UNISMUH PALUUNISMUH PALU

Journal of Public Health and PharmacyJournal of Public Health and Pharmacy

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penilaian risiko kuantitatif paparan merkuri prenatal dan risiko neurodevelopmental pada bayi. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Analisis statistik konsentrasi Hg pada sampel rambut kulit kepala dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS. Korelasi antara konsentrasi Hg pada rambut kulit kepala dan kosmetik pemutih kulit ditentukan oleh analisis korelasi chi-square, dengan p < 0,05 dianggap signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi bahaya adalah konsentrasi merkuri pada rambut kulit kepala wanita hamil rata-rata 7,04 (rentang 0,18-41,70 ppm), konsentrasi merkuri pada rambut kulit kepala rata-rata 0,71 (rentang 0,24-1,68), dan kosmetik pemutih rata-rata 17,34 (rentang 3,5-86,0 ppm). Karakterisasi bahaya dibagi menurut kategori HBM 3: normal pada 60%, alert pada 15%, dan tinggi pada 25% untuk konsentrasi merkuri pada wanita hamil. Dibandingkan dengan konsentrasi bayi yang dibagi menjadi dua kategori: normal 70% dan alert 30%. Karakterisasi risiko menemukan bahwa sekitar sembilan orang, atau 45% bayi, mengalami risiko gejala neurodevelopmental, dan ibu yang terpapar merkuri berdampak pada bayi mereka. Penelitian ini menyoroti adanya Hg dalam kosmetik pemutih kulit dan akumulasi Hg dalam tubuh manusia melalui aplikasinya. Terdapat korelasi antara merkuri pada rambut kulit kepala wanita hamil dan konsentrasi merkuri pada bayi mereka. Bayi yang terpapar merkuri dengan tingkat konsentrasi alert memiliki risiko neurodevelopmental.

Penelitian ini menyoroti adanya Hg dalam kosmetik pemutih kulit dan akumulasi Hg dalam tubuh manusia melalui aplikasinya.Terdapat korelasi antara merkuri pada rambut kulit kepala wanita hamil dan konsentrasi merkuri pada bayi mereka.Bayi yang terpapar merkuri dengan tingkat konsentrasi alert memiliki risiko neurodevelopmental.Oleh karena itu, lebih baik tidak menggunakan kosmetik pemutih selama periode prenatal karena paparan merkuri dapat memengaruhi bayi.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi risiko neurodevelopmental pada bayi yang terpapar merkuri, seperti pola makan ibu selama kehamilan dan kondisi sosial ekonomi keluarga. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk memantau perkembangan neurobehavioral bayi yang terpapar merkuri dalam jangka waktu yang lebih lama, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang dampak jangka panjang paparan merkuri terhadap perkembangan otak bayi. Ketiga, penelitian intervensi dapat dilakukan untuk menguji efektivitas program edukasi dan konseling bagi ibu hamil tentang bahaya paparan merkuri dari kosmetik dan makanan, serta cara-cara untuk mengurangi risiko paparan tersebut.

Read online
File size320.53 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test