JURNALASPIKOMJURNALASPIKOM

Jurnal ASPIKOMJurnal ASPIKOM

Konflik antara PT Vale Indonesia dan Komunitas Kuari di Kabupaten Luwu Timur menunjukkan benturan antara hak-hak hukum perusahaan untuk menambang lahan dan ketergantungan masyarakat setempat terhadap lahan yang sama untuk perumahan dan mata pencaharian. Penelitian ini menyelidiki dinamika komunikasi di balik konflik melalui metode studi kasus kualitatif, menggunakan teknik wawancara mendalam dengan 12 informan dari perusahaan, pemerintah setempat, dan komunitas. Hasilnya menunjukkan bahwa pertemuan formal yang diadakan melalui dialog formal dan informal memfasilitasi dialog tentang akses dan penggunaan lahan. Pergeseran sikap sebagian masyarakat dari protes menjadi keterlibatan terbatas menunjukkan efektivitas dialog. Meskipun demikian, kontradiksi inti antara legalitas yang disahkan negara dan pengakuan berbasis komunitas tetap ada. Dengan menerapkan Teori Dialektika Relasional, penelitian ini menunjukkan bagaimana diskursus yang tidak setara membentuk interaksi antara komunitas dan perusahaan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan dialog inklusif dan pengakuan terhadap pengelolaan lahan berbasis komunitas untuk mempromosikan hubungan yang lebih stabil dan adil antara perusahaan dan komunitas.

Studi ini menemukan bahwa konflik antara PT Vale dan Komunitas Kuari berasal dari ketegangan berkelanjutan mengenai legitimasi klaim lahan dan pandangan yang bertentangan tentang dampak penghidupan akibat operasi penambangan.Komunitas menghadapi pembatasan dalam mengakses lahan pertanian, paparan terhadap bahaya lingkungan seperti longsor, dan partisipasi minimal dalam proses pengambilan keputusan, semuanya telah berkontribusi pada ketidakpercayaan yang berkelanjutan meskipun inisiatif perusahaan dalam dialog dan keterlibatan sosial.Dengan menerapkan Teori Dialektika Relasional (RDT), penelitian ini menekankan bahwa kontradiksi dalam hubungan antara korporasi dan komunitas lokal adalah inherent dan harus ditangani melalui komunikasi.Meskipun PT Vale telah melakukan dialog dan program pemberdayaan komunitas, masalah partisipasi yang tidak setara dan kekurangan kepercayaan tetap terlihat.Secara metodologis, studi ini memperkuat relevansi studi kasus kualitatif dalam memeriksa konflik kompleks di pengaturan organisasi.Secara teoritis, penelitian ini memperluas penerapan RDT ke interaksi institusional dan korporasi-komunitas yang lebih luas.Untuk menghindari kekambuhan konflik, penelitian ini mengusulkan agar PT Vale mengakui ketergantungan komunitas terhadap lahan dengan menerapkan solusi yang tidak bergantung pada kepemilikan hukum.Pendekatan yang mungkin adalah menawarkan hak penggunaan lahan bersyarat, memungkinkan warga untuk mempertahankan akses untuk kegiatan penghidupan, atau mengalokasikan lahan alternatif sebagai ganti area yang ditutupi oleh kontrak perusahaan.Tindakan ini, ketika didukung oleh kesepakatan yang transparan dan mekanisme inklusif, dapat membantu membangun kembali kepercayaan dan mendukung koeksistensi yang lebih berkelanjutan dan adil.

Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut dampak sosial dan ekonomi konflik penambangan, dengan fokus pada bagaimana konflik ini mempengaruhi kehidupan dan mata pencaharian masyarakat setempat. Penelitian ini dapat menyelidiki strategi adaptasi dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi tantangan yang dibawa oleh operasi penambangan. (2) Mengeksplorasi peran dan pengaruh teknologi dalam komunikasi konflik penambangan. Penelitian dapat menyelidiki bagaimana teknologi, seperti media sosial dan platform digital, dapat digunakan untuk meningkatkan keterlibatan dan partisipasi masyarakat dalam dialog dengan perusahaan penambangan. (3) Mempelajari peran dan tantangan pihak ketiga dalam mediasi konflik penambangan. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana pihak ketiga, seperti LSM atau organisasi internasional, dapat membantu memfasilitasi dialog yang inklusif dan adil antara perusahaan penambangan dan komunitas setempat, serta bagaimana mereka dapat membantu membangun kembali kepercayaan dan hubungan yang lebih harmonis.

  1. Relational Dialectics Theory. relational dialectics theory doi.org/10.1111/jftr.12405Relational Dialectics Theory relational dialectics theory doi 10 1111 jftr 12405
  2. MASALAH KONFLIK PERTAMBANGAN DI INDONESIA MINING CONFLICT ISSUES IN INDONESIA | Fauzi | Jurnal Kolaborasi... jurnal.unpad.ac.id/jkrk/article/view/53283MASALAH KONFLIK PERTAMBANGAN DI INDONESIA MINING CONFLICT ISSUES IN INDONESIA Fauzi Jurnal Kolaborasi jurnal unpad ac jkrk article view 53283
  1. #keterlibatan komunitas#keterlibatan komunitas
  2. #pengelolaan lahan#pengelolaan lahan
Read online
File size789.14 KB
Pages16
Short Linkhttps://juris.id/p-2AC
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test