STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI

JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2)JURNAL PENDIDIKAN & PENGAJARAN (JUPE2)

Pendahuluan Bullying merupakan permasalahan yang sering terjadi dilingkungan sekolah. Akibat dari perilaku bullying mengakibatkan seseorang melakukan tindakan bunuh diri. Tujuan penelitian: mengetahui pengaruh Komunikasi Antar Pribadi (KAP) teknik persuasive terhadap pencegahan bullying pada anak. Metode: Desain yang digunakan quasi eksperimental non randomized pretest-post test one group design. Intervensi dilakukan untuk mengetahui pengaruh Komunikasi Antar Pribadi (KAP) teknik persuasif pada orang tua tentang pencegahan bullying pada anak di TK Aisyiyah Baitul Athfal PCA Bangsalsari Kabupaten Jember. Jumlah sampel dalam penelitian ini 33 diambil total sampling. Penilain menggunakan lembar kuesioner IEQ (Intelegence Emosional Quotient) untuk mengetahui pencegahan perilaku bullying. Penilaian dilakukan sebanyak 2 kali sebelum dan sesudah melakukan intervensi (non randomized pretest-post test one group design). Intervensi dilakukan sebanyak 4 kali di TK Aisyiyah Baitul Athfal PCA Bangsalsari Kabupaten Jember. Hasil analisis menggunakan Wilcoxon ( α < 0,05 ) didapatkan nilai p = 0,016 berarti terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah dilakukan Komunikasi Antar pribadi (KAP) teknik persuasif terhadap pencegahan bullying pada anak. Pembahasan terdapat pengaruh Komunikasi Antar Pribadi (KAP) teknik persuasif terhadap pencegahan bullying pada anak. Saran peran orang tua tentang pencegahan bullying pada anak lebih di maksimalkan.

Hasil analisis menunjukkan bahwa Komunikasi Antar Pribadi (KAP) dengan teknik persuasif secara signifikan berpengaruh dalam meningkatkan pencegahan perilaku bullying pada anak di TK Aisyiyah Baitul Athfal PCA Bangsalsari Kabupaten Jember setelah perlakuan.Oleh karena itu, disarankan adanya komunikasi aktif dalam kelompok orang tua untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi.Selain itu, pihak sekolah diharapkan memberikan wawasan mengenai perkembangan siswa, serta orang tua dan siswa perlu menjaga keakraban dan meningkatkan pengawasan guna menghindari perilaku bullying.

Meskipun penelitian ini menunjukkan hasil yang positif, ada beberapa arah menarik untuk penelitian di masa depan. Pertama, mengingat adanya kendala fokus orang tua saat pengisian kuesioner pasca-intervensi, akan sangat berguna untuk meneliti bagaimana hasil intervensi Komunikasi Antar Pribadi (KAP) teknik persuasif ini bisa dievaluasi dalam kondisi yang lebih terkontrol, misalnya dengan menyediakan waktu khusus atau lingkungan yang lebih tenang untuk pengumpulan data. Ini penting untuk memastikan keandalan pengukuran dampak dan memperkuat bukti efektivitasnya. Kedua, penelitian ini melibatkan seluruh partisipan perempuan dan fokus pada satu TK di Jember. Oleh karena itu, menarik untuk mengeksplorasi efektivitas pendekatan ini pada kelompok orang tua yang lebih beragam, termasuk partisipasi ayah, serta di jenjang pendidikan anak yang berbeda seperti sekolah dasar atau menengah. Memperluas cakupan demografi dan geografis akan membantu memahami seberapa umum manfaat teknik persuasif ini dapat diterapkan di berbagai komunitas dengan latar belakang sosial-ekonomi dan pendidikan yang bervariasi. Ketiga, intervensi yang dilakukan mencakup beberapa materi dan metode. Studi lanjutan dapat berfokus pada identifikasi elemen spesifik dari teknik persuasif dalam KAP yang paling efektif dalam mengubah pemahaman dan perilaku pencegahan bullying pada orang tua. Selain itu, penting juga untuk meneliti bagaimana dampak intervensi ini bertahan dalam jangka panjang, tidak hanya sesaat setelah perlakuan, dan apakah ada perubahan signifikan pada dimensi kecerdasan emosional orang tua seperti empati dan motivasi diri yang berkorelasi kuat dengan penurunan kasus bullying.

Read online
File size618.29 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test