UNISMUH PALUUNISMUH PALU

Journal of Public Health and PharmacyJournal of Public Health and Pharmacy

Antiseptik dan desinfektan merupakan komponen penting dalam kebijakan pengendalian infeksi rumah sakit; namun, penggunaannya secara berlebihan dapat menyebabkan resistensi mikroba, yang menjadi perhatian serius di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola konsumsi antiseptik dan desinfektan di berbagai departemen Pusat Rumah Sakit Universitas Tlemcen (CHU), memberikan wawasan mengenai penggunaannya selama periode lima tahun serta mendukung strategi penggunaan yang lebih bertanggung jawab. Data konsumsi Povidone Iodine (PVI) dan berbagai desinfektan dari 20 departemen selama lima tahun (2015–2019) diperoleh dari apotek dan departemen terkait di CHU. Analisis statistik dilakukan menggunakan SPSS versi 25. Uji chi-square digunakan untuk membandingkan data kategorikal, sedangkan ANOVA digunakan untuk menilai tren konsumsi dari waktu ke waktu. Hasil menunjukkan penurunan konsumsi PVI hingga 13,5% pada tahun 2019, sementara penggunaan desinfektan meningkat sebesar 29,1%, kemungkinan besar karena penurunan prosedur pembedahan dan peningkatan rawat inap medis. Pola konsumsi bervariasi di antara departemen, dengan unit pembedahan menunjukkan penggunaan desinfektan yang lebih tinggi dibandingkan layanan medis.

Penelitian ini menunjukkan perlunya mendesak untuk mengatasi penggunaan antiseptik dan desinfektan secara berlebihan di Pusat Rumah Sakit Universitas Tlemcen.Temuan menunjukkan fluktuasi signifikan dalam konsumsi dari tahun ke tahun serta perbedaan penggunaan antardepartemen, yang mencerminkan variasi dalam praktik perawatan dan kebijakan infeksi.Rekomendasi utama meliputi penerapan audit rutin konsumsi antimikroba, penguatan program tata kelola antimikroba, serta pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan guna mencegah resistensi mikroba dan meningkatkan keselamatan pasien.

Pertama, perlu diteliti bagaimana kebijakan pengendalian infeksi yang diterapkan di setiap departemen memengaruhi pola penggunaan antiseptik dan desinfektan, termasuk apakah pedoman nasional atau lokal diikuti secara konsisten, untuk memahami faktor sistemik yang mendorong penggunaan berlebihan. Kedua, penting untuk mengevaluasi efektivitas alternatif yang lebih aman dan berkelanjutan terhadap Povidone Iodine dan desinfektan berbasis amonium kuartener, terutama dalam mengurangi risiko resistensi mikroba dan dampak lingkungan, melalui studi perbandingan di unit dengan beban infeksi tinggi. Ketiga, perlu dikaji bagaimana tingkat pengetahuan, pelatihan, dan kesadaran tenaga kesehatan terkait resistensi antimikroba berkorelasi langsung dengan praktik penggunaan antiseptik dan desinfektan, serta bagaimana intervensi edukatif berbasis bukti dapat mengubah perilaku penggunaan secara nyata dalam jangka panjang. Penelitian-penelitian ini dapat mengisi celah dalam tata kelola praktik infeksi rumah sakit dengan pendekatan yang lebih holistik dan berbasis data lokal, serta mendukung pengembangan protokol yang lebih adaptif dan efisien di rumah sakit serupa di wilayah lain.

Read online
File size387.4 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test