ITSCIENCEITSCIENCE
Health Community ServiceHealth Community ServiceAnak merupakan individu yang berada dalam satu rentang perubahan perkembangan yang dimulai dari bayi hingga remaja. Dalam proses berkembang anak memiliki ciri fisik, kognitif, konsep diri, pola koping dan perilaku sosial. Anak sangat rentan terhadap risiko terjadinya penyakit seperti cacingan dan kurangnya nutrisi, maka anak yang sehat adalah yang nutrisi tercukupi dan tidak mudah terserang penyakit seperti cacingan. Maka perlua adanya edukasi dan peningkatan pengetahuan anak tetang nutris dan cacingan Tujuan kegiatan ini untuk mengedukasi anak mengenai bagaimana cara meningkatkan nutrisi serta pencegahan penyakit cacingan dan diharapkan kegiatan ini bermanfaat bermanfaat bagi anak anak yang sedang dalam masa pertumbuhan dan banyak keingintahuan, banyak petualang dan cenderung berani tanpa memikirkan resiko terhadap diri sendiri dan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di SD Negeri 115 Palembang. Setelah penentuan lokasi kegiatan, dilakukan penjajagan kesediaan pelaksanaan kegiatan dengan pengiriman surat permohonan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang ditujukan kepada Kepala Sekolah. Berdasarkan surat tersebut, Kepala Sekolah memberikan ijin untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di sekolah tersebut pada tanggal 13 Mei 2023. Kegiatan pengabdian kepada Masayarakat telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Mei 2023 Pukul 08.00 s.d 10.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 117 orang siswa kelas 6. Hasil kegiatan diharapkan meningkatkan pengetahuan siswa tentang nutrisi dan pencegahan risiko penyakit cacingan.
Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan lancar dan berhasil meningkatkan pengetahuan anak‑anak SD tentang pentingnya pola makan sehat serta pencegahan penyakit cacingan.Anak‑anak memperoleh informasi mengenai kebutuhan nutrisi pada masa pertumbuhan dan cara mencegah cacingan, termasuk praktik mencuci tangan sesuai standar WHO.Respon positif dari pihak sekolah dan siswa menunjukkan manfaat edukasi ini bagi kesehatan anak.
Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas program edukasi gizi dan pencegahan cacingan dengan desain eksperimental berkelompok, dimana dua sekolah diberikan intervensi berbeda dan hasil pengetahuan serta status gizi anak diukur sebelum dan sesudah intervensi. Selain itu, diperlukan studi longitudinal untuk meneliti dampak jangka panjang pengetahuan yang diperoleh pada kebiasaan makan dan frekuensi infeksi cacingan selama satu tahun, serta faktor‑faktor yang mempengaruhi keberlanjutan perilaku sehat di lingkungan rumah. Selanjutnya, penelitian kualitatif yang melibatkan orang tua, guru, dan tenaga kesehatan dapat mengidentifikasi hambatan budaya, ekonomi, dan infrastruktur dalam pelaksanaan program sanitasi dan asupan nutrisi, sehingga dapat dirumuskan strategi komunikasi yang lebih tepat sasaran. Dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, diharapkan hasil penelitian dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih komprehensif untuk meningkatkan status gizi dan mengurangi prevalensi cacingan pada anak‑anak sekolah dasar di wilayah‑wilayah berisiko tinggi.
| File size | 134.69 KB |
| Pages | 3 |
| DMCA | Report |
Related /
SARIPEDIATRISARIPEDIATRI Tujuan. Mengetahui faktor risiko kejadian laringomalasia pada anak yang menjalani fiberoptic laryngoscopy (FOL) di RSUP Dr. M. Djamil, Padang. Metode.Tujuan. Mengetahui faktor risiko kejadian laringomalasia pada anak yang menjalani fiberoptic laryngoscopy (FOL) di RSUP Dr. M. Djamil, Padang. Metode.
HTPHTP Hasil regresi logistik ganda menunjukan hubungan lingkar pinggang, jenis kelamin dan umur dengan kejadian hiperkolesterolemia setelah dikontrol oleh aktifitasHasil regresi logistik ganda menunjukan hubungan lingkar pinggang, jenis kelamin dan umur dengan kejadian hiperkolesterolemia setelah dikontrol oleh aktifitas
HTPHTP Saran dalam penelitian ini ialah agar mahasiwa menerapkan perilaku CERDIK untuk mencegah penyakit tidak menular dan kepada universitas hang tuah pekanbaruSaran dalam penelitian ini ialah agar mahasiwa menerapkan perilaku CERDIK untuk mencegah penyakit tidak menular dan kepada universitas hang tuah pekanbaru
HTPHTP Obesitas remaja faktor utamanya disebabkan oleh asupan makan yang berlebih. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan asupan energi dan asupanObesitas remaja faktor utamanya disebabkan oleh asupan makan yang berlebih. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan asupan energi dan asupan
UDBUDB Penelitian dilaksanakan di desa Toriyo Sukoharjo. Desain penelitian menggunakan Quasy Experimental. Variabel independen adalah Penyuluhan, variabel dependenPenelitian dilaksanakan di desa Toriyo Sukoharjo. Desain penelitian menggunakan Quasy Experimental. Variabel independen adalah Penyuluhan, variabel dependen
UNDIPUNDIP Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah potong lintang dengan pendekatan korelasional. Sebanyak 263 peserta laki-laki dan perempuan memberikanMetode: Desain penelitian yang digunakan adalah potong lintang dengan pendekatan korelasional. Sebanyak 263 peserta laki-laki dan perempuan memberikan
UTUUTU Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara pola konsumsi camilan dan status gizi pada siswa Sekolah Dasar Paya Peunaga,Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara pola konsumsi camilan dan status gizi pada siswa Sekolah Dasar Paya Peunaga,
NINETYJOURNALNINETYJOURNAL Data yang terkumpul diproses melalui tahapan case folding, tokenizing, dan penghapusan simbol, sebelum dilatih menggunakan algoritma neural network. HasilData yang terkumpul diproses melalui tahapan case folding, tokenizing, dan penghapusan simbol, sebelum dilatih menggunakan algoritma neural network. Hasil
Useful /
SARIPEDIATRISARIPEDIATRI 1-3 Rasio SLE pada perempuan lebih sering terjadi, dengan rasio insidens yang meningkat setelah masa pubertas. Meskipun harapan hidup pasien SLE anak mengalami1-3 Rasio SLE pada perempuan lebih sering terjadi, dengan rasio insidens yang meningkat setelah masa pubertas. Meskipun harapan hidup pasien SLE anak mengalami
UNDIPUNDIP 049 pasien. Kelompok placebo terbesar terdiri dari 1. 628 peserta, sedangkan kelompok terkecil adalah mebo dengan 10 peserta. Analisis heterogenitas dan049 pasien. Kelompok placebo terbesar terdiri dari 1. 628 peserta, sedangkan kelompok terkecil adalah mebo dengan 10 peserta. Analisis heterogenitas dan
UNDIPUNDIP Meskipun terjadi perkembangan dalam infrastruktur kesehatan, tantangan tetap ada dalam mengurangi tingkat kematian ibu dan bayi baru lahir, dengan beratMeskipun terjadi perkembangan dalam infrastruktur kesehatan, tantangan tetap ada dalam mengurangi tingkat kematian ibu dan bayi baru lahir, dengan berat
UNMUNM Penelitian dilakukan pada 35 siswa kelas IX (dibagi menjadi tujuh kelompok) di SMP Negeri di Bandung, Indonesia, menggunakan metode kualitatif termasukPenelitian dilakukan pada 35 siswa kelas IX (dibagi menjadi tujuh kelompok) di SMP Negeri di Bandung, Indonesia, menggunakan metode kualitatif termasuk