STIKESCOLUMBIASIAMDNSTIKESCOLUMBIASIAMDN

VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan UmumVitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum

Resusitasi merupakan sebuah upaya menyediakan oksigen ke otak, jantung dan organ-organ vital lainnya melalui sebuah tindakan yang meliputi pemijatan jantung dan menjamin ventilasi yang adekuat. Angka kematian bayi (AKB) atau Infant Mortality Rate (IMR) adalah jumlah kematian bayi di bawah usia 1 tahun per 1000 kelahiran hidup. Penyebab terbanyak kematian bayi dan balita adalah gangguan perinatal dan penyakit system pernafasan, bayi berat badan lahir rendah (BBLR), asfiksia pada bayi baru lahir, kejang, sesak nafas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan perawat tentang resusitasi jantung paru pada neonatus yang mengalami kegawatan pernafasan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif, populasi dan sampel pada penelitian ini adalah seluruh perawat yang bertugas di Ruangan neonatus yang berjumlah 15 orang perawat yang diambil dengan tehnik total sampling, hasil penelitian ini didapat pengetahuan perawat tentang resusitasi jantung paru, yaitu pengetahuan baik sebanyak 9 orang perawat (60%) dan pengetahuan cukup sebanyak 6 orang perawat (40%). Maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan perawat tentang resusitasi jantung paru di ruang neonatus baik. Diharapkan kepada perawat agar lebih meningkatkan lagi pengetahuan perawat tentang resusitasi jantung paru, dan mengikuti pelatihan resusitasi sehingga pengetahuan perawat lebih baik lagi, dan penelitian ini dapat menambah wawasan bagi instansi pendidikan hingga dapat memotivasi mahasiswa perawat dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan perawat tentang resusitasi.

Bayi baru lahir (neonatus) adalah bayi usia 0 - 28 hari selama satu jam pertama kelahiran, masa ini sebagai masa terjadinya kehidupan yang baru dalam ekstra uteri.Proses adaptasi tersebut dimulai dari aktivitas pernafasan sekitar 35-50 kali permenit, denyut jantung sekitar 120 –160 kali permenit.Peningkatan angka kematian bayi salah satu disebabkan keterlambatan dalam melakukan resusitasi awal.Kompetensi perawat yang meliputi pendidikan, pengetahuan dan keterampilan harus dimiliki oleh perawat dalam melaksanakan praktik keperawatan secara aman dan bertanggung jawab pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan.Kepatuhan perawat menerapkan standar pelayanan berdampak dan mempunyai daya ungkit terhadap kualitas pelayanan antenatal yang selanjutnya berkontribusi terhadap penurunan angka morbiditas dan mortalitas pada ibu dan bayi.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi efektivitas pelatihan resusitasi jantung paru berbasis teknologi interaktif untuk meningkatkan keterampilan perawat. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang pengaruh faktor psikologis perawat, seperti stres atau kelelahan, terhadap kualitas tindakan resusitasi. Terakhir, penelitian dapat mengkaji perbedaan hasil resusitasi antara perawat yang memiliki pengalaman kerja lebih dari 5 tahun dengan yang masih di bawah 5 tahun, untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan berkelanjutan.

  1. Pengetahuan Perawat tentang Resusitasi Jantung Paru di Ruang Neonatus Rumah Sakit | VitaMedica : Jurnal... doi.org/10.62027/vitamedica.v2i2.146Pengetahuan Perawat tentang Resusitasi Jantung Paru di Ruang Neonatus Rumah Sakit VitaMedica Jurnal doi 10 62027 vitamedica v2i2 146
  1. #demam berdarah#demam berdarah
  2. #pasien rawat#pasien rawat
Read online
File size392.94 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2Ax
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test