UNIMUSUNIMUS

Med-Com Empowerment JournalMed-Com Empowerment Journal

Dampak obesitas cukup luas terhadap berbagai penyakit kronik degeneratif seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, stroke, kanker dan diabetes tipe 2 serta kelainan tulang, obesitas berdampak terhadap biaya kesehatan baik yang langsung maupun yang tidak langsung termasuk dapat berpengaruh pada masalah kesehatan jiwa. Berdasarkan data bahwa jumlah orang yang terkena penyakit obesitas di Wilayah Kerja Puskesmas Benda Baru berjumlah 4.975 orang dan yang terkena penyakit kesehatan jiwa di Wilayah Kerja Puskesmas Benda Baru berjumlah 72 orang. Metode Menentukan prioritas masalah dilakukan dengan cara penilaian scoring dengan menggunakan metode tabel Multiple Criteria Utility Assesment (MCUA). Teknik pengumpulan data kelompok kami yaitu dengan menggunakan kuesioner dan disebar kepada 100 responden yang bersedia dan bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Benda Baru. Hasil Kegiatan Intervensi Kurangnya kesadaran diri sendiri juga lingkungan terhadap kontrol kesehatan secara berkala untuk melakukan pengontrolan obesitas dan kesehatan jiwa secara rutin adalah salah satu penyebab meningkatnya prevalensi obesitas juga gangguan kesehatan jiwa di Tangerang Selatan, khususnya Wilayah Benda Baru.

Kegiatan penyuluhan tentang masalah obesitas dan kesehatan jiwa yang dilaksanakan di lapangan Rt.05/01 Kelurahan Benda Baru pada tanggal 24 November 2024.Penyuluhan yang diberikan pada para peserta mencangkup informasi mengenai pengertian obesitas, penyebab obesitas, upaya mengatasi obesitas, bahaya obesitas, pola makan penderita obesitas, pengertian kesehatan jiwa, kategori kesehatan jiwa, gejala kesehatan jiwa pencegahan kesehatan jiwa dan melakukan senam sehat bersama.Dalam kegiatan ini juga kami melakukan pengisian lembar pre-test dan post-test.Hasil kegiatan intervensi menunjukan adanya peningkatan pengetahuan tentang masalah obesitas dan kesehatan jiwa yang dapat dilihat melalui proses tanya jawab dan doorprize yang dilakukan dan du jawab dengan antusias dan benar oleh audiens dan para peserta.Kurangnya kesadaran diri sendiri juga lingkungan terhadap kontrol kesehatan secara berkala untuk melakukan pengontrolan obesitas dan kesehatan jiwa secara rutin adalah salah satu penyebab meningkatnya prevalensi obesitas juga gangguan kesehatan jiwa di Tangerang Selatan, khususnya Wilayah Benda Baru.Selain kurangnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan secara rutin, Indonesia, khususnya wilayah Benda Baru masih kekurangan dukungan fasilitas untuk menagani masalah gangguan kesehatan jiwa.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor sosial budaya yang mempengaruhi perilaku makan dan aktivitas fisik di wilayah Benda Baru, mengingat gaya hidup menjadi penyebab utama obesitas. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain kohort dapat dilakukan untuk menguji efektivitas intervensi berbasis masyarakat dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku sehat terkait obesitas dan kesehatan jiwa. Ketiga, penelitian kualitatif dengan pendekatan grounded theory dapat digunakan untuk memahami pengalaman dan persepsi masyarakat terkait stigma terhadap gangguan kesehatan jiwa, sehingga dapat dirumuskan strategi intervensi yang lebih tepat sasaran.

  1. Epidemi obesitas dan dampaknya terhadap status kesehatan masyarakat serta sosial ekonomi bangsa | Majalah... jurnalmka.fk.unand.ac.id/index.php/art/article/view/612Epidemi obesitas dan dampaknya terhadap status kesehatan masyarakat serta sosial ekonomi bangsa Majalah jurnalmka fk unand ac index php art article view 612
  2. Behavioral and Dietary Risk Factors for Noncommunicable Diseases | New England Journal of Medicine. behavioral... nejm.org/doi/10.1056/NEJMra1203528Behavioral and Dietary Risk Factors for Noncommunicable Diseases New England Journal of Medicine behavioral nejm doi 10 1056 NEJMra1203528
Read online
File size574.86 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test