UNIMUSUNIMUS
Med-Com Empowerment JournalMed-Com Empowerment JournalMenurut data Riset Kesehatan Dasar Indonesia tahun 2018, diabetes mellitus umumnya terjadi pada kelompok usia ≥15 tahun. Prevalensi usia <15 tahun hanya 0,00–0,01%, berdasarkan data diagnosis dokter penderita DM dengan katogori usia 15-24 tahun berjumlah 159.014 orang. Terdapat 2 jenis diabetes pada anak dan remaja, yaitu DM tipe-1 dan DM tipe-2. Diabetes melitus tipe 2 yang diderita oleh para remaja dikarenakan faktor konsumtif sehingga cenderung untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan tanpa mengikuti pola hidup sehat. Upaya yang dilakukan agar tidak terjadi peningkatan kadar gula darah yaitu pengetahuan yang cukup, karena pengetahuan merupakan dasar penentuan sikap dan tindakan seseorang, dalam artian tindakan pencegahan DM. Pengetahuan diperlukan untuk meningkatkan self management diabetes agar mencegah komplikasi. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari di SMAIT Harapan Bunda jl. Isbaryadi no. 4, Pedurungan Lor, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan tersebut bertujuan untuk skrining awal siswa, terdiri dari beberapa tahapan yaitu peserta kegiatan melakukan pengisian kuesioner Tingkat Pengetahuan tentang DM DKQ-24 (Diabetes Knowledge Questionaire) dan Kuesioner Perilaku Self-Management Diabetes Mellitus (SMDM). Kegiatan dilanjutkan dengan melakukan penyuluhan tentang DM pada remaja dan pemeriksaan kadar gula darah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 65 siswa SMAIT Harapan Bunda Semarang dari kelas X-XII. Didapatkan siswa yang terdeteksi kadar gula darah sewaktu >140mg/dL sebanyak 2 siswa sehingga masuk dalam kategori risiko terkena DM. Sebagian besar masuk dalam kategori memiliki pola makan yang buruk. Tingkat pengetahuan kategori rata-rata cukup sebelum penyuluhan dan meningkat menjadi rata-rata baik setelah penyuluhan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan 65 siswa SMAIT Harapan Bunda Semarang dari kelas X-XII.Serangkaian kegiatan berjalan lancar sesuai tujuan, yaitu skrining awal prediabetes dan diabetes mellitus pada remaja.Hasil skrining menunjukkan bahwa dua siswa terdeteksi memiliki kadar gula darah sewaktu di atas 140mg/dL, mengindikasikan risiko terkena DM, dan sebagian besar siswa memiliki pola makan yang buruk.Tingkat pengetahuan siswa mengenai diabetes mellitus meningkat dari kategori cukup sebelum penyuluhan menjadi baik setelah penyuluhan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi longitudinal untuk memantau perkembangan kadar gula darah siswa yang terdeteksi berisiko, serta efektivitas intervensi gaya hidup yang diberikan. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat menggali faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi pola makan buruk pada remaja, seperti pengaruh lingkungan sosial, budaya, dan ketersediaan makanan sehat. Ketiga, pengembangan dan evaluasi program edukasi diabetes mellitus yang lebih komprehensif dan interaktif, dengan melibatkan partisipasi aktif siswa dan orang tua, dapat menjadi arah penelitian yang menjanjikan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pencegahan dan penanganan diabetes mellitus pada remaja, serta berkontribusi pada peningkatan kesehatan generasi muda.
- | DMSO | Dove Medical Press. dmso dove medical press doi.org/10.2147/DMSO.S67400DMSO Dove Medical Press dmso dove medical press doi 10 2147 DMSO S67400
- Pengaruh Pola Makan Terhadap Potensi Resiko Penyakit Diabetes Melitus | Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia.... doi.org/10.35311/jmpi.v5i01.43Pengaruh Pola Makan Terhadap Potensi Resiko Penyakit Diabetes Melitus Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia doi 10 35311 jmpi v5i01 43
- Age-Related Changes in Glucose Metabolism, Hyperglycemia, and Cardiovascular Risk. age related changes... ahajournals.org/doi/epub/10.1161/CIRCRESAHA.118.312806Age Related Changes in Glucose Metabolism Hyperglycemia and Cardiovascular Risk age related changes ahajournals doi epub 10 1161 CIRCRESAHA 118 312806
- Hubungan Tingkat Pengetahuan Diabetes Mellitus Terhadap Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus di... ejurnal.ung.ac.id/index.php/ijpe/article/view/19052Hubungan Tingkat Pengetahuan Diabetes Mellitus Terhadap Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus di ejurnal ung ac index php ijpe article view 19052
| File size | 478.19 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
IIESECOREIIESECORE Namun, karena penelitian ini mengandalkan persepsi guru dan analisis deskriptif, hasilnya harus ditafsirkan sebagai bukti implementasi yang baik, bukanNamun, karena penelitian ini mengandalkan persepsi guru dan analisis deskriptif, hasilnya harus ditafsirkan sebagai bukti implementasi yang baik, bukan
BSIBSI Hasil pengujian menunjukkan akurasi sistem 80. 6%, dengan sensitivitas 68. 4% dan spesifisitas 84. 2%. Validasi dengan dataset Kaggle memperkuat reliabilitasHasil pengujian menunjukkan akurasi sistem 80. 6%, dengan sensitivitas 68. 4% dan spesifisitas 84. 2%. Validasi dengan dataset Kaggle memperkuat reliabilitas
UNISIUNISI CBA menyediakan data kuantitatif yang memperkuat akuntabilitas, sedangkan akuntabilitas memastikan bahwa program dilakukan secara terbuka dan bertanggungCBA menyediakan data kuantitatif yang memperkuat akuntabilitas, sedangkan akuntabilitas memastikan bahwa program dilakukan secara terbuka dan bertanggung
BDKJAKARTABDKJAKARTA Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman dan praktik guru dalam mengimplementasikan 24 Profil Leadership Curriculum (Kurikulum kepemimpinan)Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman dan praktik guru dalam mengimplementasikan 24 Profil Leadership Curriculum (Kurikulum kepemimpinan)
UIN SUSKAUIN SUSKA Pengembangan PAUD berbasis pesantren dapat dilakukan melalui pemilihan guru dari alumni pesantren, penyusunan kurikulum kolaboratif antara pemerintah danPengembangan PAUD berbasis pesantren dapat dilakukan melalui pemilihan guru dari alumni pesantren, penyusunan kurikulum kolaboratif antara pemerintah dan
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Evaluasi Context program pendidikan kecakapan wirausaha food and beverage di SKB Purwokerto berjalan dengan baikHasil penelitian menunjukan bahwa (1) Evaluasi Context program pendidikan kecakapan wirausaha food and beverage di SKB Purwokerto berjalan dengan baik
UNIMUSUNIMUS Upaya yang dapat dilakukan untuk keseluruhan hal tersebut adalah edukasi persiapan kehamilan dan pencegahan resiko tinggi dengan deteksi dini pada perempuanUpaya yang dapat dilakukan untuk keseluruhan hal tersebut adalah edukasi persiapan kehamilan dan pencegahan resiko tinggi dengan deteksi dini pada perempuan
UNNUUNNU Pendidikan kesehatan ini dapat meningkatkan pemahaman remaja, sehingga diharapkan dapat mengurangi angka kejadian diare dan meningkatkan kualitas hidupPendidikan kesehatan ini dapat meningkatkan pemahaman remaja, sehingga diharapkan dapat mengurangi angka kejadian diare dan meningkatkan kualitas hidup
Useful /
UNIMUSUNIMUS Edukasi dan pelayanan langsung di tempat kerja terbukti efektif dalam meningkatkan kesehatan reproduksi wanita usia subur di UKM Garmen. Kolaborasi antaraEdukasi dan pelayanan langsung di tempat kerja terbukti efektif dalam meningkatkan kesehatan reproduksi wanita usia subur di UKM Garmen. Kolaborasi antara
UNIMUSUNIMUS Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD), meliputi pemberian informasi, dan implementasi FGD. Hasil menunjukkan bahwa masih adanya perbedaanMetode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD), meliputi pemberian informasi, dan implementasi FGD. Hasil menunjukkan bahwa masih adanya perbedaan
UNIMUSUNIMUS Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan santri putri tentang pentingnya stretching, mencegah berat badan berlebih pada santriTujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan santri putri tentang pentingnya stretching, mencegah berat badan berlebih pada santri
UNMUNM Sedangkan Belajar bahasa dilakukan secara formal dalam setting yang formal pula, misalnya pembelajaran bahasa dalam kelas. Tidak penting belajar dimanapunSedangkan Belajar bahasa dilakukan secara formal dalam setting yang formal pula, misalnya pembelajaran bahasa dalam kelas. Tidak penting belajar dimanapun