POLKESBANPOLKESBAN

Media Penelitian dan Pengembangan KesehatanMedia Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Limbah B3 medis padat dari rumah sakit berpotensi membahayakan kesehatan dan lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku perawat dalam pemilahan limbah B3 medis padat. Sampel berjumlah 136 diambil dengan teknik proportional sampling, dan data dianalisis menggunakan multiple logistic regression model prediksi dengan tujuan untuk mendapatkan model yang paling baik (fit) yang dapat menggambarkan hubungan variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara sarana dan fasilitas (p=0,003), peran kepala ruangan (p=0,015), ketersediaan informasi (p=0,032), sikap (p=0,045) dan supervisi (p=0,046) dengan perilaku perawat dalam pemilahan limbah B3 medis padat. Variabel paling dominan adalah sarana dan fasilitas (POR=3,463). Manajemen rumah sakit disarankan untuk melengkapi setiap ruang rawat inap dengan fasilitas pemilahan limbah yang sesuai standar (kantong plastik berwarna, safety box), Menarik wadah limbah non-standar dan menggantinya dengan yang sesuai regulasi limbah B3 medis, menyediakan buku saku dan pelatihan rutin tentang limbah B3 medis, serta meningkatkan sosialisasi dan monitoring SOP pemilahan limbah kepada perawat secara berkala. Manajemen limbah B3 padat yang baik di rumah sakit mencegah penularan penyakit, melindungi tenaga kesehatan, menjaga lingkungan, memastikan kepatuhan regulasi, meningkatkan efisiensi, dan membangun kepercayaan masyarakat.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku perawat dalam memilah limbah B3 padat dipengaruhi secara signifikan oleh ketersediaan fasilitas, peran kepala ruangan, informasi yang tersedia, sikap, dan supervisi.Faktor fasilitas menjadi yang paling dominan dalam mempengaruhi perilaku tersebut.Perlu adanya peningkatan fasilitas, pengawasan, penyebaran informasi, dan optimalisasi peran kepala ruangan untuk memastikan kepatuhan terhadap praktik pemilahan limbah yang benar.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi hambatan spesifik yang dihadapi perawat dalam memilah limbah B3, seperti beban kerja yang tinggi atau kurangnya waktu. Kedua, studi intervensi yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat melalui pelatihan yang lebih intensif dan berkelanjutan perlu dilakukan. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali persepsi dan pengalaman perawat terkait praktik pemilahan limbah B3, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor budaya dan organisasi yang dapat mempengaruhi perilaku mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana meningkatkan praktik pengelolaan limbah B3 di rumah sakit, sehingga dapat melindungi kesehatan tenaga kesehatan, pasien, dan lingkungan.

  1. Knowledge, attitude, and factors influencing health care (HCW) waste management among nurses in selected... doi.org/10.33545/surgicalnursing.2022.v4.i2a.98Knowledge attitude and factors influencing health care HCW waste management among nurses in selected doi 10 33545 surgicalnursing 2022 v4 i2a 98
  2. Health Workers’ Attitude Mediates the Relation of Knowledge and Interest in Medical Waste Management... jist.publikasiindonesia.id/index.php/jist/article/view/1106Health WorkersAo Attitude Mediates the Relation of Knowledge and Interest in Medical Waste Management jist publikasiindonesia index php jist article view 1106
  3. Impact of Digital Learning Platforms on Behaviour Change Communication in Public Health Education | Pancasila... risetpress.com/index.php/pancasila/article/view/512Impact of Digital Learning Platforms on Behaviour Change Communication in Public Health Education Pancasila risetpress index php pancasila article view 512
Read online
File size359.66 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test