AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI

Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan HolistikJurnal Keperawatan Dan Kesehatan Holistik

Infeksi Saluran Kemih (ISK) muncul akibat infeksi yang terjadi di saluran kemih atas dan bawah, di mana keberadaan bakteri berkisar sekitar 10,5 koloni per mililiter (CFU/ml) dalam sebuah sampel urine. Untuk menangani keluhan utama yang berupa nyeri, perawat dapat melakukan intervensi dengan terapi farmakologi berupa antibiotik dan non-farmakologi seperti kompres hangat untuk meredakan nyeri, yaitu dengan menerapkan kompres hangat di area yang terasa sakit. Tujuan penulisan karya ilmiah ini agar peneliti dapat memberikan edukasi kesehatan kepada pasien serta menjalankan asuhan keperawatan untuk pasien yang menderita ISK dengan keluhan nyeri akut di RS Kota Kisaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yang berbentuk studi kasus. Hasil diadapatkan bahwa pemberian kompres hangat menggunakan WWZ (warm water zack) atau yang lebih dikenal dengan sebutan buli-buli panas pada area nyeri pasien terbukti mampu menurunkan tingkat nyeri. Pada klien 1, nyeri yang awalnya berada pada skala 6-7 menurun menjadi 3-4, sedangkan untuk klien 2, tingkat nyeri yang awalnya pada skala 5-6 berkurang menjadi 2-3. Diagnosa keperawatan yang teridentifikasi adalah nyeri akut yang berkaitan dengan cedera fisiologis, yang ditunjukkan oleh adanya nyeri saat buang air kecil. Kesimpulannya bahwa pemberian kompres hangat merupakan salah satu metode non-farmakologi yang efektif untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakan oleh klien yang menderita Infeksi Saluran Kemih.

Masalah yang dihadapi oleh kedua pasien tersebut adalah Infeksi Saluran Kemih disertai dengan masalah nyeri akut yang berkaitan dengan cedera fisik, yang ditandai oleh rasa sakit saat berkemih.Dalam waktu 3x24 jam, telah dilakukan intervensi dan tindakan, yaitu dengan memberikan kompres hangat menggunakan kantong air panas pada area yang mengalami nyeri, dan hasil evaluasi menunjukkan bahwa nyeri yang dirasakan oleh kedua pasien tersebut berkurang.Pada pasien 1, awalnya skala nyeri 6-7 turun menjadi 3-4, dan pada pasien 2, yang semula merasakan nyeri pada skala 5-6, berkurang menjadi 2-3.Ini menunjukkan bahwa penggunaan kompres hangat pada bagian yang nyeri efektif dalam mengurangi ketidaknyamanan yang dialami oleh kedua pasien.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada eksplorasi metode non-farmakologi lain seperti akupunktur atau terapi musik untuk mengurangi nyeri akut pada pasien ISK. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang efek jangka panjang penggunaan kompres hangat WWZ pada pasien dengan kondisi kronis. Terakhir, pengembangan program edukasi kesehatan yang komprehensif untuk pasien ISK, termasuk teknik manajemen nyeri sehari-hari, dapat menjadi arah penelitian yang relevan. Saran-saran ini bertujuan untuk memperluas pemahaman tentang alternatif terapi dan meningkatkan kualitas perawatan pasien secara holistik.

Read online
File size215.82 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test