, dibandingkan dengan konseling tradisional dalam mengurangi stres sedang pada mahasiswa tingkat akhir, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai strategi mitigasi stres yang dapat diadopsi oleh institusi pendidikan.

Read online
File size341.38 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test