WIRARAJAWIRARAJA

Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan)Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan)

Stunting merupakan kondisi kegagalan pertumbuhan pada balita. Hasil survei SSGI 2022 menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Indonesia mencapai 21,6 %. Data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan 2022 menunjukkan angka 24,6 %, sedangkan Data Dinas Kesehatan Hulu Sungai Selatan 2022 menunjukkan 4,53 %. Dari 21 Puskesmas di wilayah HSS, Puskesmas Gambah menempati peringkat pertama dengan tingkat stunting tertinggi sebesar 11,60 %. Stunting tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal melainkan oleh faktor multifaktorial. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor‑faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Gambah tahun 2022. Penelitian kuantitatif dengan desain studi kasus‑kontrol, menggunakan uji chi‑square dan odds ratio. Sampel terdiri dari 120 balita (40 kasus dan 80 kontrol). Hasil menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting meliputi berat badan lahir (p‑value 0,022, OR 3,381), menyusui eksklusif (p‑value 0,000, OR 5,741), tingkat pendidikan ibu (p‑value 0,015, OR 5,444), riwayat usia kehamilan (p‑value 0,000, OR 9,736), dan status gizi ibu (p‑value 0,006, OR 8,273).

Stunting pada balita tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal melainkan oleh kombinasi faktor multifaktorial.Berdasarkan hasil analisis kasus‑kontrol, faktor‑faktor signifikan yang meningkatkan risiko stunting meliputi berat badan lahir rendah, tidak menyusui secara eksklusif, tingkat pendidikan ibu yang rendah, riwayat kehamilan prematur, serta status gizi ibu yang tidak memadai selama kehamilan.Oleh karena itu, intervensi multidimensi yang memperbaiki masing‑masing faktor tersebut diperlukan untuk menurunkan prevalensi stunting di wilayah kerja Puskesmas Gambah.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji secara longitudinal apakah perbaikan status gizi ibu selama kehamilan berhubungan dengan penurunan kejadian stunting pada anak hingga usia lima tahun, sehingga dapat menilai efek jangka panjang intervensi nutrisi. Selain itu, studi kualitatif yang mengeksplorasi pengetahuan, sikap, dan hambatan ibu terhadap praktik menyusui eksklusif dapat memberikan wawasan mendalam untuk merancang program edukasi yang lebih efektif. Selanjutnya, uji coba terkontrol secara acak (RCT) yang membandingkan paket intervensi terpadu—meliputi suplementasi gizi, pelatihan pemberian ASI eksklusif, dan peningkatan pendidikan ibu—dengan layanan standar dapat mengidentifikasi kombinasi strategi paling efisien dalam menurunkan prevalensi stunting di wilayah Gambah.

  1. The Indonesian Journal of Health Science. vol indonesian journal health science doi https ijhs v12i1... jurnal.unmuhjember.ac.id/index.php/TIJHS/issue/view/314The Indonesian Journal of Health Science vol indonesian journal health science doi https ijhs v12i1 jurnal unmuhjember ac index php TIJHS issue view 314
  2. A review of child stunting determinants in Indonesia - Beal - 2018 - Maternal & Child Nutrition -... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/mcn.12617A review of child stunting determinants in Indonesia Beal 2018 Maternal Child Nutrition onlinelibrary wiley doi 10 1111 mcn 12617
Read online
File size897.85 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test