SARI MUTIARASARI MUTIARA

Jurnal Abdimas MutiaraJurnal Abdimas Mutiara

Roti merupakan makanan praktis yang mudah rusak akibat pertumbuhan jamur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa SMA Negeri 13 Medan tentang faktor-faktor yang memengaruhi kontaminasi jamur pada roti, khususnya suhu dan lama penyimpanan. Metode yang digunakan meliputi edukasi dan eksperimen sederhana dengan menyimpan roti pada tiga kondisi suhu berbeda (ruang, dingin, panas) selama lima hari. Hasil menunjukkan bahwa suhu berpengaruh signifikan terhadap kecepatan pertumbuhan jamur, dengan suhu dingin memperlambat dan suhu hangat mempercepat. Siswa juga diberi penyuluhan tentang mikotoksin seperti aflatoksin yang dihasilkan jamur. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman siswa sebesar 40–50% berdasarkan pre-test dan post-test, menunjukkan efektivitas pendekatan edukatif praktis.

Eksperimen menunjukkan bahwa suhu penyimpanan memengaruhi pertumbuhan jamur pada roti.Roti pada suhu dingin memperpanjang daya simpan, sedangkan suhu hangat mempercepat kontaminasi.Penyuluhan efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya konsumsi makanan terkontaminasi jamur, terbukti dari peningkatan pemahaman hingga 50%.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efek faktor lain seperti kelembapan udara atau jenis kemasan terhadap pertumbuhan jamur pada roti. Selain itu, perlu dicermati perbedaan respons jamur pada berbagai jenis roti, seperti roti tawar dan roti gandum, terhadap perubahan suhu. Studi evaluasi program edukasi berkelanjutan di sekolah juga diperlukan untuk mengukur dampak jangka panjang terhadap kebiasaan konsumsi makanan siswa.

Read online
File size144.36 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test