AL MATANIAL MATANI
JKMI : Jurnal Kemitraan Masyarakat IndonesiaJKMI : Jurnal Kemitraan Masyarakat IndonesiaRekam medis adalah alat merekam, mencatat terjadinya transaksi pelayanan sehingga harus dijaga keamanan dan kerahasiaannya dari bahaya kerusakan. Berdasarkan survei awal yang telah dilakukan di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru bagian unit filing, diambil 10 sampel rekam medis dan dilakukan penelitian, terdapat 4 rekam medis yang kondisi fisiknya tidak baik seperti sampul cover rekam medis yang rusak. Tujuan dari laporan ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kerusakan map rekam medis di ruang filling Rumah Sakit Awal Bros Sudirman Pekanbaru. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Sistem pengelolaan rekam medis di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru pasien mendaftar, rekam medis di ambil, di cek kelengkapannya, di ceklis, di koding, kemudian buat laporan. Dan yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan rekam medis seluruh petugas rekam medis. Kesimpulan dari hasil kegiatan adalah karena berkas yang sudah lama, posisi rak penyimpanan yang padat.
Berdasarkan hasil pembahasan laporan, dapat disimpulkan bahwa penyebab kerusakan fisik map rekam medis adalah karena padatnya rak penyimpanan rekam medis yang jumlahnya terlalu banyak, faktor usia berkas yang sudah lama, dan karena file tersebut sering digunakan.Pengelolaan rekam medis dimulai dari pasien mendaftar lalu petugas mengambil dokumen dengan mengecek kelengkapan, lalu di ceklis di sistem, lalu dikoding kemudian baru membuat laporan.Sarana dan prasarana di ruang filing rumah sakit awal bros pekanbaru terdapat rak terbuka, troly, komputer, scanner dan tangga.
Berdasarkan latar belakang mengenai kepadatan rak penyimpanan dan usia berkas yang lama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas sistem penyimpanan digital rekam medis sebagai alternatif untuk mengurangi risiko kerusakan fisik dan mempermudah akses data. Selain itu, penelitian tentang pengaruh kelembaban dan suhu terhadap kerusakan fisik rekam medis dapat memberikan informasi penting dalam merancang sistem penyimpanan yang lebih optimal. Terakhir, penelitian kualitatif mendalam mengenai persepsi petugas rekam medis terhadap praktik pengelolaan berkas dapat mengidentifikasi peluang peningkatan efisiensi dan kualitas pengelolaan rekam medis secara keseluruhan.
| File size | 591.51 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test serta kuesioner untuk mengukur manfaat pelatihan dan peningkatan pengetahuan peserta sebelumEvaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test serta kuesioner untuk mengukur manfaat pelatihan dan peningkatan pengetahuan peserta sebelum
IJRETINAIJRETINA Metode: Penelitian retrospektif ini melibatkan pasien dengan diagnosis nAMD yang menerima injeksi IVB di Rumah Sakit Rujukan Nasional Cipto MangunkusumoMetode: Penelitian retrospektif ini melibatkan pasien dengan diagnosis nAMD yang menerima injeksi IVB di Rumah Sakit Rujukan Nasional Cipto Mangunkusumo
UMGUMG Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan debugging lebih lanjut dan peningkatan validasi data agar transaksi lebih akurat. Selain itu, pengujianUntuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan debugging lebih lanjut dan peningkatan validasi data agar transaksi lebih akurat. Selain itu, pengujian
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG PMK 24 tahun 2022 menyatakan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kesehatan harus menyelenggarakan rekam medis elektronik sesuai dengan ketentuan dalam PeraturanPMK 24 tahun 2022 menyatakan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kesehatan harus menyelenggarakan rekam medis elektronik sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan
LLDIKTI10LLDIKTI10 Penelitian ini menyimpulkan bahwa purwarupa sistem informasi konsultasi dokter berhasil mempermudah petugas lapas berkonsultasi dengan dokter jarak jauhPenelitian ini menyimpulkan bahwa purwarupa sistem informasi konsultasi dokter berhasil mempermudah petugas lapas berkonsultasi dengan dokter jarak jauh
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Pemerintah telah membentuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 sebagai wujud komitmen konstitusiPemerintah telah membentuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 sebagai wujud komitmen konstitusi
POLTEKKESTASIKMALAYAPOLTEKKESTASIKMALAYA AIDS adalah suatu kumpulan gejala menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh masuknya HIV dalam tubuh seseorang. Tujuan penelitian ini untukAIDS adalah suatu kumpulan gejala menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh masuknya HIV dalam tubuh seseorang. Tujuan penelitian ini untuk
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Saran ini diberikan oleh peneliti agar setiap pasien merasa nyaman dengan informasi yang akurat, manfaat lain yang dapat diperoleh oleh rumah sakit yaituSaran ini diberikan oleh peneliti agar setiap pasien merasa nyaman dengan informasi yang akurat, manfaat lain yang dapat diperoleh oleh rumah sakit yaitu
Useful /
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Desain penelitian adalah desain observasional dengan metode penelitian kuantitatif, menggunakan data sekunder yang didapat dari data rekam medis dan LaporanDesain penelitian adalah desain observasional dengan metode penelitian kuantitatif, menggunakan data sekunder yang didapat dari data rekam medis dan Laporan
AL MATANIAL MATANI Faktor ekstrinsik menunjukkan bahwa kondisi ruang penyimpanan yaitu tidak terdapat atap yang bocor, adanya rembesan air AC di dinding dan lantai, kabelFaktor ekstrinsik menunjukkan bahwa kondisi ruang penyimpanan yaitu tidak terdapat atap yang bocor, adanya rembesan air AC di dinding dan lantai, kabel
POLRAFPOLRAF Dari komponen yang diperoleh maka dilakukan proses perancangan sesuai dengan desain gambar pada mesin pengayak pasir. Pembahasan yang telah dijelaskanDari komponen yang diperoleh maka dilakukan proses perancangan sesuai dengan desain gambar pada mesin pengayak pasir. Pembahasan yang telah dijelaskan
POLRAFPOLRAF 625 (mesin). Sistem transmisi pulley–V-belt mengubah putaran motor menjadi gerak bolak-balik ayakan, menghasilkan pasir halus 80 % dari volume awal dalam625 (mesin). Sistem transmisi pulley–V-belt mengubah putaran motor menjadi gerak bolak-balik ayakan, menghasilkan pasir halus 80 % dari volume awal dalam